Suara.com - Otoritas kesehatan Palestina memperingatkan bahwa kondisi di Rumah Sakit Indonesia di utara Jalur Gaza semakin memburuk. Puluhan pasien luka di rumah sakit tersebut terancam nyawanya karena kekurangan makanan dan air.
Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan pada hari Selasa bahwa setidaknya 60 pasien sedang menghadapi risiko kematian.
Dalam pernyataannya, kementerian menjelaskan bahwa situasi kemanusiaan di dalam rumah sakit telah menjadi sangat berbahaya. Kurangnya kebutuhan dasar memperburuk penderitaan para pasien di bawah kondisi yang sulit akibat pengepungan militer Israel.
Rumah Sakit Indonesia terletak di Beit Lahiya, di utara Jalur Gaza, telah berada di bawah pengepungan militer Israel yang lebih ketat sejak awal Oktober, mempengaruhi kemampuan rumah sakit untuk memberikan perawatan.
Dalam pembaruan harian terpisah mengenai jumlah kematian akibat perang Israel di Gaza, kementerian menyatakan bahwa setidaknya 28 orang tewas dan 54 lainnya terluka dalam selama periode laporan 24 jam terakhir.
"Korban yang masih terjebak di bawah reruntuhan dan di jalan-jalan tidak dapat dijangkau oleh ambulans dan tim pertahanan sipil," tambah kementerian.
Krisis ini terjadi di tengah ketegangan regional yang lebih luas, dengan laporan perkembangan signifikan lainnya termasuk PM Israel Benjamin Netanyahu yang menyebut tuduhan terhadapnya sebagai 'absurd' di persidangannya, dan kelanjutan operasi militer Israel di Gaza serta wilayah yang lebih luas, termasuk rencana untuk membuat 'zona steril' di selatan Suriah setelah 480 serangan udara.
Komunitas internasional terus memantau situasi di Gaza yang masih labil, dengan seruan mendesak agar bantuan kemanusiaan dapat mencapai mereka yang membutuhkan, terutama di daerah yang terkepung seperti Beit Lahiya.
Baca Juga: Sebut Efek Boikot Produk Pro Israel Nyata, MUI: Alhamdulillah...
Berita Terkait
-
Sebut Efek Boikot Produk Pro Israel Nyata, MUI: Alhamdulillah...
-
Gaza Luncurkan 4 Roket ke Israel, Serangan Balasan Genosida?
-
Pertemuan Virtual Biden-Raja Abdullah: Dari Suriah Hingga Yerusalem, Apa Saja yang Dibahas?
-
Jeritan Hati Dokter di Gaza Jadi Saksi Bisu Kekejaman Perang
-
Israel Akui Serang "Senjata Kimia" di Suriah Pasca Jatuhnya Assad
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Senator Republik Prediksi Donald Trump Bakal Ambil Paksa Selat Hormuz
-
Lautan Manusia di PRJ! Kembang Api Hiasi Langit Jakarta Sambut HUT ke-499
-
Selat Hormuz Ditutup Iran, Kesepakatan Damai dengan AS Kian Sulit Gegara Ulah Israel
-
Wamenpar Wanti-wanti Pelaku Wisata Dieng: Utamakan Keselamatan di Tengah Lonjakan Turis!
-
Malam Ini Dijemput dari RS Polri! Roy Suryo dan dr Tifa Kembali Masuk Sel Tahanan
-
SPMB Jakarta 2026 Paling Siap, Jabar Masih Dihantui Masalah Sistem dan Transparansi!
-
Sukseskan Program Presiden, Mendagri Tinjau Program BSPS di Jayapura
-
Roy Suryo dan dr Tifa Sakit Usai Ditangkap Kasus Ijazah Jokowi, Gibran: Semoga Segera Sembuh!
-
Bantah Cuma Galak ke Ojol, Dishub DKI: Mobil Pribadi Parkir Liar Banyak Kami Derek!
-
Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser