Suara.com - Akun TikTok agrantara212 pada Sabtu (30/09/2024) mengunggah tangkapan layar sebuah judul berita yang mengklaim pernyataan kontroversial Ahmad Luthfi sebagai berikut:
“Pernyataan Ahmad Luthfi Bikin Warga Jateng Geram” Terkait Ucapan: Kalau Arahan Telah Kuberikan Sabda Nabi pun Harus Kau Tinggalkan!”
Unggahan tersebut disertai narasi yang mengarahkan opini kepada pemilih, seperti:
"Memilih pemimpin, rekam jejak itu penting, untuk dijadikan acuan menuju kesejahteraan masyarakatnya. Woyyy kawan, nemu jejak digital kawan, super sekali. Yang PERKASA ajah deh.”
Unggahan ini mendapatkan respons besar dengan lebih dari 6.700 tanda suka, 1.800 komentar, dan dibagikan ulang lebih dari 300 kali hingga Sabtu (23/11/2024).
Namun, apakah klaim ini benar?
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) melakukan verifikasi terhadap unggahan tersebut dengan metode berikut:
Mafindo mencari pernyataan yang diklaim menggunakan kata kunci “Pernyataan Ahmad Luthfi: Kalau Arahan Telah Kuberikan Sabda Nabi pun Harus Kau Tinggalkan!” di Google. Hasilnya, tidak ditemukan pemberitaan dari media kredibel yang memuat pernyataan tersebut.
Foto tangkapan layar pada unggahan TikTok tersebut ditelusuri menggunakan Google Lens. Diketahui bahwa foto itu pertama kali beredar pada 2023 dan berasal dari artikel Antaranews.com berjudul “Satu polisi di Jateng layani 1.116 orang penduduk”. Foto tersebut tidak ada kaitannya dengan klaim tentang Ahmad Luthfi.
Kesimpulan
Klaim yang menyebutkan Ahmad Luthfi pernah berujar, “Kalau Arahan Telah Kuberikan Sabda Nabi pun Harus Kau Tinggalkan,” adalah konten palsu (fabricated content). Foto tangkapan layar yang beredar telah dimanipulasi dan tidak terkait dengan konteks yang dituduhkan.
Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati terhadap informasi yang beredar di media sosial, terutama yang mengarah pada fitnah atau menciptakan polarisasi di masyarakat. Pastikan selalu memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya.
Berita Terkait
-
Ternyata Ini yang Bikin Elektabilitas Ahmad Luthfi Unggul dari Andika Perkasa dalam Pilgub Jateng 2024
-
Cek Fakta: Benarkah Presiden Prabowo Mewacanakan Wajib Militer bagi Anak Muda?
-
Elektabilitas Ahmad Luthfi Lebih Unggul dari Andika Perkasa di Pilkada Jawa Tengah 2024, Apa Iya?
-
Empat Hari Jelang Pencoblosan Pilkada Jateng, Elektabilitas Ahmad Luthfi-Taj Yasin di Atas 50 Persen
-
Yakin Luthfi-Yasin Menang Pilgub Jateng, Jokowi: Tunggu Rabu Sore
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Harga Minyak Dunia Anjlok 6 Persen Usai Ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz Mereda
-
Studi Ungkap Gunung Berapi yang Tidur Ribuan Tahun Ternyata Bisa Tetap Aktif: Mengapa?
-
Menaker: Sertifikasi Kompetensi Jadi Bukti Formal Penting Bagi Lulusan Magang
-
6 Fakta di Balik Bebasnya Piche Kota Indonesian Idol dari Tahanan Kasus Dugaan Pemerkosaan
-
Wabah Hantavirus di Kapal MV Hondius Memaksa Spanyol Ambil Tindakan Darurat Evakuasi Penumpang
-
Muatan Penumpang Disorot! Bus ALS Maut yang Tewaskan 16 Orang Angkut Tabung Gas hinga Sepeda Motor
-
Tragedi Bus ALS vs Truk Tangki di Sumsel: 16 Jenazah Tiba di RS Bhayangkara, Mayoritas Luka Bakar!
-
Komandan Elite Hizbullah Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel di Beirut Selatan
-
Viral Kuitansi Laundry Gubernur Kaltim Rp20,9 Juta Seminggu: Nyuci Dalaman Aja Seharga Cicilan Motor
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Terancam Hak Angket, DPR: Kepala Daerah Harus Sensitif Isu Publik