Suara.com - Kekerasan di Timur Tengah semakin memanas dengan bentrokan sengit antara pasukan Israel dan militan di Lebanon, menyusul serangan darat besar-besaran yang dilancarkan pada hari Selasa. Setelah sepekan serangan udara yang menewaskan ratusan orang, Israel kembali melakukan ofensif, memperluas konflik yang telah menimbulkan kekhawatiran internasional.
Serangan darat ini terjadi bersamaan dengan gempuran Israel terhadap Beirut selatan, Damaskus, dan Gaza, meskipun berbagai negara telah menyerukan penahanan diri untuk menghindari perang skala regional. Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant, menegaskan bahwa pertempuran belum berakhir meskipun serangan besar-besaran yang menewaskan pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah, pada Jumat lalu.
Pertempuran Hebat di Lebanon Selatan
Pasukan Israel yang didukung serangan udara dan artileri menargetkan posisi Hizbullah di sepanjang perbatasan Lebanon. Juru bicara militer Israel, Avichay Adraee, memperingatkan warga sipil Lebanon agar tidak mendekati perbatasan, terutama di wilayah selatan Sungai Litani. Sementara itu, Hizbullah dilaporkan telah dua kali menyerang pergerakan pasukan Israel di Metula dengan peluru artileri.
Korban Jiwa Terus Bertambah
Selain bentrokan di Lebanon, serangan udara Israel di kamp pengungsi Ain al-Helweh, Lebanon, menewaskan enam orang, termasuk putra pemimpin Brigade Martir Al-Aqsa, Hassan Maqdah. Di desa Daoudieh, 10 orang dari satu keluarga tewas akibat penembakan Israel, termasuk dua anak.
Sementara itu, di Gaza, serangan udara Israel pada hari Selasa dilaporkan menewaskan 12 orang di kamp pengungsi Nuseirat, dan tujuh orang lainnya tewas dalam serangan di sebuah sekolah yang digunakan sebagai tempat penampungan pengungsi.
Tanggapan Dunia Internasional
Seruan untuk deeskalasi terus disuarakan oleh para pemimpin dunia. Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, melalui juru bicaranya, menegaskan bahwa pihaknya tidak menginginkan invasi darat lebih lanjut. Di sisi lain, Amerika Serikat memberikan dukungan kepada Israel dalam upayanya "membongkar infrastruktur serangan di sepanjang perbatasan," seperti yang disampaikan oleh Menteri Pertahanan AS, Lloyd Austin.
Lebih dari 1.000 orang telah tewas di Lebanon sejak konflik meningkat pada 17 September, menurut Menteri Kesehatan Lebanon, Firass Abiad. Perdana Menteri Lebanon, Najib Mikati, telah mengajukan permohonan bantuan kepada PBB dan negara-negara donor untuk membantu para pengungsi, yang diperkirakan mencapai satu juta orang.
Konflik yang terus bereskalasi ini menjadi sorotan dunia, dengan banyak pihak khawatir bahwa situasi dapat berubah menjadi perang regional yang lebih besar, terutama dengan keterlibatan kelompok-kelompok militan dan respons keras dari Israel.
Berita Terkait
-
Warga Lebanon di Bawah Bayang-bayang Serangan Udara Israel: Anda Tidak Tahu di Mana Bom Berikutnya akan Jatuh
-
"Tidak Bermoral!" Paus Fransiskus Kecam Serangan Israel di Gaza dan Lebanon
-
Dukung Israel Bombardir Hizbullah di Lebanon, Amerika Serikat Peringatkan Iran
-
Operasi Darat Israel Tengah Berlangsung di Lebanon, Target Hancurkan Infrastruktur Hizbullah
-
Amerika Serikat Tegaskan Dukung Israel dalam Serangan ke Lebanon, Ancam Iran Tak Macam-macam
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
Terkini
-
Bela Donald Trump, Ketua DPR AS Sebut Paus Leo XIV Harusnya Siap Dikomentari
-
PM Armenia Pamer Kedeketan dengan Rusia, Komunikasi Sangat Intensif
-
Janji Xi Jinping kepada Trump: Pastikan Tak Ada Pasokan Senjata China untuk Iran
-
Rusia Bela Hak Nuklir Iran, Lavrov Sebut Pengayaan Uranium untuk Tujuan Damai
-
Kisah Siswa Pulau Batang Dua Tempuh Ujian Kelulusan di Tenda Pengungsian
-
ILUNI UI Soroti Risiko Hukum di Balik Transformasi BUMN: Era Baru, Tantangan Baru
-
H-7 Keberangkatan, Pemerintah: Persiapan Haji 2026 Hampir Rampung 100 Persen
-
Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Bukti Dunia Pendidikan Kita Sedang Tidak Baik-Baik Saja?
-
Tak Perlu KTP Pemilik Lama, Polri Longgarkan Syarat Pajak Kendaraan Bekas di Seluruh Daerah!
-
Eropa Bersiap AS Keluar dari NATO, Trump yang 'Mencla-mencle' Jadi Sorotan Jerman