Suara.com - Kelompok massa dari Jaringan Rakyat Miskin Kota (JRMK) menggelar unjuk rasa di depan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta, Senin (23/9/2024). Aksi ini dilakukan menjelang pengambilan nomor urut pasangan calon gubernur dan wakil gubernur peserta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta malam nanti.
JRMK diketahui merupakan pendukung Anies Baswedan. Mereka bahkan salah satu yang pertama mendukung dan meminta Anies untuk maju kembali dalam Pilkada DKI 2024 pada 19 Mei lalu.
Meski akhirnya, Anies batal maju karena tak ada partai yang mengusungnya.
Pantauan Suara.com di lokasi, massa yang diperkirakan berjumlah puluhan orang ini membawa spanduk bergambar tiga paslon. Yakni, Ridwan Kamil-Suswono, Pramono Anung-Rano Karno, dan Dharma Pongrekun-Kun Wardhana.
Kemudian, mereka melakukan aksi simulasi mencoblos tiga kotak foto paslon dalam spanduk itu. Salah satu perwakilan massa menusuk spanduk dengan menggunakan kayu yang sudah diruncingkan.
Koordinator JRMK, Minawati mengatakan aksi ini merupakan bentuk kekecewaan atas kondisi Pilkada 2024 ini. Ia menganggap paslon-paslon yang ada tak mencerminkan perwujudan aspirasi warga Jakarta.
Dengan mencoblos lebih dari satu paslon, sesuai aturan Pemilu, surat suara jadi tidak sah dan tak dihitung dukungannya kepada kandidat manapun.
"Hari ini kita aspirasikan kekecewaan masyarakat miskin kota atau masyarakat jakarta, yang Pilkada tahun ini tidak berpihak kepada rakyat atau mewakili aspirasi rakyat," ujar Minawati.
"Terutama di Jakarta, banyak kampung kami yang belum terselesaikan masalahnya. Maka kami tahun ini adalah untuk golput," lanjutnya.
Minawati menyebut ada 32 kampung yang tergabung dalam JRMK. Ia tak memaksa masyarakat luas untuk mengikuti sikap ini melainkan hanya mengajak.
"Kan dalam itu tidak memaksa. Kita hanya mengajak, tapi tidak pakai paksaan. Kalau pakai paksaan, kita memberikan uang itu dapat tindakan (pidana). Ini kami tidak mengancam," ucapnya.
Sebelum memutuskan sikap ini, Minawati mengaku sudah membahasnya berulang kali. Dari ketiga paslon yang ada, tidak ada satupun yang dianggap mendukung aspirasi warga.
"Yang penting kita sudah menyatakan sikap tidak memilih tiga-tiganya. Tidak ada kepercayaan dan tidak mewakili kepentingan rakyat," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Ngaku Enjoy jadi Seniman usai Tak Jabat Presiden, Celetukan SBY 'Cukup 2 Periode' Dianggap Nyindir: Hati-hati Pak
-
Ulama Cakung Nyatakan Dukungan ke Pramono - Rano, Kiai Zainal Arifin: Terus Terang Saya Pendukung Anies
-
Survei LSI: RK-Suswono Gagal Menang Satu Putaran Bila Anies Dukung Pramono-Rano, Golput Meningkat
-
Rivalitas Suporter Bikin Blunder, Langkah Ridwan Kamil di Pilkada Jakarta Bisa Dihambat JakMania?
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
-
50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
Terkini
-
TNI Buka Suara soal Prajurit Bersenjata di Rumah Jampidsus: Bukan Terkait Penyidikan
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
-
Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
-
50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
-
Penggeledahan Serentak di 12 Titik, Polisi Telusuri Dugaan Pencucian Uang Kasus Korupsi BUMN
-
Polemik KIP Kuliah Gara-Gara Desil Berubah, Gus Ipul Pastikan Masih Ada Jalan bagi Mahasiswa
-
Perpres 111/2025 Masukkan LGBTQ sebagai Ancaman Nonmiliter, Apa Artinya?
-
Darurat Korupsi! Golkar Desak Evaluasi Total Rekrutmen Kepala Daerah Usai OTT Beruntun
-
Mulut Dimasukkan Sepatu! Viral Pengakuan Manajer Bank Ngaku Disiksa Atasan
-
Sita 74 Kg Emas dan Valas Rp476 Miliar, Kortas Tipidkor Polri Bongkar Brankas Rahasia di Sentul