Suara.com - Menteri Luar Negeri Jerman, Annalena Baerbock, menyatakan keinginan negaranya untuk mendukung Suriah dalam mengembalikan fungsinya sebagai negara berdaulat yang memiliki kontrol penuh atas wilayahnya. Pernyataan ini disampaikan menjelang kunjungan Baerbock ke Damaskus bersama Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, sebagai bagian dari misi diplomatik Uni Eropa.
Dalam kunjungan ini, Baerbock dan Barrot dijadwalkan bertemu dengan Ahmed al-Sharaa, pemimpin pasukan oposisi Islamis Hayat Tahrir al-Sham (HTS) yang berhasil menggulingkan rezim Bashar al-Assad pada awal Desember lalu.
Baerbock mengakui adanya skeptisisme terhadap kepemimpinan baru Suriah di bawah HTS, terutama karena latar belakang ideologis kelompok tersebut. Meski begitu, ia menegaskan pentingnya memberikan dukungan kepada rakyat Suriah di tengah momen transisi yang sangat krusial ini.
“Kunjungan kami adalah sinyal jelas bahwa ada peluang untuk membangun hubungan baru antara Suriah dan Jerman, serta Eropa secara lebih luas,” ujar Baerbock.
Dalam pernyataannya, Baerbock juga mendesak rezim baru untuk menghindari aksi balas dendam terhadap kelompok-kelompok tertentu di masyarakat, mempercepat persiapan pemilu, serta mencegah upaya radikalisasi sistem peradilan dan pendidikan.
Pemerintahan baru Suriah yang dipimpin oleh HTS telah membuat sejumlah perubahan signifikan dalam kurikulum nasional. Beberapa di antaranya adalah penghapusan puisi yang berhubungan dengan tema wanita dan cinta, serta revisi pelajaran sejarah kuno dengan menghapus referensi tentang dewa-dewa dari masa lalu.
Selain itu, sebuah ayat Al-Quran yang merujuk pada kelompok-kelompok yang dimurkai Tuhan diartikan sebagai sindiran kepada Yahudi dan Nasara, istilah yang dianggap merendahkan umat Kristen. Perubahan lainnya termasuk penghapusan lagu kebangsaan dari buku pelajaran serta penggantian frasa nasionalis mengorbankan hidup demi membela tanah air dengan kalimat mengorbankan hidup demi Allah.
Kunjungan ini dipandang sebagai ujian bagi Uni Eropa dalam menghadapi realitas politik baru di Suriah. Sementara banyak negara Barat masih meragukan masa depan Suriah di bawah kepemimpinan HTS, langkah ini menunjukkan komitmen untuk tetap terlibat secara diplomatik dan mendorong stabilitas di kawasan.
Jerman dan Prancis berupaya memastikan bahwa masa depan Suriah akan mencerminkan nilai-nilai hak asasi manusia dan menghindari diskriminasi terhadap kelompok-kelompok minoritas. Baerbock menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa kerja sama internasional harus bertujuan untuk membangun Suriah yang inklusif dan damai.
Baca Juga: Subsidi Dipangkas, Harga Meroket: Mampukah Mobil Listrik Bertahan?
Sementara itu, masyarakat internasional terus memantau perkembangan di Suriah, berharap agar fase baru ini membawa stabilitas dan kehidupan yang lebih baik bagi rakyat Suriah yang telah lama menderita akibat perang berkepanjangan.
Berita Terkait
-
Subsidi Dipangkas, Harga Meroket: Mampukah Mobil Listrik Bertahan?
-
Lima Orang Tewas di Jerman Akibat Kembang Api Tahun Baru
-
Ulasan Novel Azimah: Pesta Tahun Baru Gadis Aleppo Suriah
-
Punya Darah Jakarta, Liam Effendi Ungkap Rasa Bahagia Gabung Timnas Jerman
-
Krisis Pendidikan Suriah: Setengah Anak Usia Sekolah Terlantar Akibat Perang
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
3 Zodiak yang Meraih Kesuksesan 16 Juli 2026, Peluang Emas di Depan Mata
-
Iran Bebaskan Warga Negara Amerika yang Ditahan Sejak 2024, Respon Donald Trump Bikin Kaget
-
Fakta Menarik Hasil Argentina vs Inggris di Piala Dunia 2026 Tadi Pagi
-
Ongkos Perbaikan Mobil Listrik BekasTerbesar Bukanlah Baterai, Menurut Riset
-
Argentina ke Final Piala Dunia 2026, Scaloni: Albiceleste Siap Hancurkan Spanyol
-
Lautaro Martinez: Saya Sudah Bilang ke Alexis, Akan Cetak Gol
-
UEFA Mulai Gerah! Muncul Desakan Lengserkan Infantino dari Kursi Presiden FIFA
-
Prabowo Kumpulkan Menteri, Nasib MBG & Koperasi Desa Merah Putih Dibahas
-
Amankah Ibu Hamil Pakai Parfum? Ini Penjelasan Dokter Kandungan
-
Final Piala Dunia 2026 Argentina Tantang Spanyol: Messi vs Generasi Emas La Roja