Suara.com - Ketua Panitia Seleksi Calon Pimpinan dan Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Pansel KPK) Yusuf Ateh menyebut seleksi calon pimpinan lembaga antirasuah berlangsung ketat.
“Berat nih kelihatannya ketat sekali, banyak yang bagus,” kata Ateh setelah menyelesaikan tes wawancara terhadap 20 orang capim KPK, di Gedung Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Rabu (18/9/2024).
Ateh mengatakan, 20 orang calon pimpinan (capim) KPK yang mengikuti tes wawancara merupakan orang-orang terbaik di antara yang ada.
“Cuma kita kan tidak boleh memilih semuanya, harus disaring dengan berbagai kriteria,” katanya sebagaimana dilansir Antara.
Nantinya, dari 20 capim KPK itu, Pansel KPK akan memilih sebanyak 10 nama melalui mekanisme voting.
Pansel akan menilai berdasarkan pandangan para capim KPK, termasuk komitmen dalam pemberantasan korupsi.
Nantinya 10 nama pilihan Pansel KPK akan diserahkan kepada Presiden Joko Widodo pada awal Oktober nanti.
Selanjutnya, Presiden akan menyerahkan 10 nama itu kepada DPR RI, untuk dipilih sebanyak lima nama pimpinan KPK oleh Komisi III DPR RI.
Berdasarkan pantauan, pada sesi wawancara Rabu, Pansel mempersilakan perwakilan lembaga nonpemerintah yang hadir untuk mengajukan pertanyaan kepada para calon pimpinan KPK.
Baca Juga: MK Tolak Gugatan Novel Baswedan dkk soal Syarat Usia Capim KPK, Begini Dissenting Opion Arsul Sani
Pada Kamis (19/9) dan Jumat (20/9) Pansel KPK akan mengadakan sesi wawancara terhadap 20 calon dewan pengawas KPK.
Berita Terkait
-
Reputasi Negatif Pahala Nainggolan di KPK yang Baru Saja Dituding Lakukan Pelanggaran Kode Etik Terkait Kaesang
-
KPK Sebut Laporan Dugaan Gratifikasi Kaesang Bisa Dihentikan, Ini Syaratnya
-
KPK: Kerugian Negara Akibat Korupsi Pengadaan Lahan Rorotan Rp 223 Miliar
-
Beda Adab Anies vs Ahok vs Kaesang saat Diperiksa KPK, Bak Gajah dan Semut?
-
Pernyataan Pahala Nainggolan Soal Jet Pribadi Disebut Terkesan Membela Kaesang, Berpotensi Melanggar Etik
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
- 5 Rekomendasi Sepeda Roadbike Rp1 Jutaan, Cocok untuk Pemula hingga Harian
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Dosen Diduga Terlibat Kasus Daycare Little Aresha, Begini Respons UGM
-
Wamendagri Wiyagus: Perkuat Peran Damkar, Satpol PP dan Satlinmas untuk Lindungi Masyarakat
-
Prabowo Kumpulkan 1.500 Komandan Satuan TNI di Bogor: Kobarkan Semangat Maju Tak Gentar
-
Respons Pratikno Soal Kasus Daycare Aceh: Ada Proses Hukum, Trauma Healing hingga Penutupan
-
Ketum Posyandu Tri Tito Karnavian Dorong Pemulihan Warga Huntara Aceh Utara: Bansos dan Senam Sehat
-
Marak Kasus Kekerasan Anak, Menko PMK Instruksikan Pemda Audit Seluruh Daycare
-
Tak Ikut di Monas, Perisai dan GMNI: May Day Itu Bentuknya Harus Perlawanan, Bukan Lagi Pesta Pora
-
3 WNI Diciduk di Makkah Terkait Haji Ilegal, Ada Petugas yang Terlibat?
-
Butuh 2 Abad Samai Harta Prabowo, Perempuan Mahardika: Buruh Mustahil Sejahtera di Sistem Oligarki!
-
Borok Baru Fadia Arafiq, KPK Usut Dugaan Korupsi Jatah Makan Pasien RS Pekalongan