Suara.com - Bantuan Sosial atau bansos merupakan salah satu program yang disalurkan pemerintah untuk meringankan beban masyarakat, khususnya bagi mereka yang kurang mampu. Salah satunya seperti bansos Kartu Indonesia Sehat (KIS) dari BPJS Kesehatan yang menjadi program pemerintah untuk memberikan akses layanan kesehatan gratis kepada masyarakat kurang mampu. Lantas bagaimana cara cek bansos KIS BPJS?
Setiap bulan, para penerima bantuan KIS BPJS ini bisa menerima bantuan berupa layanan BPJS Kesehatan secara cuma-cuma alias gratis. Itu artinya, seluruh biaya iuran kesehatan akan ditanggung oleh pemerintah dan memastikan bahwa akses kesehatan tidak lagi menjadi beban tambahan untuk masyarakat miskin. Adapun besaran bantuan yakni Rp 42.000 per bulan.
Penting untuk diingat bahwa bantuan ini tidak bisa dicairkan dalam bentuk uang seperti program bantuan lainnya. Melainkan, dana bantuan KIS BPJS akan langsung diberikan ke rumah sakit atau pusat layanan kesehatan di wilayah tempat penerima bansos terdaftar. Hal tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa bantuan benar-benar digunakan secara maksimal untuk memenuhi layanan kesehatan.
Bantuan KIS BPJS yang diberikan pemerintah menyasar dua kelompok utama, yaitu:
- Peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan: Masyarakat kurang mampu atau miskin yang tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
- Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU): Masyarakat berpenghasilan rendah yang memang kesulitan membayar iuran BPJS Kesehatan.
Cara Cek Bansos KIS BPJ
Untuk dapat memastikan jika bantuan KIS BPJS diterima oleh seseorang yang berhak, masyarakat bisa melakukan pengecekan status penerima dengan cara berikut.
1. Cara Cek Bansos KIS BPJS Melalui Laman Resmi BPJS Kesehatan
- Buka situs BPJS Kesehatan
- Klik menu “Layanan BPJS” atau “Pelayanan Online”
- Masukkan alamat tempat tinggal seperti provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan desa
- Isi informasi tambahan, misalnya NIK atau nomor KIS untuk mengetahui status bantuan
2. Melalui Aplikasi Mobile BPJS Kesehatan
- Unduh dan instal aplikasi BPJS Kesehatan di Google Play Store
- Login menggunakan akun yang terdaftar atau buat akun baru jika belum memilikinya
- Pilih menu Profil, lalu pilih Data Peserta
- Cek status pada kolom “Status Peserta”; jika ada keterangan “PBI JK”, itu artinya Anda merupakan penerima bansos KIS BPJS.
3. Melalui Laman Cek Bansos Kemensos
Baca Juga: Prabowo dan BPJS Kesehatan: Tantangan dan Harapan Atas Kesetaraan Pelayanan
- Masuk ke dalam situs Cek Bansos Kemensos
- Masukkan data tempat tinggal seperti: provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, dan desa
- Masukkan NIK atau nama penerima sesuai data di KTP
- Masukkan kode verifikasi dan klik Cari Data
- Tunggu sampai sistem menampilkan hasil pencarian.
Persyaratan Penerima Bantuan KIS PBI JK 2024
Bagi masyarakat yang berminat untuk jadi penerima Bantuan KIS PBI JK 2024, terdapat sejumlah persyaratan yang perlu dipenuhi. Syarat ini telah ditetapkan oleh Kementerian Sosial dengan berkoordinasi bersama lembaga-lembaga terkait untuk memastikan jika bantuan benar-benar diterima oleh mereka yang membutuhkan.
Berikut ini syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh penerima bantuan:
- Telah terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS)
- Mempunyai Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), sebagai bukti bahwa calon penerima memang berada dalam kondisi ekonomi yang kesulitan
- Mempunyai Kartu Keluarga (KK)
- Memiliki e-KTP atau Kartu Tanda Penduduk elektronik untuk membantu memastikan identitas penerima bantuan.
- Memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang dikelola BPJS Kesehatan.
Demikian tadi langkah-langkah tentang cara cek bansos KIS BPJS. Jika Anda ingin terdaftar pada bansos ini, pastikan telah memenuhi syarat-syaratnya.
Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari
Berita Terkait
Terpopuler
- Jaksa Skakmat Nadiem: Mau Putus Konflik Kepentingan, Kok Saham Gojek Tak Dijual?
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
Pilihan
-
Prediksi Meksiko vs Afrika Selatan: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
Terkini
-
Kabar Duka dari Raja Thailand, Putrinya Bajrakitiyabha Mahidol Meninggal Dunia
-
Habis Dibombardir, Donald Trump Umumkan Damai dengan Iran
-
Namanya Terseret Pusaran Kasus Korupsi MBG, Kapolres Metro Bekasi Akhirnya Buka Suara
-
BEM UI dan Aliansi Mahasiswa Demo di Bundaran HI Hari Ini, Kondisi Ekonomi Jadi Sorotan
-
Kasus Suap Bea Cukai Blueray, Kenapa Seret Nama Raffi Ahmad?
-
Jakarta Menuju 5 Abad: Kota Global Bukan Cuma Soal Megahnya Pencakar Langit
-
Impunitas Menguat! Vonis Ringan TNI Penyiram Air Keras Andrie Yunus Adalah 'Mock Trial' yang Zalim
-
Herman Khaeron Apresiasi KWP Berbagi, Dorong Peningkatan Kegiatan Sosial di DPR RI
-
Kejagung Buka Peluang Tambah Tersangka Korupsi MBG, Nama-Nama Baru Masih Didalami
-
Sempat Dikeluhkan karena Galian Berbahaya, Proyek PAM Jaya di Condet Kini Mulai Alirkan Air Bersih