Suara.com - Kabar berhembus adanya warga sipil Palestina terbakar hidup-hidup ketika Israel melancarkan pengeboman ke tenda pengungsi di halaman Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa di Deir Al-Balah, Gaza Tengah.
Hal itu nampaknya menjadi sorotan dari Pemerintah Inggris. Mereka saat ini tengah mencermati laporan yang menyebut warga sipil Palestina terbakar hidup-hidup.
Anggota Parlemen Independen dari Leeds, Richard Burgon, menanyakan apakah pemerintah akan memberlakukan sanksi terhadap Israel, seperti yang dilakukan terhadap Rusia saat menyerang Ukraina.
"Baru-baru ini, Israel membakar orang hidup-hidup dengan mengebom tenda pengungsi di rumah sakit, membunuh anak-anak dengan mengebom sekolah, dan menembaki penjaga perdamaian PBB," kata Burgon.
Dia juga menyebut, "Kita telah menghadapi hal ini selama setahun. Seorang pengacara Palestina mengatakan bahwa Inggris tahu apa yang harus dilakukan, seperti saat memberlakukan sanksi kepada Rusia atas invasi ilegal ke Ukraina, menjatuhkan sanksi, memberi sanksi pada persenjataan, perdagangan, dan sanksi untuk pejabatnya. Itulah cara menghentikan Israel dari tindakannya (saat ini)."
Kepada Dodds, Burgon bertanya, "Kapan Israel akan diperlakukan dengan standar yang sama atas kejahatan perangnya dan pelanggaran hukum internasional?"
Dodds menjawab, "Sangat penting bahwa Inggris menanggapi tanggung jawab ini dengan serius."
Dia menambahkan bahwa Pemerintah Inggris terus mengamati laporan yang masuk dan memastikan bahwa hukum internasional ditegakkan.
Mengenai kebijakan sanksi, dia menyatakan bahwa Inggris telah memberikan sanksi kepada delapan orang yang bertanggung jawab atas pelanggaran hak asasi manusia terhadap komunitas Palestina di Tepi Barat dan akan terus mengevaluasi kebijakan tersebut.
Baca Juga: Drama Penyelamatan di Perbatasan, 12 WNI Lolos dari Cengkeraman Sindikat Penipuan di Myanmar
Merujuk pada rekaman mengerikan yang beredar luas di media sosial, yang memperlihatkan orang terbakar hidup-hidup di Gaza, Brendan O’Hara, anggota parlemen dari Partai Nasional Skotlandia, bertanya, "Apakah mengebom rumah sakit dan membakar pasien di tempat tidur mereka merupakan kejahatan perang?"
Menteri Dodds menjawab bahwa pemerintah Inggris sedang memeriksa dengan cermat semua laporan yang ada, termasuk rekaman-rekaman di Gaza yang mengganggu tersebut. Dia menekankan pentingnya penilaian yang hati-hati sesuai dengan kerangka hukum yang berlaku.
Pada Selasa saja, serangan Israel telah menewaskan setidaknya 55 warga Palestina di Jalur Gaza, menambah jumlah korban tewas sejak tahun lalu menjadi 42.344, menurut Kementerian Kesehatan di Gaza.
Selain itu, sekitar 99.013 orang terluka dalam serangan yang terus berlanjut. [Antara].
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi
-
Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu
-
InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara
-
InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia
-
Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar
-
Transisi Energi Berwajah Hijau Jadi Modus Baru Perampasan Ruang Hidup
-
Korupsi Tak Cukup Dibalas Tangkap: Kejar Uang, Jaringan, dan Penikmatnya
-
Senpi Dinas Diduga Dipakai Mantan Istri Bunuh Diri, Bripka Iman Harefa Resmi Masuk Patsus