Suara.com - Klaim bahwa Bambang Wuryanto atau yang lebih dikenal sebagai Bambang Pacul dipecat dari jabatannya sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDIP Jawa Tengah adalah informasi yang menyesatkan. Unggahan di akun TikTok "majubersamajakarta" pada Senin (9/12/2024), yang menyatakan bahwa Bambang Pacul dipecat karena gagal menggaet suara untuk calon usungan PDIP, Andika Perkasa, dalam Pilkada 2024, tidak sesuai dengan fakta yang ada.
Dalam narasi yang dibagikan, disebutkan bahwa Bambang Pacul dipecat karena mendukung pemerintah dan gagal mengamankan suara di Jawa Tengah. Unggahan ini menimbulkan banyak pertanyaan dan kritik terhadap PDIP, termasuk perlakuan yang berbeda terhadap kader lain seperti Olly Dondokambey. Hingga Senin (30/12/2024), unggahan tersebut telah disukai oleh 147 pengguna dan dikomentari sebanyak 64 kali.
Namun, pemeriksaan fakta oleh Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menunjukkan bahwa klaim ini tidak benar. Hasil pencarian dengan kata kunci "PDIP pecat Bambang Pacul" di Google menunjukkan bahwa nama Bambang Pacul tidak masuk dalam daftar kader PDIP yang dipecat terkait Pilpres-Pilkada 2024, seperti yang diberitakan oleh CNN Indonesia pada Senin (16/12/2024).
Dalam berita tersebut, Bambang Pacul justru terlihat mendampingi Ketua DPP PDIP Bidang Kehormatan Partai, Komarudin Watubun, saat membacakan surat pemecatan atas 27 anggota PDIP. Selain itu, laman resmi pdiperjuangan-jateng.com juga masih mencatat Bambang Pacul sebagai Ketua DPD PDIP Jateng.
Kesimpulannya, unggahan yang menyebutkan Bambang Pacul dipecat dari PDIP adalah konten yang menyesatkan. Bambang Pacul masih menjabat sebagai Ketua DPD PDIP Jateng, dan klaim yang beredar di media sosial tidak memiliki dasar yang valid.
Berita Terkait
-
PDIP Heran Jokowi Masuk Daftar Pemimpin Korup: Bukankah Sederhana dan Konsisten Kemeja Putih?
-
'Nubuat' Megawati Tolak Presiden 3 Periode, Jokowi Kini Masuk Daftar Terkorup di Dunia
-
Klaim Jokowi Tak Pernah Minta 3 Periode, Guntur Romli PDIP: Hanya Jadi Bahan Tertawaan Publik
-
Jokowi Tanggapi Tudingan Hasto Soal 3 Periode: Saya Tidak Pernah Minta
-
Cek Fakta: Gus Miftah Punya Nama Asli Ta'im dan Bukan Keturunan Kiai
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
KPK Bawa Bupati Cilacap dan Sekda ke Jakarta Usai OTT, 13 Orang Diperiksa Intensif
-
Pesawat Tanker AS Jatuh di Irak, Amerika Sebut Kecelakaan tapi Iran Klaim Ditembak Rudal
-
Kebakaran Hebat di Tambora Jakbar, 25 Rumah Hangus dan 206 Warga Terpaksa Mengungsi
-
Andrie Yunus Disiram Air Keras, Menko Yusril: Pola Serangan Terencana dan Terorganisir
-
Serangan Brutal AS-Israel Sengaja Targetkan Anak-anak, Kemenkes Iran Rilis Data Mengerikan
-
Pakar UGM Kritik Serangan AS ke Iran: Ada Standar Ganda Soal Nuklir Israel
-
Solidaritas Tanpa Batas: Warga Iran Tetap Bela Palestina di Tengah Gempuran Rudal AS-Israel
-
GMNI Kecam Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, Minta Prabowo dan Kapolri Bertindak
-
TMP Bakal Dikelola Kemenhan, Gus Ipul Sebut Kemensos Tak Punya Kapasitas Cukup
-
Isu Sanksi AS Usai Indonesia Borong Rudal BrahMos Rp 5,9 Triliun, Pakar Buka Suara