Suara.com - Orang tua Ronald Tannur diperiksa oleh penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus). Periksaan ini terkait dugaan gratifikasi yang dilakukan oleh kuasa hukum Ronald Tannur, Lisa Rahmat terhadap 3 hakim yang memvonis bebas Ronald Tannur, di Pengadiln Negeri Surabaya.
“Yang diperiksa hari ini di Surabaya ibunya Ronald Tannur,” kata Kapuspenkum Kejaksaan Agung, Harli Siregar, saat dikonfirmasi, Senin (4/110/2024).
Meski pemeriksaan dilakukan di Surabaya, lanjut Harli, penyidik yang melakulan penyidikan dari penyidik Pidsus Kejagung.
“Yang meriksa penyidik Pidsus, di Kejati Jatim,” pungkasnya.
Sebelumnya, Ronald Tanur menjadi sorotan publik gegara divonis bebas dalam perkara pembunuhan oleh ketiga hakim di Pengadilan Ngeri Surabaya.
Tak lama berselang, ketiga hakim yang memimpin jalannya sidang Ronald Tannur ditangkap penyidik Jampidsus pada Kejaksaan Agung. Ketiganya terbukti menerima suap dan gratifikasi atas kasus vonis bebas tersebut.
Kemudian Jampidsus juga menciduk Zarof Ricar di Denpasar Bali. Zarof ditangkap lantaran ikut berperan dalam mengkondisikan perkara kasasi Ronald Tannur terhadap tiga hakim MA.
Saat digeledah, penyidik menemukan uang tunai sebesar Rp920 miliar, di dalam kediaman Zarof. Uang tersebut terdiri dari pecahan mata uang rupiah dan mata uang asing.
Selain itu, penyidik juga menemukan emas batangan seberat 51 kilogram dari tangan Zarof.
Baca Juga: Polemik Jet Pribadi Kaesang, KPK Sebut Bukan Gratifikasi, MAKI: Tetap Gratifikasi
Kepada penyidik Zarof mengaku telah melakukan praktik pengkondisian kasus sejak dirinya masih aktif di MA, yakni sejak tahun 2012-2022.
Berita Terkait
-
Pinjam Kantor Kejagung, Bawas MA Periksa Zarof Ricar Tersangka Makelar Kasus Ronald Tannur
-
Kejagung Periksa Ibunda Ronald Tannur Meirizka Widjaja, Keluarga Terseret Suap Hakim?
-
Diduga Jadi Makelar Kasus Ronald Tannur, Zarof Ricar Diperiksa Bawas Mahkamah Agung
-
Punya Bahan Rahasia, MAKI Minta KPK Tetap Lanjutkan Penanganan Laporan Dugaan Gratifikasi Kaesang
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!