Suara.com - Belakangan ini ramai pemberitaan terkait beberapa orang di sejumlah wilayah meninggal dunia diduga usai mengonsumsi belalang bulus alias belalang setan yang beracun. Kejadian ini pun membuat masyarakat merasa khawatir dan was was dengan kehadiran belalang setan. Hingga tak sedikit yang mencari tahu tentang cara basmi belalang setan.
Belalang setan, yang mempunyai nama latin Aularches miliaris, adalah serangga yang kerap dianggap sebagai hama pertanian. Secara kasat mata, tampil hewan jenis serangga ini memang menyeramkan, namun tak terkesan berbahaya. Entah bagaimana asal usulnya hingga hewan ini dinamakan belalang setan.
Ciri-Ciri Belalang Setan
Melansir dari berbagai sumber, hewan dengan nama latin Aularches miliaris ini merupakan jenis serangga dari keluarga Pyrgomorphidae. Ciri khas pada hewan ini, yaitu mempunyai warna tubuh cerah sehingga terlihat agaj mencolok dan berbeda dari jenis serangga lainnya.
Pada umumnya, bagian kepala dan dada belalang setan berwarna gelap kebiruan dan terdapat corak kuning. Sementara itu, di bagian perutnya berwarna hitam dengan pola garis-garis merah yang menonjol. Kemudian memiliki sayap berwarna hijau dengan bercak kekuningan.
Belalang setan memiliki cairan beracun yang dijadikan sebagai alat pertahanan diri dari musuh. Cairan ini diproduksi dari bagian dada (toraks) dan keluar saat ia terancam atau terganggu oleh predator. Dengan dikeluarkannya cairan ini, predator yang berpotensi membahayakannya akan takut.
Bahaya Belalang Setan
Menurut peneliti yang dilakukan UGM menyebut, cairan berbau menyengat yang dihasilkan oleh belalamg setan sebenarnya tidak beracun bagi manusia. Akan tetapi pada beberapa orang, cairan tersebut bisa menyebabkan iritasi kulit lantaran mengandung senyawa kimia yang berpotensi berbahaya.
Namun, belum ada bukti ilmiah racun belalang setan menjadi penyebab kematian pada manusia. Selain itu, efek samping yang dirasakan juga bervariasi. Meski demikian, jika melihat sejumlah peristiwa yang terjadi usai mengonsumsi belalang setan, maka kita diminta selalu waspada.
Baca Juga: OMG Riau Serahkan Obat Untuk Berantas Hama Bagi Petani Jambu
Di Mana Belalang Setan dapat Ditemukan?
Berbeda dari jenis belalang yang biasa ditemukan, belalang setan biasanya akan mencari makan pada malam hari. Belalang setan dapat ditemukan di wilayah Asia Selatan dan Asia Tenggara, termasuk di Indonesia. Adapun habitat alaminya berada di kawasan hutan, perkebunan, serta lahan pertanian. Dalam sektor pertanian, serangga ini juga dianggap berbahaya pasalnya bisa merusak tanaman.
Cara Membasmi Belalang Setan
Sebenarnya belum ada cara khusus untuk membasmi belalang setan, namun kita bisa mencoba membasminya seperti membasmi belalang biasa. Berikut adalah beberapa cara membasmi belalang setan:
1. Semprotan bawang putih
Belalang sangat tidak tahan dengan aroma yang kuat seperti bawang putih. Sehingga membuat mereka enggan mendekati tanaman yang ada di rumah.
2. Mendorong adanya predator alami
Memancing predator alami belalang untuk masuk ke taman rumah juga bisa menjadi salah satu cara untuk membasmi belalang setan. Misalnya memancing burung dengan menaruh biji-bijian di taman.
3. Pasang jebakan alami
Salah satu jebakan alami untuk mebasmi belalang setan adalah menggunakan molase atau produk sampingan dari gula. Perangkap ini terdiri dari 10% molase serta 90% air. Dengan begitu, belalang setan bisa hilang dengan sendirinya.
4. Menaburkan tepung pada tanaman
Menaburkan tepung di tanaman dapat membasmi belalang. Sebab, tepung serba guna bisa menjadi komoditas rumah tangga yang mampu melawan belalang.
Demikian tadi ulasan seputar cara basmi belalang setan. Semoga informasi ini bermanfaat dan menambah kewaspadaan kita untuk tidak mengonsumsi sembarangan jenis hewan.
Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Lingkaran Setan Kekerasan di Balik Seragam: Mengapa Polisi Junior Terus Jadi Korban Senior?
-
Bareskrim Ambil Alih Pengejaran Ko Erwin, Bandar Narkoba Terkait Kasus AKBP Didik
-
WNA Australia Terinfeksi Campak Usai Kunjungi RI, Kemenkes Percepat Imunisasi MR untuk Anak PAUDTK
-
Pramono Anung Instruksikan Perluasan Akses Jalan Guna Urai Kemacetan Flyover Latumenten
-
KPK Telusuri Pemilik Lima Koper Berisi Uang Rp5 Miliar dalam Kasus Bea Cukai
-
DPRD DKI Kritik Impor 3.100 Sapi oleh Pramono Anung, Dinilai Tak Sejalan UU Pangan
-
Habib Jafar: Ramadan Momentum Jadi Muslim Kaya Hati, Bukan Sekadar Kaya Materi
-
Hakim Tetapkan Kerugian Negara Kasus Korupsi Minyak Pertamina Sebesar Rp9,4 Triliun
-
Divonis 9 Tahun Penjara, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Sebut Fakta Sidang Diabaikan
-
Ancaman Nyata dari AS hingga AI: Bagaimana RI Menjaga 'Benteng' Pembangunan Nasional di 2026?