Suara.com - Baru-baru ini, beredar pesan penipuan melalui aplikasi pesan instan seperti WhatsApp yang mengatasnamakan PT Arkadia Digital Media. Penipu menawarkan pekerjaan freelance dengan bayaran tinggi untuk tugas sederhana, seperti menyukai dan berlangganan (subscribe) konten YouTube. Namun, fakta menunjukkan bahwa PT Arkadia Digital Media tidak pernah membuka lowongan pekerjaan semacam itu.
Dalam modus penipuan ini, pelaku meminta korban untuk menyetorkan sejumlah uang dengan berbagai alasan, seperti biaya registrasi atau akses ke tugas yang lebih banyak. Setelah korban melakukan transfer, pelaku menghilang tanpa memberikan imbalan yang dijanjikan.
Pernyataan Resmi PT Arkadia Digital Media
Menanggapi maraknya penipuan ini, PT Arkadia Digital Media Tbk mengeluarkan pernyataan resmi. Perusahaan menegaskan bahwa mereka tidak pernah menjalankan program perekrutan freelancer seperti yang diklaim oleh para pelaku penipuan.
Dalam pernyataannya, PT Arkadia Digital Media menegaskan beberapa hal penting, antara lain:
- Tidak pernah menawarkan pekerjaan freelance dengan tugas seperti like dan subscribe.
- Tidak meminta setoran dana (deposit) dalam bentuk apa pun.
- Pesan tawaran kerja yang beredar di WhatsApp, email, atau media lain adalah bentuk penipuan.
- Nomor WhatsApp yang digunakan oleh pelaku bukanlah nomor resmi dari manajemen atau karyawan PT Arkadia Digital Media.
- Perusahaan tidak memiliki hubungan dengan pihak-pihak yang melakukan penipuan ini dan menegaskan bahwa tindakan tersebut melanggar hukum.
Sebagai perusahaan yang terdaftar secara resmi di Kementerian Hukum dan HAM RI, Otoritas Jasa Keuangan, dan Bursa Efek Indonesia, PT Arkadia Digital Media memastikan bahwa setiap tindakan penipuan yang mencatut nama mereka akan diproses secara hukum.
Imbauan kepada Masyarakat
PT Arkadia Digital Media mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan tawaran pekerjaan mencurigakan, terutama jika terdapat permintaan setoran dana terlebih dahulu. Jika menerima pesan serupa, masyarakat disarankan untuk:
- Mengabaikan pesan tersebut.
- Tidak memberikan data pribadi atau melakukan transfer uang.
- Melaporkan ke pihak berwenang agar dapat ditindaklanjuti.
Pengumuman ini bertujuan untuk melindungi masyarakat dari potensi kerugian akibat penipuan yang mencatut nama PT Arkadia Digital Media Tbk.
Kesimpulan
Pesan yang mengatasnamakan PT Arkadia Digital Media untuk menawarkan pekerjaan freelance dengan tugas like dan subscribe adalah modus penipuan. PT Arkadia Digital Media secara resmi menyatakan tidak pernah membuka lowongan seperti itu dan menegaskan bahwa pihaknya tidak meminta setoran dana dalam bentuk apa pun. Masyarakat diimbau untuk waspada dan segera melaporkan jika menerima pesan serupa.
Klaim: PT Arkadia Digital Media membuka lowongan kerja freelance dengan bayaran tinggi.
Baca Juga: Waspada! Penipuan Lowongan Freelance Catut Nama PT Arkadia Digital Media
Rating: Hoaks/Scam
Berita Terkait
-
Waspada! Penipuan Lowongan Freelance Catut Nama PT Arkadia Digital Media
-
Cek Fakta: Hasil Rapat DPR dan Polri Sahkan SIM dan STNK Seumur Hidup
-
CEK FAKTA: SIM dan STNK Seumur Hidup Akhirnya Disahkan
-
CEK FAKTA: Bambang Pacul Dipecat PDIP
-
Cek Fakta: Gus Miftah Punya Nama Asli Ta'im dan Bukan Keturunan Kiai
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
RS Dilarang Tolak Pasien BPJS PBI, Mensos Tegaskan Layanan Cuci Darah Wajib Dilayani
-
Bos Gembong Narkoba Skotlandia Steven Lyons Ditangkap di Bali, Pimpin Sindikat 'Lyons Crime Family'
-
Zulhas Sebut PAN-Gerindra 'Koalisi Sepanjang Masa', Dasco: Kami Harap Ini Langgeng
-
Menaker Yassierli Sidak Perusahaan di Semarang Faktor THR Tak Dibayar Penuh
-
Babak Baru Kasus Andrie Yunus: Puspom TNI Izin LPSK Periksa Korban Usai Ditolak Dokter
-
Dapur MBG Kembali Beroperasi Usai Libur Lebaran, Relawan: Kangen Suara Ompreng
-
Jaga Semangat Belajar Siswa, Satgas PRR Kebut Renovasi Fasdik Terdampak Bencana
-
Usai Jepang, Presiden Prabowo Tiba di Korea Selatan Lanjutkan Diplomasi Asia Timur
-
'Kirim Putra Trump, Anak Netanyahu, dan Pangeran-pangeran Arab Perang ke Iran!'
-
Gudang Sound System di Kembangan Ludes Dilalap Api, 15 Unit Damkar Diterjunkan ke Lokasi