Suara.com - Menteri Komunikasi dan Informatika yang juga Ketua Umum Relawan Projo, Budi Arie, mengatakan Presiden Joko Widodo atau Jokowi akan menggunakan pesawat komersial ketika pulang menuju ke kampung halaman di Solo, Jawa Tengah usai tidak menjabat presiden.
Diketahui, Jokowi memilih ke Solo begitu selesai pelantikan presiden terpilih Prabowo Subianto dan acara pisah sambut pada Minggu, 20 Oktober 2024.
Budi menyampaikan Jokowi akan terbang ke Solo melalui Bandara Halim Perdanakusuma pada Minggu sore.
"Betul. Naik pesawat komersial dari Halim. Tanggal 20 Oktober jam 15," kata Budi kepada wartawan, Rabu (16/10/2024).
Budi belum memastikan maskapai apa yang akan digunakan Jokowi. Ia bilang antara Citilink atau Garuda Indonesia.
"Kalau nggak salah Citilink atau Garuda," ujar Budi.
Sebelumnya, Jokowi mengatakan belum membeli tiket saat ditanya apakah pulang ke Solo menggunakan pesawat komersial.
"Nggak tahu. Belum beli tiket," kata Jokowi di Medan, Sumatra Utara, Rabu (16/10/2024).
Berkemas
Baca Juga: Jalan Terjal Prabowo di 100 Hari Pertama jadi Presiden: Lindungi APBN dari Pemburu Rente
Sebelumnya, Jokowi sudah berkemas untuk membawa pulang barang-barang miliknya dari Istana ke kampung halamannya di Solo, menjelang masa jabatannya berakhir pada 20 Oktober 2024.
Kekikian, barang-barang yang dikemas atau packing ke Solo sudah hampir selesai.
"Sudah 70 persen barang-barang sudah dibawa dengan box ke Solo," kata Jokowi di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, Jumat (11/10/2024).
Jokowi mengatakan akan pulang ke Solo, Jawa Tengah begitu dirinya tidak lagi menjabat presiden pada 20 Oktober 2024. Jokowi bahkan langsung pulang ke kampung halaman pada sore hari, usai pelantikan Prabowo Subianto.
Lantas apakah Jokowi akan menaikki pesawat komersil saat pulang kembali ke Solo? Menanggapi pertanyaan ini, Menteri Sekretaris Negara Pratikno menyatakan bahwa hal pesawat komersil sudah disiapkan. Tetapi ia belum memastikan lebih lanjut.
"Nanti kita atur, jadi pokoknya komersil sudah siap," kata Pratikno di komplek Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (8/10/2024).
Berita Terkait
-
Di Mana Ahok saat Veronica Tan Dipanggil Prabowo Subianto?
-
Intip Rumah Mewah Otto Hasibuan, Calon Wamen Prabowo dengan Kekayaan Mentereng
-
10 Tahun Jokowi, Kominfo Optimistis Indonesia Jadi Pusat Industri Game di Asia Tenggara
-
Jalan Terjal Prabowo di 100 Hari Pertama jadi Presiden: Lindungi APBN dari Pemburu Rente
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
KPK Sampai Kejar-kejaran, Terungkap Nego Suap Sengketa Lahan di PN Depok dari Rp1 M Jadi Rp850 Juta
-
Penampakan Isi Tas Ransel Hitam Berisi Rp850 Juta, Bukti Suap Sengketa Lahan di PN Depok
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian