Suara.com - Seorang pria bernama Rakesh Gupta, mendapati dirinya menjadi korban penipuan oleh istrinya sendiri. Sang pengantin baru, Ishika, diduga melarikan diri dengan membawa uang puluhan lakh rupee (sekitar ratusan juta) setelah pernikahan mereka, dan lebih mengejutkan lagi, ia ternyata sudah menikah dengan pria lain di Bengal Barat.
Rakesh Gupta, warga Dharamganj, Bihar, menikahi Ishika melalui pernikahan di pengadilan dan upacara tradisional di kuil.
Pernikahan itu bahkan dirayakan dengan resepsi megah yang dihadiri kerabat dan teman-teman. Namun, kebahagiaan itu tidak bertahan lama.
Dalam laporannya ke pihak kepolisian, Rakesh menuturkan bahwa sejak awal pernikahan, keluarganya mengalami perlakuan aneh dari keluarga Ishika. Mereka sering kali menolak membiarkan Ishika tinggal bersama Rakesh di rumahnya pada malam hari.
Selain itu, Ishika terus meminta sejumlah uang untuk “membantu” keluarganya. Karena ingin membahagiakan sang istri, Rakesh pun rela memberikan uang hingga puluhan lakh rupee serta sebidang tanah.
Puncaknya terjadi ketika Rakesh dipanggil oleh keluarga Ishika ke Siliguri untuk menemani sang istri ke dokter. Namun, setelah kembali dari perjalanan tersebut, Ishika tiba-tiba menghilang tanpa jejak.
Kasus ini semakin memanas setelah beredar foto viral Ishika yang terlihat mengenakan karangan bunga dengan pria lain. Foto tersebut menjadi bukti bahwa Ishika sudah menikah sebelumnya dengan seorang pria di Kanki, Bengal Barat, sembilan bulan yang lalu.
Keluarga Rakesh pun mendatangi rumah pria tersebut di Ganga Babu Chowk, yang berujung pada keributan besar hingga polisi harus turun tangan untuk menenangkan situasi.
Di sisi lain, ibu dari Ishika membantah semua tuduhan yang dilontarkan Rakesh. Menurutnya, pernikahan antara Ishika dan Rakesh tidak pernah terjadi, melainkan hanya sebatas pertunangan yang berlangsung pada tanggal 6 Desember. Pernyataan ini justru menambah kebingungan di tengah publik.
Baca Juga: Sadis! Pria Dibantai Tetangga, Alat Kelamin Dimutilasi di Dekat Stasiun Palam
Polisi kini telah mendaftarkan kasus ini berdasarkan pengaduan resmi dari Rakesh Gupta. Mereka berjanji akan menyelidiki kebenaran dari tuduhan tersebut, termasuk dugaan penipuan dan pernikahan ganda yang melibatkan Ishika.
Berita Terkait
-
Sadis! Pria Dibantai Tetangga, Alat Kelamin Dimutilasi di Dekat Stasiun Palam
-
Seorang Ibu di India Tega Menjual Bayinya Seharga Rp28 Juta, Suami yang Tak Terima Lagsung Lapor Polisi
-
Ancaman Bom di 44 Sekolah Membuat Delhi Berada dalam Kekacauan
-
5 Potret Zumi Zola dan Putri Zulhas Umrah Bersama, Resmi Jadi Suami Istri
-
Dilakukan Santri Pesantren Gus Miftah, Apa Makna Tradisi Jalan Jongkok Depan Guru?
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
60 Ton Sampah Menggunung, Pemprov DKI Janji Pasar Induk Kramat Jati Bersih dalam 5 Hari
-
Sinyal Bahaya Demokrasi, Lakso Anindito Sebut KUHP Baru Berpotensi Hidupkan Rezim Otoritarian Orba
-
KPK Sempat Terbelah dan Ragu Jadikan Yaqut Tersangka Korupsi Haji?
-
Lakso Anindito Prediksi Gelombang Praperadilan Koruptor Akibat KUHP Baru
-
Rumah Yaqut 'Dikepung' Aparat, Tamu Diperiksa Ketat Usai Jadi Tersangka Korupsi Haji
-
BNI Hadirkan agen46 hingga Pelosok Kota Bima, Perluas Inklusi Keuangan
-
Indonesia Terpilih jadi Presiden Dewan HAM PBB, Amnesty International Indonesia: Kebanggaan Semu!
-
KPK Bongkar Alasan Jerat Eks Menag Yaqut: 'Permainan' Kuota Haji Tambahan Jadi Pemicu
-
Sinyal Keras KPK, Eks Menag Yaqut Secepatnya Ditahan di Kasus Korupsi Haji
-
Tanggapi Soal Pilkada Langsung dan Tidak Langsung, Menko Yusril: Keduanya Konstitusional