Suara.com - Presiden Prabowo Subianto mempertahankan Budi Gunadi Sadikin dan dokter Dante Saksono Harbuwono sebagai Menteri Kesehatan (Menkes) dan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes). Keduanya diketahui telah sama-sama menjabat sejak era Presiden Joko Widodo pada akhir 2020.
Keputusan Prabowo itu dapat tanggapan dari organisasi profesi PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Kemenkes diharapkan melanjutkan dan membuat kebijakan yang tetap berpihak kepada masyarakat.
Selain itu, Wakil Ketua PB IDI dr. Slamet Budiarto, SH. MKes., juga mengingatkan Kemenkes agar tidak membuat kebijakan yang menimbulkan kegaduhan.
"Harapan lain, agar Kemenkes dalam membuat kebijakan atau regulasi dengan melibatkan IDI secara aktif. Sehingga kebijakannya tidak menimbulkan kegaduhan, dan dapat diterima oleh semua pihak," kata dokter Slamet kepada Suara.com, dihubungi Rabu (23/10/2024).
Menurut dokter Slamet, kebijakan atau regulasi yang menimbulkan kegaduhan justru akan menyulitkan pemerintah dalam bekerja mewujudkan kesehatan masyarakat.
"Serta akan mengeluarkan energi yang terlalu besar, sehingga tujuan kebijakan akan sulit tercapai," tuturnya.
Diketahui, Budi Gunadi Sadikin (BGS) dan dokter Dantetelah dilantik bersama sejak era Presiden RI ke-7 Joko Widodo pada 2020-2024.
Keduanya menjalankan transformasi kesehatan dengan mengubah paradigma kesehatan nasional, yang semula berorientasi kuratif menjadi promotif dan preventif. Dalam transformasi kesehatan, terdapat enam hal yang menjadi fokus, yakni layanan primer, layanan rujukan, sistem ketahanan kesehatan, sumber daya manusia kesehatan, sistem pembiayaan kesehatan, dan teknologi kesehatan.
Terbaru, inisiatif-inisiatif yang diluncurkan antara lain Indonesia Clinical Research Center (INACRC), yang merupakan upaya transformasi dan reformasi agar sistem riset nasional lebih kondusif, sehingga Indonesia dapat menjadi salah satu pusat penelitian klinis di wilayah Asia Tenggara.
Baca Juga: Bukan Prajurit Kaleng-kaleng, Ini 3 Kandidat Ajudan Prabowo Subianto Pengganti Mayor Teddy
Berita Terkait
-
Bukan Prajurit Kaleng-kaleng, Ini 3 Kandidat Ajudan Prabowo Subianto Pengganti Mayor Teddy
-
Pembangunan Infrastruktur Megah: Sudahkah Kesejahteraan Rakyat Terpenuhi?
-
Dari Artis ke Istana: Ini Deretan Tugas Raffi Ahmad Sebagai Utusan Khusus Presiden
-
Jejak Viral Kepala BPJPH Haikal Hassan, Ucap Oposisi Sampai Mati hingga Dipecat PA 212 dan Ditolak Ceramah di Malang!
-
Pernah Ribut Gegara Terapi Cuci Otak, Apa Reaksi IDI usai Dokter Terawan Jabat Penasihat Khusus Prabowo?
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Motor Gigi Tanpa Kopling: Praktis, Irit, dan Tetap Bertenaga
- 5 Rekomendasi HP Layar Lengkung Murah 2026 dengan Desain Premium
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 5 Sunscreen Jepang untuk Hempaskan Flek Hitam dan Garis Penuaan
Pilihan
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
Terkini
-
Noel Sebut Menkeu Purbaya Bakal Dinoelkan: 'Ada Bandit Lepas Anjing Liar' karena Ganggu Pesta
-
UU HAM Akan Direvisi Setelah 26 Tahun: Benarkah Sudah Usang?
-
Gelang GPS Resmi Dilepas, Suami Tersangka Bela Istri dari Jambret Bernapas Lega Usai Sepakat RJ
-
DPR Gelar Rapat Tertutup, Bahas Anggaran Bareng Menhan dan Panglima TNI
-
Bantah Kena OTT KPK, Eks Wamenaker Noel: Operasi Tipu-tipu
-
Eks Wamenaker Noel Klaim Dapat Info A1: Hati-hati Pak Purbaya Akan Dinoelkan!
-
Prabowo Tidak Peduli Palestina? Kritik Analis Celios soal RI Gabung Dewan Perdamaian
-
Saksi Kunci Dituding Bohong di Persidangan, Pengacara Nadiem Minta Hakim Beri Sanksi
-
Fakta Pilu Longsor Bandung Barat: 17 Jenazah Dikenali, Seribu Personel Berjibaku Cari 65 Korban
-
Jalan Jakarta Dikepung Lubang Usai Hujan Deras, Pramono: Sampai 27 Januari Belum Bisa Diperbaiki