Suara.com - Penulis Korea Selatan Han Kang, dianugerahi Penghargaan Nobel Sastra 2024, atas prosa puitisnya yang intens yang menghadapi trauma historis dan mengungkap kerapuhan hidup manusia.
Penghargaan tersebut diberikan oleh Akademi Swedia dan bernilai 11 juta kronor Swedia ($1,1 juta).
Han Kang lahir di Gwangju, Korea Selatan, pada tahun 1970. Ia berasal dari latar belakang sastra, ayahnya adalah seorang novelis terkenal. Ia memulai debut sastranya sebagai penyair dengan menerbitkan lima puisi, termasuk "Winter in Seoul", dalam edisi musim dingin Munhak-gwa-sahoe (Sastra dan Masyarakat) pada tahun 1993.
Ia memulai kariernya sebagai novelis tahun berikutnya dengan memenangkan Kontes Sastra Musim Semi Seoul Shinmun 1994 dengan "Red Anchor". Ia menerbitkan kumpulan cerita pendek pertamanya berjudul Yeosu (Perusahaan Penerbitan Munji) pada tahun 1995. Ia berpartisipasi dalam Program Penulisan Internasional Universitas Iowa selama tiga bulan pada tahun 1998 dengan dukungan dari Dewan Kesenian Korea.
Publikasi-publikasinya meliputi kumpulan cerita pendek, Fruits of My Woman (2000), Fire Salamander (2012); novel-novel seperti Black Deer (1998), Your Cold Hands (2002), The Vegetarian (2007), Breath Fighting (2010), dan Greek Lessons (2011), Human Acts (2014), The White Book (2016), I Do Not Bid Farewell (2021). Kumpulan puisi, I Put The Evening in the Drawer (2013) juga diterbitkan. Han Kang memenangkan International Booker Prize pada tahun 2016 untuk 'The Vegetarian'.
Novel terbarunya 'I Do Not Bid Farewell' dianugerahi penghargaan Medicis di Prancis pada tahun 2023, penghargaan Emile Guimet pada tahun 2024.
Karya Han Kang dicirikan oleh paparan ganda rasa sakit ini, korespondensi antara siksaan mental dan fisik dengan hubungan dekat dengan pemikiran Timur, kata komite tersebut.
Han Kang menghadapi trauma historis dan serangkaian aturan yang tak terlihat dan, dalam setiap karyanya, mengungkap kerapuhan hidup manusia. Ia memiliki kesadaran unik akan hubungan antara tubuh dan jiwa, yang hidup dan yang mati, dan dalam gaya puitis dan eksperimentalnya telah menjadi inovator dalam prosa kontemporer, kata komite Hadiah Nobel.
Baca Juga: Belum Genap 2 Tahun Menikah, Jiyeon T-ara dan Hwang Jae Gyun Putuskan Bercerai
Berita Terkait
-
Jauh dari Unifikasi? Korea Utara Blokir Semua Jalur ke Selatan, Picu Kecaman Keras Seoul
-
Tingkatkan Minat Baca, SMA Negeri 1 Purwakarta Bangun Literasi Sastra Melalui Bahasa Puisi
-
Genderang Perang? Korea Utara Tutup Permanen Perbatasan, Kirim Peringatan Keras ke AS dan Korea Selatan
-
Kim Jong Un Tegaskan Korea Utara Percepat Langkah Menjadi Negara Adikuasa Nuklir
-
Belum Genap 2 Tahun Menikah, Jiyeon T-ara dan Hwang Jae Gyun Putuskan Bercerai
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
Terkini
-
Respons PDIP, Waketum PKB Tegaskan Istilah Partai Penyeimbang Tak Dikenal Dalam Konstitusi
-
Sekelompok Warga Jakarta Gelar Aksi Dukung MBG: Program Harus Lanjut, Koruptor Wajib Ditangkap
-
Dunia Pelototi Kasus Pembunuhan Jurnalis Rico Pasaribu: Investigasi Bongkar Kejanggalan Serius
-
DPRD DKI Gelar Rapat Paripurna HUT ke-499 Kota Jakarta
-
Polemik Ijazah Jokowi Dinilai Memperkeruh Situasi Nasional, Komunikasi Presiden Ikut Tersorot
-
PKB Heran Jokowi Mendadak Lempar Wacana Prabowo-Gibran 2 Periode: Kemajon!
-
Kado HUT Jakarta ke-499, Stasiun KRL JIS Resmi Beroperasi!
-
Langkah Tak Biasa Kapolri Listyo, Ziarah ke Makam Gus Dur hingga Soeharto Jadi Sorotan
-
Mencekam! Detik-detik BMW Listrik Diamuk Warga di Jakbar, Nekat Tancap Gas Meski Dihadang Barrier
-
Alasan Keir Starmer Mengundurkan Diri dari Kursi Perdana Menteri Inggris