Suara.com - Wakil Presiden Filipina, Sara Duterte, pada Rabu (11/12), mengungkapkan kesiapan untuk menghadapi tuntutan pemakzulan terhadap dirinya, di tengah kondisi koalisi pemerintahan Filipina yang semakin tidak stabil.
Saat ini, Duterte menghadapi dua tuntutan pemakzulan di DPR Filipina.
"Seharusnya memang ada proses pemakzulan seperti ini agar kami bisa memberikan tanggapan yang tepat terhadap semua tuduhan yang diajukan, karena prosedurnya diatur dengan jelas oleh undang-undang," ungkap Duterte dalam sebuah wawancara televisi, seperti dilaporkan oleh The Manila Times.
Berdasarkan undang-undang Filipina, baik anggota parlemen maupun masyarakat umum dapat mengajukan usulan pemakzulan, tetapi usulan dari masyarakat perlu dukungan anggota parlemen.
Dua usulan pemakzulan yang diajukan pada 2 dan 4 Desember berisi tuduhan penyalahgunaan dana di Kantor Wakil Presiden Filipina. Namun, konstitusi Filipina menyatakan bahwa untuk melanjutkan proses pengadilan di Senat, diperlukan persetujuan dari setidaknya sepertiga anggota DPR Filipina.
Duterte telah menghadapi beberapa tuntutan hukum sejak bulan lalu terkait dugaan ancaman terhadap Presiden Ferdinand Marcos Jr. serta keluarga dan kerabatnya, jika dirinya terbunuh.
Pada hari yang sama, Wakil Presiden juga tidak hadir dalam panggilan kedua dari pihak penyidik Filipina terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan.
Di sisi lain, komite gabungan DPR Filipina memutuskan untuk menolak permintaan pemulihan pemotongan dana sebesar 1,3 miliar peso (setara dengan Rp355,5 miliar) yang diajukan oleh Kantor Wakil Presiden untuk tahun 2025.
Meskipun Ferdinand Marcos dan Sara Duterte berpasangan sebagai calon presiden dan wakil presiden pada pemilu 2022 dan terpilih untuk masa jabatan enam tahun, hubungan mereka mengalami ketegangan. Konflik antara keduanya semakin jelas dalam beberapa bulan terakhir, yang menyebabkan Duterte mundur dari posisi Menteri Pendidikan pada bulan Juni lalu.
Baca Juga: Umumkan Darurat Militer, Para Artis Korea Dukung Pemakzulan Presiden Yoon
Berita Terkait
-
Partai Kekuatan Rakyat di Korsel Dukung Pemakzulan Presiden Korsel
-
Bantah Lakukan Pemberontakan, Presiden Korsel Yoon Suk Yeol Menolak Mundur
-
Partai Oposisi Bakal Gelar Pemakzulan Kedua Yoon Suk Yeol
-
Gunung Kanlaon Meletus, Puluhan Ribu Warga Filipina Dievakuasi
-
Umumkan Darurat Militer, Para Artis Korea Dukung Pemakzulan Presiden Yoon
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
-
Anak-anak Kena ISPA hingga Pneumonia, Warga Terdampak RDF Rorotan Siapkan Gugatan Class Action
-
Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi
-
Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!