Suara.com - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy memperingatkan bahwa upaya untuk memaksa penyelesaian cepat terhadap perang Rusia di negaranya akan membawa konsekuensi buruk bagi Kyiv.
"Akan menjadi tragedi jika perang ini diakhiri dengan cepat," ujar Zelenskyy dalam konferensi pers di Budapest, Kamis, setelah menghadiri pertemuan puncak dengan para pemimpin Eropa.
Pernyataan ini disampaikan Zelenskyy sebagai tanggapan atas saran sebelumnya dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang mengisyaratkan perlunya menghentikan konflik secepat mungkin.
Bagi Zelenskyy, strategi semacam itu akan merugikan Ukraina secara jangka panjang, meninggalkan bekas luka yang tak terselesaikan di kancah geopolitik Eropa.
Selain itu, Zelenskyy juga mengkritisi komentar Perdana Menteri Hungaria, Viktor Orban, yang menyarankan agar Ukraina segera mencari gencatan senjata dengan Rusia dan merancang rencana perdamaian nanti.
Menurut Zelenskyy, langkah tersebut dapat menciptakan konflik beku, yang berarti ketegangan akan tetap terpendam dan berpotensi meletus kembali di masa depan.
Berita Terkait
-
Dari Bisnis ke Politik: Jejak Kedekatan Hary Tanoesoedibjo dan Donald Trump
-
Terpilih Jadi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump Bakal Hubungi Vladimir Putin?
-
Tiongkok Siapkan Strategi Baru Hadapi Potensi Kembalinya Trump ke Gedung Putih
-
Ariana Grande Hingga Stephen King, Beragam Reaksi Artis Hollywood Pasca Kemenangan Donald Trump
-
Donald Trump Kembali ke Gedung Putih, Pangeran Harry Diprediksi Bakal Sering Pulang Kampung
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
Terkini
-
Netanyahu Tolak Hentikan Perang: Tangan Kami Masih Menempel di Pelatuk!
-
Petaka Goreng Kentang: Pemilik Ketiduran, Warteg di Fatmawati Ludes Diamuk Api!
-
Serangan Israel di Lebanon Tewaskan 254 Orang, Iran Bakal Balas Dendam?
-
Bongkar Tipu-tipu Proyek Kemensos, Gus Ipul: Tak Perlu Lobi Pejabat, Silakan Berkompetisi!
-
Kualitas Air Terjaga, Nelayan Halmahera Penuhi Kebutuhan Gizi Karyawan Harita Nickel
-
Respons Istana soal Desakan TGPF Kasus Andrie Yunus: Masih Dikaji, Klaim Proses Sudah Transparan
-
Iran Minta AS Tertibkan 'Anjing Gila' Israel, Siap-siap Batalkan Gencatan Senjata!
-
Misi Revolusi Hijau: Prabowo Resmikan Pabrik Bus Listrik di Magelang Hari Ini
-
Sidak Random! BGN Temukan Bangunan Tak Layak 'Mirip Goa' Jadi SPPG di Bandung Barat
-
Korban Tewas Serangan Israel ke Lebanon Bertambah Jadi 254 Orang