Suara.com - Parajuang perlawanan Palestina telah meluncurkan empat roket ke wilayah yang diduduki oleh Israel.
Menurut kantor berita Palestina, Shehab, militer rezim Israel mengonfirmasi bahwa dua roket ditembakkan dari Jalur Gaza ke pemukiman Be'eri pada pagi hari Rabu.
Selang satu jam, Radio Angkatan Darat Israel melaporkan bahwa dua roket tambahan diluncurkan ke wilayah pendudukan. Namun, pihak rezim tidak memberikan informasi mengenai korban atau kerusakan yang ditimbulkan oleh serangan ini.
Sejak 7 Oktober 2023, rezim Israel yang didukung oleh AS telah melancarkan serangan genosida terhadap penduduk Jalur Gaza, menyebabkan kerusakan yang meluas dan kelaparan yang mematikan, yang mengakibatkan ribuan warga Palestina, sebagian besar wanita dan anak-anak, menjadi martir atau terluka.
Rezim Tel Aviv terus melanjutkan kampanye genosida terhadap penduduk wilayah yang terkepung, tanpa memperhatikan masyarakat internasional dan mengabaikan resolusi Dewan Keamanan PBB yang mendesak gencatan senjata segera serta instruksi dari Mahkamah Internasional untuk mengambil tindakan guna mencegah genosida dan memperbaiki situasi kemanusiaan yang mengkhawatirkan di Gaza.
Meskipun melakukan berbagai tindakan kekejaman, rezim tersebut mengakui bahwa setelah lebih dari satu tahun bertempur, mereka masih belum mencapai tujuan untuk menghancurkan gerakan Hamas dan memulangkan tawanan Zionis dari Gaza.
Pelapor Khusus PBB untuk Palestina, Francesca Albanese, mengeluarkan laporan pada hari Senin (28/10) yang menuduh Israel berupaya "menghapus keberadaan Palestina."
Dalam laporannya, Albanese menyatakan bahwa Israel secara sistematis terlibat dalam pemindahan paksa, penghancuran, dan genosida terhadap warga Palestina di jalur Gaza dan Tepi Barat. Dia menjelaskan mengenai "pemindahan dan penggantian penduduk yang dilakukan secara sengaja dan terencana" terhadap warga Palestina, khususnya setelah terjadinya konflik pada 7 Oktober 2023.
Laporan itu menyoroti niat Israel untuk melakukan genosida dan mengaitkan kondisi saat ini dengan "pembersihan etnis yang telah berlangsung selama beberapa dekade" dengan tujuan "menghapus keberadaan Palestina."
Baca Juga: Golan Diserbu, Arab Saudi Murka! Israel Langgar Hukum Internasional?
Albanese menegaskan bahwa kekerasan yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina sejak Oktober tahun lalu adalah bagian dari upaya pemindahan paksa. Dia juga mengklaim bahwa Israel menghalangi penyelidikan internasional, termasuk menolak akses tim pencari fakta dari PBB dan Mahkamah Pidana Internasional (ICC).
“Penolakan yang berkelanjutan terhadap mekanisme PBB dan penyelidik ICC bisa dianggap sebagai penghalang bagi keadilan," ujar Albanese. Ia menambahkan bahwa tindakan Israel bertentangan dengan perintah Mahkamah Internasional (ICJ) untuk memberikan akses kepada penyelidik internasional ke Gaza dan menjaga bukti-bukti.
Berita Terkait
-
Skandal Korupsi Netanyahu: Sidang Perdana Menteri Israel Digelar di Bunker Geng Kriminal
-
Suriah Kecam Serangan Israel, Tuntut Tindakan Tegas ke PBB!
-
Israel Akui Serang 250 Target Militer di Suriah, Yaman Kecam Agresi
-
Gempur 300 Serangan Udara, Israel Lumpuhkan Pertahanan Suriah
-
Golan Diserbu, Arab Saudi Murka! Israel Langgar Hukum Internasional?
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Wajah Baru Halte Patra Kuningan 2 Ternoda Vandalisme, Begini Respons Transjakarta
-
Kasus Penyekapan di Bandung Harus Dijerat Pasal Berlapis, Fokus pada Dampak Korban
-
KPK Dalami Penghasilan Maruf Cahyono di Kasus Dugaan Gratifikasi Pengadaan MPR
-
Gaya Jokowi Berbaju PSI, Mulai Blusukan Tiga Hari di Lampung
-
OTW Lampung Pakai Outfit 'Gajah', PSI Tegaskan Jokowi Tak Lagi di Partai Lama
-
Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan
-
Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan