News / Internasional
Senin, 11 November 2024 | 11:34 WIB
Ilustrasi gempa (Unsplash/Jose Antonio Gallego Vázquez)

Suara.com - Dua gempa bumi dahsyat mengguncang Kuba selatan secara berurutan pada hari Minggu, kata ahli geologi AS, sementara pihak berwenang mengatakan tidak ada peringatan tsunami yang dikeluarkan dan tidak ada kematian yang dilaporkan segera.

Survei Geologi AS menyebutkan gempa kedua yang lebih dahsyat berkekuatan 6,8 dan kedalaman 14,6 mil (23,5 kilometer), sekitar 25 mil dari pantai Bartolome Maso, di provinsi selatan Granma.

Gempa itu terjadi hanya satu jam setelah gempa pertama, yang menurut USGS berkekuatan 5,9, dengan episentrum sekitar sembilan mil di bawah laut sekitar 22 mil dari Bartolome Maso.

Surat kabar milik pemerintah Granma mengatakan tidak ada kematian yang dilaporkan segera, tetapi gempa itu terasa di seluruh negara kepulauan Karibia itu.

"Di sini orang-orang dengan cepat turun ke jalan karena tanah bergerak sangat kuat," Andres Perez, seorang pensiunan berusia 65 tahun yang tinggal di pusat kota Santiago de Cuba, mengatakan kepada AFP melalui telepon tentang gempa pertama. "Rasanya sangat kuat, istri saya sangat gugup," imbuhnya.

Sistem peringatan tsunami AS mengatakan tidak ada peringatan tsunami yang dikeluarkan.

Gempa mengguncang pulau itu saat pulih dari Badai Rafael, yang menghantam wilayah barat negara itu sebagai badai Kategori 3, yang menyebabkan penduduk kehilangan aliran listrik selama dua hari.

Gempa berkekuatan 5,1 skala Richter tercatat pada Oktober 2023 di Santiago de Cuba, tanpa menimbulkan kerusakan apa pun.

Gempa kuat lainnya berkekuatan 7,7 skala Richter tercatat pada Januari 2020 di Laut Karibia dan terasa di beberapa provinsi Kuba, menyebabkan evakuasi bangunan di ibu kota Havana, tanpa kerusakan yang dilaporkan.

Baca Juga: Pangandaran Diguncang Gempa M 5.0, Getarannya Dirasakan hingga ke Sukabumi

Load More