Suara.com - Siswa SMPN 61 Jakarta Barat mengeluhkan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolahnya, lantaran uang jajan mereka dikurangi orang tuanya.
Siswa berinisial A mengatakan bahwa selama ini mendapat uang jajan Rp 20 ribu per hari. Namun, setelah adanya MBG kini uang jajannya dipangkas Rp 5 ribu.
Sebab, orang tua A beranggapan uang jajan yang seharusnya dipakai membeli makan siang kini sudah ditanggung oleh pemerintah.
"Iya (uang jajan berkurang) dari Rp 20 ribu ke Rp 15 ribu," ujar A saat ditemui Suara.com, Senin (6/1/2026).
Tak hanya itu, A juga mengeluhkan soal rasa makanan yang MBG yang kurang cocok dengan seleranya. Ia bahkan kerap tidak habis menyantap menu yang disajikan.
"Enak sih. Tapi kadang nggak habis. Kekenyangan," ucapnya.
Kekenyangan A bukan karena lahap menyantap hidangannya. Melainkan perutnya kembung lantaran harus meminum air putih agar makanan bisa ditelan.
"(Kekenyangan karena) minum air putih mulu. Setiap makan minum air putih mulu. Iya (biar tertelan)," katanya.
Diketahui, pada hari pertama pelaksanaan program ini, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Teguh Setyabudi mendatangi SMPN 61, Jakarta Barat. Ia juga ikut membagikan kotak MBG itu bersama para guru.
Baca Juga: Tinjau Dapur Makan Bergizi Gratis di Depok, Gubernur Lemhannas: Sesuai Standar dan Higienis
Kemudian, Teguh sempat memberikan sambutan di salah satu kelas.
"Alhamdulillah hari ini program makan bergizi gratis sudah dimulai di seluruh Indonesia," ujar Teguh di hadapan para siswa, Senin (6/12/2024).
Teguh mengatakan, pihaknya akan mendukung penuh program yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto ini. Di Jakarta sendiri program MBG saat ini sudah dilaksanakan di 4 SPPG.
Sementara, di SMPN 61 Jakarta Barat sendiri ada 655 siswa yang menerima paket makan siang hari ini.
"Untuk di wilayah DKI Jakarta pada hari ini sudah beroperasi 4 SPPG dengan 41 sekolah yang dilayani, kemudian juga mensuplai untuk 12.054 makanan untuk para siswa," ucapnya.
Terkait menu makanan, Teguh menyebut tiap hari siswa akan mendapatkan menu yang berbeda-beda. Hal ini dilakukan agar siswa tak bosan dan mau memakannya secara rutin.
"Variasi menu ini akan selalu berganti dan nanti kita juga harapkan dari sisi pengawasan, kualitasnya juga akan tetap terjaga," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel
-
El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai
-
74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek