Suara.com - Ketua IM57+ Institute M Praswad Nugraha menanggapi rencana DPR yang bakal melakukan fit and proper tes terhadap 10 nama calon pimpinan (capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan calon anggota Dewan Pengawas (Dewas) KPK yang diajukan Presiden Ke-7 Joko Widodo.
Menurutnya, DPR mesti memperhatikan latar belakang dan rekam jejak Capim KPK agar tidak ada potensi pelanggaran sebagaimana yang dilakukan mantan Ketua KPK Firli Bahuri.
Sebab, Praswad menilai bahwa salah satu faktor kehancuran KPK dalam lima tahun terakhir ialah pimpinan KPK dengan rekam jejak buruk yang dipilih oleh DPR.
“Pada 2019 Firli Bahuri catatan potensi pelanggaran etiknya lengkap namun tetap dipilih. Akhirnya, tidak mengagetkan ketika terpilih, hanya dalam hitungan bulan, sudah melakukan pelanggaran etik pertama,” kata Praswad kepada wartawan, Senin (11/11/2024).
Untuk itu, dia menilai rekam jejak menjadi hal penting yang seharusnya diperhatikan DPR saat melakukan fit and proper test terhadap capim KPK.
Selain itu, dia menyebut independensi capim KPK juga menjadi salah satu yang perlu diperhatikan agar lembaga antirasuah tidak menjadi alat politik.
“Publik sudah lelah melihat KPK menjadi alat bargain dan alat gebuk politik. Ketika KPK sibuk melakukan hal tersebut maka kerja tidak akan dilakukan secara sungguh-sungguh,” ujar Praswad.
“Kalau soal kapasitas, KPK sudah memiliki resources yang kuat dan profesional. Indepedensi dan rekam jejak integritas adalah persoalan nyata hari ini,” tambah dia.
Lebih lanjut, dia menegaskan DPR dan Presiden Prabowo Subianto tidak boleh menempatkan kepentingan politik di atas kepentingan publik yang mengharapkan pemberantasan korupsi.
Baca Juga: Yusril Sebut Prabowo Setujui Capim KPK dan Calon Dewas yang Diajukan Jokowi, Ini Nama-namanya
Terlebih, Prabowo sudah menyampaikan komitmennya untuk melakukan pemberantasan korupsi. Untuk itu, Praswad berharap agar hal itu tidak hanya menjadi retorika semata.
“Pemilihan Pimpinan KPK ini adalah bukti nyata dan kongkrit apabila ingin mengembalikan kerja pemberantasan korupsi yang sesungguhnya. Saatnya pesan kesungguhan disampaikan ke publik melalui tindakan konkret,” katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Siapkan Dana Haji Lebih Terstruktur, BNI Andalkan Fitur Life Goals di wondr
-
Viral Pemotor di Cikarang Tabrak Penyapu, Pura-pura Menolong Lalu Kabur Sambil Buang Sandal Korban!
-
TB Hasanuddin: Kritik Pemerintah Bukan Ekstremisme, Perpres 8/2026 Rawan Multitafsir
-
Siasat Licin Kiai AS Hindari Polisi, Kabur ke Wonogiri Naik Travel Demi Tak Terlacak
-
Soal Homeless Media jadi Mitra Bakom, Indonesia New Media Forum Buka Suara
-
Kapolri Minta Jajaran Polri Perkuat Sinergi dengan APH Hadapi Dinamika Global
-
Viral Aksi Bejat Pria Rekam Rok Penumpang dari Kolong Peron Stasiun Kebayoran, Polisi Buru Pelaku
-
Cari Keadilan! Keluarga Korban Kekerasan TNI Serahkan Kesimpulan Gugatan UU Peradilan Militer ke MK
-
Orang Dekat Bobby Nasution Diperiksa KPK dalam Kasus Dugaan Suap Proyek PUPR Sumut
-
Kemendagri Perluas Pemanfaatan IKD, Ratusan Ribu Warga Akses Layanan Tanpa Fotokopi KTP