Suara.com - Seorang pria berusia 19 tahun dijatuhi hukuman mati pada hari Jumat di South 24 Parganas, Benggala Barat, India, atas tindakan pemerkosaan dan pembunuhan terhadap seorang gadis desa berusia sembilan tahun pada 4 Oktober, kata jaksa penuntut umum Bibhas Chatterjee.
Hakim Pengadilan Perlindungan Anak dari Kejahatan Seksual (Pocso) juga mengumumkan kompensasi sebesar 10 lakh (sekitar Rp1,9 miliar) untuk keluarga korban.
Mostakin Sardar, tersangka, ditangkap pada pukul 3 pagi tanggal 5 Oktober, beberapa jam setelah kejadian di daerah Kultali. Insiden ini terjadi hanya dua bulan setelah kasus pemerkosaan dan pembunuhan seorang dokter muda berusia 31 tahun pada 9 Agustus di RG Kar Medical College and Hospital, Kolkata, yang mengguncang negara. Kejadian di Kultali memicu kerusuhan.
Warga desa menyerang polisi setempat pada tanggal 5 Oktober dan membakar sebagian pos polisi Mahishmari, dengan tuduhan bahwa polisi tidak bertindak. Mereka juga mencegah Pratima Mondal, anggota Lok Sabha dari Trinamool Congress setempat, untuk bertemu dengan keluarga korban.
“Sardar dinyatakan bersalah berdasarkan Pasal 103 dan 66 dari Bharatiya Nyaya Sanhita (BNS) dan Pasal 6 dari Undang-Undang Perlindungan Anak dari Kejahatan Seksual (Pocso). Persidangan berlangsung selama 61 hari,” ujar Chatterjee.
Hakim Subrata Chattopadhyay mencatat saat menjatuhkan hukuman bahwa terdakwa tidak menunjukkan tanda-tanda penyesalan atau keinginan untuk berubah.
“Kami puas dengan hukuman mati ini. Namun, terdakwa mungkin mengajukan banding ke pengadilan yang lebih tinggi dan mendapatkan pembebasan bersyarat. Hal seperti ini sering terjadi,” kata ayah korban kepada media.
Menurut Chatterjee, kekejaman dalam kasus ini sangat mengejutkan. Gadis tersebut sedang berjalan pulang setelah menghadiri kelas bimbingan belajar. Sardar menawarkan tumpangan dengan sepeda dan membawanya ke tempat terpencil.
Salah satu saksi mengatakan di pengadilan bahwa ia melihat Sardar membawa anak tersebut. Ketika saksi menanyakan apa yang dilakukan Sardar, ia mengklaim akan mengantarnya pulang sesuai permintaan keluarga korban.
Sebanyak 38 luka ditemukan di tubuh korban, dengan tengkoraknya yang remuk. Bukti ilmiah, forensik, dan tes DNA memastikan bahwa Sardar adalah pelaku kejahatan ini. Awalnya, ia mengaku mencintai gadis tersebut, tetapi setelah dinyatakan bersalah, ia mengklaim dijebak.
Pemerintah negara bagian membentuk tim investigasi khusus (SIT) yang terdiri dari delapan anggota, dipimpin oleh Kepala Polisi Baruipur, Palash Chandra Dhali, untuk menyelidiki kasus ini, mengingat adanya protes massal.
Hukuman pada hari Jumat diumumkan bersamaan dengan aksi protes para dokter muda di Kolkata yang menuntut hukuman bagi para tersangka dalam kasus pemerkosaan dan pembunuhan di RG Kar Hospital. Dalam kasus tersebut, seorang sukarelawan polisi sipil, mantan kepala rumah sakit, dan seorang inspektur polisi Kolkata saat ini ditahan secara hukum.
“Putusan dalam kasus Baruipur memberikan kami harapan,” ujar ayah korban dari kasus RG Kar Hospital kepada media.
Berita Terkait
-
Tinggalkan Suami dan Anak untuk Kabur dengan Seorang Pria, Perempuan Ini Malah Dijual Seharga Rp65 Juta
-
Tragis! Ibu di Jaipur Tidur Semalaman Disamping Jasad Anak Kandung yang Dibunuhnya
-
Jerat Maut Pinjol, Nelayan Bunuh Diri Setelah Foto Istrinya Dimanipulasi Perkara Uang Rp300 Ribu
-
Baru Nikah Istri Bawa Kabur Uang Ratusan Juta, Ternyata Sudah Bersuami di Tempat Lain
-
Sadis! Pria Dibantai Tetangga, Alat Kelamin Dimutilasi di Dekat Stasiun Palam
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Siasat BI Lampung Jaga Harga Cabai Tak Pedas di Akhir Tahun
-
Wamenkop Soroti Pelamar Kerja Membludak di Bekasi, Kopdes Merah Putih Jadi Jawaban?
-
10 Sifat Buruk Zodiak Gemini yang Jarang Diketahui
-
Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak: Perlawanan Perempuan di Tengah Sunyinya Sumba
-
8 Sunscreen Spray SPF 50 untuk Kulit Usia Matang, Praktis Bantu Cegah Tanda Penuaan
-
Bukan Sekadar Teknologi, Generative AI Mulai Mengubah Cara Orang Indonesia Membuat Film
-
Bukan Cuma Kerja di Kapal, Ini Luasnya Peluang Karier di Industri Maritim
-
Trump Nyinyir, Prabowo Optimis: Masa Depan Kendaraan Listrik Jadi Ajang Tarik Ulur
-
Maut di Balik Secangkir Kopi di Pasuruan: Motif Nenek Nurami Dibunuh Saudara Jauh
-
Sisi Gelap Sound Horeg Agustusan: Antara Cuan Gacor dan Panci yang Ikut Bergetar