Suara.com - Mantan Ketua Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Tumpak Hatorangan Panggabean mengatakan korupsi masih banyak terjadi setelah 5 periode kepemimpinan KPK.
Hal itu dia sampaikan dalam sambutannya pada acara serah terima jabatan Pimpinan dan Dewas KPK periode 2024-2029 di Gedung Juang KPK, Jakarta Selatan.
“Pimpinan KPK ini adalah jilid yang ke-6 sedangkan Dewan Pengawas ini adalah jilid yang ke-2. Jadi kalau sudah 6 berarti sudah hampir 30 tahun, 25 tahun telah berlalu pemberantasan korupsi melalui institusi yang kita banggakan ini,” kata Tumpak, Jumat (20/12/2024).
“Tetapi apa yang salah di negeri ini? 25 tahun lamanya tetapi masih banyak terjadi korupsi di negara republik yang tercinta ini. Ada yang salah mungkin di republik ini,” tambah dia.
Untuk itu, Tumpak menilai semua pihak perlu melakukan introspeksi untuk memitigasi makin banyaknya terjadi korupsi di Indonesia.
Selain itu, Tumpak juga memberi pesan kepada pimpinan KPK dan Dewas KPK untuk berjuang dalam upaya pemberantasan korupsi.
“Oleh karena itu berjuanglah harapan kami sebagai pendahulu berjuanglah sekeras-kerasnya pertahankanlah independensi, integritas profesional daripada institusi KPK ini,” ujar Tumpak.
Meski saat ini KPK berada di rumpun eksekutif, Tumpak menegaskan KPK tetap harus bersikap independen dan terbebas dari kekuasaan mana pun.
“Undang-undang masih memberikan jaminan dalam pelaksanaan tugas dan wewenangnya Komisi Pemberantasan Korupsi bebas dari pengaruh kekuasaan manapun,” tegas Tumpak.
Baca Juga: Prabowo Ingin Maafkan Koruptor, Mantan Penyidik KPK: Patut Dicoba
“Tetaplah kita bertahan bahwa kita memiliki integritas yang tinggi, integritas yang kuat sehingga kita bisa melaksanakan tugas ini secara baik, kita tampil beda,” tandas dia.
Berita Terkait
-
Perdana Dibredel Era Prabowo, Pameran Yos Suprapto Dilarang Tampil di Galeri Nasional: Ada 5 Lukisan Mirip Jokowi
-
Protes Kenaikan PPN 12 Persen, Ahok Sindir soal Rekrutmen PNS di Era Prabowo: Itu Duit Kita Bos!
-
Gubris Ucapan Prabowo, MAKI Ragu Koruptor Mau Tobat: Diadili Aja Gak Jujur, Gimana Mau Balikin Duit yang Dicuri?
-
Cabut Ucapan Deputi Penindakan soal 2 Tersangka Kasus CSR BI, Jubir KPK: Mungkin Dia Salah Lihat
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 5 Bedak Murah Mengandung SPF untuk Dipakai Sehari-hari, Mulai Rp19 Ribuan
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Fadli Zon Kaget! Acara Serah Terima SK Keraton Solo Diserbu Protes, Mikrofon Direbut
-
Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat ATR42-500 Berukuran Besar
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
Terkini
-
Atasi Banjir Jakarta, Dinas SDA Kerahkan 612 Pompa Stasioner dan Ratusan Pompa Mobile
-
Cuaca Buruk dan Medan Terjal Hambat Pencarian Pesawat ATR Hilang di Maros
-
Hujan Semalaman, 29 Ruas Jalan di Jakarta Masih Terendam Banjir
-
Jaring Aspirasi Lewat Media Kreatif, Baharkam Polri Gelar Festival Komik Polisi Penolong
-
Hujan Deras Kepung Jakarta, 48 RT Masih Terendam Banjir Hingga Minggu Siang
-
KPK: Eks Sekjen Kemnaker Diduga Beli Innova Zenix Pakai Uang Hasil Pemerasan TKA
-
Konsisten Berdayakan Desa, BNI Raih Penghargaan Hari Desa Nasional 2026
-
Konsisten Berdayakan Desa, BNI Raih Penghargaan Hari Desa Nasional 2026
-
Konsisten Berdayakan Desa, BNI Raih Penghargaan Hari Desa Nasional 2026
-
Banjir Lumpuhkan Sejumlah Rute Transjakarta, Penumpang Diimbau Cek Aplikasi