Suara.com - Pengamat militer, Connie Rahakundini Bakrie, menyinggung soal kasus-kasus korupsi besar yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Salah satunya kasus yang disebutnya melibatkan seorang kakak beradik.
Pernyataan itu disampaikan Connie lewat potongan video yang diunggah akun X @WGreborn. Jurnalis Suara.com telah berupaya menghubungi Connie untuk mengonfirmasi pernyataannya, tetapi hingga berita ditulis belum ada tanggapan.
Dalam video itu, Connie awalnya mengomentari langkah KPK yang menetapkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto sebagai tersangka kasus suap dan perintangan penyidikan perkara Harun Masiku. Yang mana penetapan tersangka itu dilakukan dua hari sebelum Hasto merayakan Natal.
"Sementara semua orang tahu beliau Katolik dan mengganggu ketenangan beliau malam Natal. Ya sudah saya berharap memang KPK sedang bekerja keras," kata Connie dikutip Suara.com, Sabtu (28/12/2024).
Karena itu, Connie berharap KPK benar-benar konsisten dalam menegakkan hukum. Ia kemudian kembali menyinggung soal kasus besar yang melibatkan seorang kakak beradik hingga Airlangga Hartarto.
"Kita tunggu nih, mungkin kita pasti, tahun baru ini kemudian akan masuk lah kakak beradik itu juga ke KPK, kemudian juga mungkin Pak Airlangga, kita nggak tahu atau juga yang lainnya," tuturnya.
Meski demikian, dalam video pernyataannya Connie tidak membeberkan siapa kakak beradik yang dimaksud.
Selain itu, Connie juga menyinggung soal dokumen penting. Dokumen titipan dari seseorang kepadanya itu kekinian diklaim telah diamankan di Rusia.
"Saat saya pulang ke Indonesia saya dititipi beberapa dokumen penting dan sudah saya amankan dan saya sudah notariskan di Rusia ini. Ya bisa saja itu jadi bom waktu, kita lihat saja," pungkas Connie.
Berita Terkait
-
Sebut KPK Tak Berani Tahan Hasto, Pengamat Duga Ada Pesanan untuk Menggembosi PDIP Menjelang Kongres 2025
-
Hasto Kaitkan Status Tersangkanya dengan Jokowi Tiga Periode, Projo: Mencoba Mengaburkan
-
Anggota DPR Satori Ngaku Terima Dana CSR BI Buat Sosialisasi di Dapil
-
Periksa Anggota DPR, Heri Gunawan Ngaku Dicecar Penyidik KPK soal Dana CSR BI
-
Dituding Tak Punya Dasar Cekal Yasonna, KPK Skak Balik PDIP: Semua Tindakan Penyidik Miliki Dasar Hukum!
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Wajah Baru Jakarta Menuju 5 Abad: Koridor Rasuna Said Jadi Pusat Diplomasi dan Budaya
-
Wamen PANRB Tegaskan Era Digital Butuh Pemimpin Visioner, Bukan Sekadar Manajer
-
Momen Haru Eks Wamenaker Noel Peluk Cium Putrinya usai Sidang: Ini yang Buat Saya Semangat
-
Korea Utara Tantang AS dan Sekutu: Jangan Atur-atur Kami Soal Nuklir
-
Sekarang Malu dan Menyesal Terima Uang Rp3 Miliar dan Ducati, Noel: Saya Minta Ampun Yang Mulia
-
Kapolri Sebut Penguatan Kompolnas Cukup Masuk di Revisi UU Polri, Tak Perlu UU Baru
-
Ahli Psikologi TNI Bongkar Profil 4 Penyiram Air Keras Andrie Yunus: Kemampuan Analisa Rendah
-
Buntut Kematian Dokter Myta, Kemenkes Tunda Internship di Puskesmas dan RSUD Kuala Tungkal
-
'Nak Keluar Sayang', Noel Minta Putrinya yang Berseragam Sekolah Keluar Sidang karena Ditegur Hakim
-
7,36 Persen Warga Indonesia Tanpa Air Bersih, Teknologi Ini Jadi Harapan Baru?