Suara.com - Seorang anggota polisi bernama Setyabudi belakangan menjadi sorotan netizen setelah video challenge 'tembak kaki' yang dibuatnya kembali viral di media sosial.
Dalam video challenge tersebut yang diunggah lewat akun TikTok @setyabudi.real pada 26 November 2024, anggota polisi itu mengaku akan memberikan hadiah jika tidak berhasil menembak kaki orang yang mau menerima tantangan tersebut.
Tantangan itu diberikan karena polisi itu tampak tidak terima dengan komentar salah satu akun TikTok. Atas video challenge yang dibuatnya itu, polisi itu juga menantang netizen untuk mendatangi kediamannya di Kota Palu, Sulawesi Tengah.
"Jadi guys ada yang komentar, polisi kok nembak kaki ya, tangkap dulu baru tembak kaki, mustahil lari terus ditembak kena kaki. Karena dia sebut polisi, kebetulan juga saya masih polisi, atau kita buat challenge saja, kita janjian, kamu ke Palu, ke alamatku. Nanti kamu lagi, saya tembak, kena kaki atau tidak, bagaimana? Nanti kita kasih hadiah, siapa yang menang," demikian video challenge polisi tersebut.
Sontak video challenge yang dibuat akun @setyabudi.real menjadi sorotan netizen lainnya setelah beredar di platform X.
Akun @Ko_aliong yang turut membagikan ulang video tersebut juga memberikan komentar yang menohok sembari mencolek akun X resmi Humas Polri.
"Yg mau ditembak "polisi" kabarin ya guys .,bisa datang ke Palu tempat doi bertugas..Kebetulan doi suka bikin challenge.. CC @DivHumas_Polri, siapa tau mau jd juri atau sponsor untuk anggota nya ini," demikian cuitan akun tersebut.
Sontak netizen lainnya pun ikut geram dengan aksi polisi yang membuat video challenge 'tembak kaki' lantaran dianggap arogan. Bahkan, ada yang mempertanyakan jika pria tersebut bisa lolos menjadi anggota polisi.
"Apakah tidak ada test kejiwaan utk jadi polisi? Ngeri banget," tulis akun @ka**********.
"Rutin konsumsi narkoba kah anggotamu ini @DivHumas_Polri ???
Bagusnya suruh tembak anggota keluarganya saja," geram akun @Fo********.
Selain itu, ada juga netizen yang menguliti jejak digital polisi tersebut yang diduga ikut terlibat sejumlah kasus tapi tidak urung dipecat dari insititusi Polri.
"Polisi ini ini namanya yuli Setiabudi, pernah Terlibat JUDI ONLINE, PENIPUAN, PENGGELAPAN MOBIL RENTAL, tapi anehnya nggk dipecat," beber akun @ta******* sembari mengunggah hasil tangkapan layar sebuah berita media online.
Berita Terkait
-
OCCRP Sebut Jokowi Tokoh Terkorup Dunia, Bivitri: Nepotisme Itu Akar Korupsi Paling Luar Biasa
-
Rela Mati Demi Bantu Orang Susah, Memoar Alvin Lim Sindir Deddy Corbuzier: Pakai Baju Tentara, tapi Perbuatan Lu...
-
Heboh Review Jujur Siswa SD Sebut Rasa Menu Ayam MBG Aneh, Netizen Sedih: Sabar ya Dek!
-
Desak Jaksa Banding Secara Maksimal, Komjak Curigai Vonis Ringan Harvey Moeis dkk: Ini Kenapa?
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Presiden Iran Tolak Negosiasi di Bawah Tekanan dan Blokade
-
Bantah Isu Bansos Dipotong, Gus Ipul: Itu Narasi Menyesatkan dan Potensi Penipuan!
-
Donald Trump Klaim Terima Usulan Baru dari Iran usai Batalkan Misi Perundingan ke Pakistan
-
Donald Trump Batalkan Keberangkatan Utusan ke Pakistan, Negosiasi Iran AS Kembali Buntu
-
Motif Konyol 'Prank' Damkar Semarang Terungkap: Kesal Debitur Susah Ditagih Utang Rp2 Juta!
-
WHO Sebut Butuh Rp172 Triliun untuk Pulihkan Sistem Kesehatan Gaza dalam 5 Tahun
-
Kekerasan Anak di Little Aresha, Pengurus Hingga Pemilik Terancam Hukuman Berat
-
Bidik Top 50 Kota Global, Jakarta Resmi Jalin Kerja Sama Sister City dengan Jeju Korsel
-
SPAI Desak Pemerintah: Hapus Perbudakan Modern, Akui Pengemudi Ojol Sebagai Pekerja Formal!
-
Bukan Intervensi! Eks Penyidik: Usul KPK Capres Wajib Kader Partai Bentuk Kontribusi Pemikiran