Suara.com - Rencana penghapusan koridor 1 Transjakarta, rute Kota-Blok M karena bersinggungan dengan rute MRT Lebak bulus-Kota, tuai kritik dari publik. Rute Transjakarta itu rencananya akan ditutup setelah pembangunan MRT dari Bundaran HI sampai Kota selesai pada 2029.
Pengamat tata kota Yayat Supriyatna menyampaikan, publik harusnya melihat rencana tersebut dalam konteks jangka panjang. Menurut Yayat, dihapusnya Transjakarta koridor 1 telah jadi keputusan tepat karena untuk jalur yang sama telah terlayani dengan MRT.
Terlebih, transportasi umum di Jakarta juga telah ditetapkan sistem integrasi dengan biaya subsidi dari pemerintah.
"Bayangkan (tarif) Rp10.000 itu subsidi yang besar antara tiga moda itu kan, LRT, MRT, dan Transjakarta. Sekarang kalau ada penghapusan, tapi tiketnya lebih terjangkau, lebih terintegrasi, lebih luas, kenapa tidak? Jakarta itu bisa dikatakan hampir 80 persen pelayanan angkutan umumnya sudah berambat ke seluruh wilayah," kata Yayat kepada suara.com, dihubungi Jumat (3/1/2025).
Selain itu, rute yang sama antara Transjakarta dengan MRT dinilai sebagai tindakan pemborosan dalam konteks efisiensi operasional dan pembiayaan. Sebagai provinsi yangbakan dirancang menjadi kota global, kata Yayat, tranportasi Jakarta harusnya bisa lebih banyak sistem integrasi.
"Bagaimana sistem integrasi itu bisa memberikan pilihan pada yang terbaik. Kalau dalam satu koridor ada dua pelayanan, yang satu lebih baik dan ada ruang kontestasi, pasti suatu saat anak-anak muda Jakarta pilih yang lebih cepat, mudah, lebih nyaman," ujarnya.
Meski, tarif MRT lebih mahal, Yayat yakin kalau moda transportasi itu pada akhirnya akan jadi pilihan publik karena kecepatan serta kenyamanannya jauh di atas dari Transjakarta.
Dosen Universitas Trisakti itu juga menyebutkan bahwa pengguna MRT sebanyak 70 persen di antaranya ialah pekerja muda yang kemungkinan telah memiliki kesejahteraan lebih baik, terutama untuk beberapa tahun ke depan.
"Kalau bagi mereka-mereka yang tidak mampu dalam artian ekonomi, kan ada 18 golongan yang dapat subsidi dan gratis, daftar aja. Kalau mereka memang yang tidak mampu seperti Lansia, itu gratis. Kemudian TNI, ada banyak orang yang memang tidak mampu," ujarnya.
Baca Juga: Transjakarta Dapat Sertifikat Pengurangan Emisi, Ketua DPRD DKI Berharap Jadi Contoh Provinsi Lain
Tag
Berita Terkait
-
Transjakarta Dapat Sertifikat Pengurangan Emisi, Ketua DPRD DKI Berharap Jadi Contoh Provinsi Lain
-
Tarif Transjakarta Cuma Rp1 Saat Tahun Baru! Cek Rute dan Jadwalnya di Sini
-
Cara Membeli Tiket MRT Menggunakan E-Wallet GoPay
-
Libur Nataru, Bus Tingkat Wisata Transjakarta Diserbu Warga
-
Sambut Tahun Baru 2025, Naik Angkutan Umum di Jakarta Gratis dari 31 Desember Sampai 1 Januari 2025
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Kaki Masih Pegal Setelah Lari? Ini 5 Sepatu Recovery Run Lokal dengan Review Terbaik
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Henri Curiga Kasus Roy Suryo Dikebut, Sebut Ada Upaya Cegah Ijazah Jokowi Diuji di Pengadilan
-
Di Tengah Sorotan Ekonomi, Prabowo Minta Rosan Buka Data Masuknya Investasi Asing ke Indonesia
-
Sentil Polri di Kasus Roy Suryo, Henri Subiakto Sebut UU ITE Dipakai Tutupi Isu Ijazah Jokowi
-
Di Tengah Gelombang Kritik, Prabowo Sebut Investasi Asing ke Indonesia Terus Mengalir
-
Henri Subiakto Sebut Pasal yang Menjerat Roy Suryo Tak Masuk Akal, Status P21 Dipertanyakan
-
Trump Klaim Kesepakatan Damai AS-Iran Segera Ditandatangani, Teheran Beri Sinyal Berbeda
-
Apa Itu Restitusi? Wamen PPPA Tegaskan Korban Bullying Berhak Dapat Ganti Rugi
-
Bangun Spiritualitas Warga Jawa Barat, KDM Prioritaskan Bangun Tajuk di Lingkungan
-
Kejahatan Digital Kian Mengintai, Pemerintah Minta Anak Muda Hati-hati di Internet
-
Veronica Tan Soroti Pemberdayaan Perempuan di NTT: Kunci Putus Rantai Kemiskinan dan Kekerasan