Suara.com - Keterwakilan perempuan di DPR belum juga mencapai 30 persen, sebagaimana amanat undang-undang. Meski secara tren angka keterwakilannya meningkat, tetapi begitu dilakukan penempatan di dalam komisi, posisi perempuan dinilai masih belum strategis.
Pakar Hukum Tatanegara Universitas Indonesia Titi Anggraini mengungkapkan, ketika DPR RI periode 2019-2024 terlihat bahwa perempuan banyak ditempatkan di komisi 8, 9, dan 10.
"Jadi seolah-olah identik sebagai komisi feminim," kritik Titi, saat diskusi media talk bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Jakarta, Kamis (17/10/2024).
Komisi 8 diketahui mengurus persoalan agama, sosial, kebencanaan, pemberdayaan perempuan, dan perlindungan anak.
Kemudian komisi 9 menangani kesehatan dan ketenaga kerjaan. Sementara komisi 10 mengurusi pendidikan, olahraga, dan sejarah.
Titi mengatakan, sebenarnya tidak masalah menempatkan perempuan di ketiga komisi tersebut. Hanya saja, anggota DPR perempuan terlalu banyak ditempatkan di sana. Sehingga komisi lain sangat minim dari peran perempuan.
"Padahal perspektif dan paradigma perempuan itu sangat dibutuhkan dalam pembuatan kebijakan yang interseksional. Di mana perspektif itu harus beragam dilihat, karena dalam setiap kebijakan pasti ada dampak terhadap perempuan dan anak," tutur Titi.
Itu sebabnya, dia mendorong para partai politik harusnya bisa mendistribusi kader perempuan yang lolos ke DPR agar bisa berkontribusi lebih luas.
"Kenapa perlu kita lihat komposisi perempuan dari setiap fraksi, karena ini berkaitan dengan distribusi perempuan di alat pelengkapan, terutama di komisi. Karena nanti kan komisi ini yang akan bermitra dengan kementerian, lembaga yang merupakan bagian dari eksekutif," katanya.
Baca Juga: Keterwakilan Perempuan di Bakal Kabinet Kurang dari 20 Persen, Pakar: Sangat Disayangkan
Berita Terkait
Terpopuler
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- Alur Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman yang Libatkan Eks Bupati Sri Purnomo
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
Pilihan
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
Terkini
-
Banjir Jakarta: Pramono Sebut Sebagian Sudah Surut, BPBD Ungkap 14 RT Masih Terendam 80 Cm
-
Menteri Trenggono Ikut Presiden ke London dan Davos Sebelum Pingsan, Tapi Besok Sudah Ngantor
-
KPK Bongkar Skema Pemerasan Caperdes Pati, Bupati Sudewo Ditaksir Bisa Kantongi Rp50 Miliar
-
Kronologi Menteri Trenggono Pingsan di Upacara Duka, Suara Debam Bikin Riuh
-
Soal Sengketa Tanah Jimbaran, Ombudsman RI Sebut BPN Bali Patuhi Rekomendasi
-
Oknum TNI AL Mabuk dan Aniaya Warga Talaud, Masyarakat Geram Hingga Kapal Rusak Parah
-
Momen Wamen Didit Ambil Alih Posisi Inspektur Saat Menteri Trenggono Pingsan di Podium
-
Seskab Teddy Bongkar Isi Pertemuan 2,5 Jam Prabowo-Macron, Selaraskan Isu Global di Meja Makan
-
Penyebab Menteri Trenggono Pingsan di Upacara Duka, Wamen Didit Ungkap Kondisinya
-
Update Terkini ASN Pindah ke IKN Nusantara, Tahap Awal Mulai Dilaksanakan?