Suara.com - Sekjen DPP PPP, Arwani Thomafi menyampaikan, jika Mukernas II sudah menentukan bahwa Muktamar akan digelar sehabis Lebaran Idul Fitri 2025. Mukmatar tersebut merupakan permusyawaratan tertinggi yang bisa mengambil keputusan apapun, termasuk mengubah AD/ART partai.
“Di forum itu seluruh peserta atau muktamirin mempunyai ruang untuk memutuskan masa depan partai mulai dari menyusun memutuskan AD/ART, lalu memilih ketua umum dan keputusan-keputusan penting lainnya,” jelas Arwani saat ditemui dalam arena Mukernas II di Ancol, Sabtu (14/12/2024) malam.
Hal ini sekaligus membantah bahwa AD/ART tidak diubah dan harus mengikuti AD/ART muktamar sebelumnya. Perubahan AD/ART ini membuka peluang bagi tokoh baru, termasuk tokoh yang sudah beredar di media untuk masuk dan langsung memimpin partai sebagai Ketua Umum baru.
“Nah terkait dengan siapa yang akan dipilih, jika memang muktamirin menghendaki nama-nama misalnya pengin ada perubahan persyaratan ketua umum,” ujarnya.
Jika ada perubahan AD/ART, maka Calon Ketum PPP tidak harus menjadi pengurus partai sebelumnya. Baik itu pengurus di tingkat DPP maupun DPW.
“Tidak ada ketentuan yang misalnya itu harga mati (untuk caketum). Ini bisa diubah tergantung dari bagaimana peserta atau muktamirin nanti," katanya.
Hal ini membuat tokoh yang sebelumnya tidak menjadi pengurus atau bahkan bukan kader bisa daftar jadi kader dan mengajukan diri sebagai Caketum PPP.
Arwani mengakui bahwa saat ini di tingkat kader dan pengurus PPP sudah beredar nama-nama yang disebut akan maju dalam Caketum PPP. Mulai dari Gus Taj Yasin, Sandiaga Uno, Dudung Abdurrachman, Syaifullah Yusuf hingga Ahmad Baidowi.
Ia menyerahkan kepada peserta mutraman 2025 mendatang mengingat mereka mempunyai kewenangan penuh memilih dan menentukan kriterian calon Ketum baru.
Baca Juga: Mardiono: PPP Terbuka Orang Luar Maju Caketum, Tapi...
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara