Suara.com - Presiden Prabowo Subianto mengakui banyak menteri-menteri di Kabinet Merah Putih yang merupakan menteri di era pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Namun, ia tak sepakat jika menteri-menteri tersebut disebut sebagai 'orang' Jokowi.
"Bukan orangnya Jokowi. Saya pakai orang merah putih, saya pakai anak Indonesia," kata Prabowo saat berpidato di acara Sidang Tanwir dan Milad ke-112 Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Kupang, NTT, Rabu (4/12/2024).
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyinggung pentingnya untuk menghargai dan menghormati jasa para Presiden RI terdahulu mulai dari Soekarno hingga Jokowi. Walaupun setiap pemimpin memiliki kekurangan menurutnya tidak pantas serang apalagi difitnah.
"Bukan saya bela-bela Pak Jokowi karena person, tidak. Saya mau katakan apa adanya. Kalau ada kekurangan, ada. Kita semua ada kekurangan. Semua pemimpin ada kekurangan," jelasnya.
Di hadapan warga Muhammadiyah, Prabowo pun mengakui bahwa dirinya bukan orang dengan agama yang baik. Namun ia selalu memegang teguh ajaran guru agamanya yang melarang menebar kebencian dan dendam.
"Saya ini dikalahkan oleh Pak Jokowi (di dua kali Pilpres), dan menteri-menteri saya banyak yang ikut mengalahkan saya. Bener ya? Ayo ngaku tuh ngaku. Siapa bendaharanya Pak Jokowi? Itu Trenggono. Ayo ngaku ini," ujar Prabowo disambut tawa hadirin.
Wahyu Sakti Trenggono diketahui merupakan Menteri Kelautan dan Perikanan di Kabinet Merah Putih. Pada Pilpres 2019 ia menjabat sebagai Bendahara Tim Kampanye Nasional Jokowi-Maruf Amin. Ketika itu Jokowi-Maruf terpilih sebagai presiden dan wakil presiden 2019-2024 mengalahkan Prabowo-Sandiaga Uno.
"Tapi sudah. Perbedaan itu biasa, persaingan itu biasa saudara-saudara. Tapi sesudah itu ayo kerja sama," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Habis Unyeng-unyeng Istri Kini Hina Penjual Es Teh, Gus Miftah Tak Layak Dapat Gelar Ulama karena Agak Laen?
-
Murka! Publik Iba hingga Ingin Bantu Penjual Es Teh yang Dihina Gus Miftah: Ingat! Bapak Itu Berjihad Nafkahi Keluarga
-
Ancam Laporkan KPU ke DKPP, Kubu RK-Suswono Ngotot Pemungutan Suara Ulang di Jakarta, Kenapa?
-
Timses RIDO Desak Jazilul PKB Disanksi Gegara Sebut RK-Suswono Tak Laku: Kader Tak Tertib Harus Dihukum!
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
-
QRIS Jadi 'Alat Bantu' Judi Online: Mengapa Sistem Pembayaran BI Ini Rentan Disalahgunakan?
Terkini
-
PDIP Desak Reformasi Total Polri: Hapus Dwifungsi dan Perkuat Pengawasan Eksternal
-
Tutup Rakernas I, PDIP Resmi Tegaskan Posisinya Sebagai Partai Penyeimbang: Kawal Pemerintahan
-
Permohonan RJ Eggi Sudjana Masuk, Polda Metro Tunggu Kesepakatan Pelapor di Kasus Ijazah Jokowi
-
Rekomendasi Rakernas PDIP: Tegaskan Kedaulatan NKRI dan Tolak Intervensi Asing atas Venezuela
-
Rekomendasi Rakernas PDIP: Desak Pilkada Tetap Langsung Dipilih Rakyat, Usul Ada E-voting
-
Polisi Periksa 12 Saksi Kasus Teror DJ Donny dan Influencer, Kapan Pelaku Ditangkap?
-
Ketua KONI Ponorogo Diperiksa KPK Terkait Dugaan Korupsi Bupati Nonaktif Sugiri Sancoko
-
Libatkan Ahli, Polisi Bedah Batas Kebebasan Berekspresi dalam Kasus Mens Rea Pandji Pragiwaksono
-
Prabowo Duga Ada Kekuatan Asing Bayar Segelintir Orang untuk Mengejek
-
Bantah Tak Kooperatif, Legislator Bekasi Nyumarno Sambangi KPK: Undangan Tak Sampai ke Alamat KTP