Suara.com - Calon Wakil Bupati Bogor nomor urut dua, Musyafaur Rahman alias Kang Mus menyindir pencabutan gugatan sengketa Pilkada setelah pertemuan antara paslon nomor urut 1, Rudy Susmanto - Ade Ruhandi dengan Bayu Syahjohan sebagai Cabup nomor dua.
"Lucu juga ketika saya tahu bahwa pencabutan justru dilakukan setelah pertemuan para pihak (Rudy-Ade dengan Bayu Syahjohan)," kata dia kepada wartawan, Rabu 8 Januari 2025.
Ia mengaku heran kepada Bayu Syahjohan yang begitu saja mendeklarasikan pencabutan gugatan sengketa Pilkada setelah pertemuan itu.
Padahal, kata dia, jika Bayu ingin masuk dalam pemerintahan, harus bisa bijak seperti Prabowo pada Pilpres 2014 dan 2019.
"Kenapa gak kita tiru langkah pak prabowo 2014 dan 2019 yg tetap menggugat di MK dan berikutnya ketika situasi pemerintahan membutuhkan ya ikut terlibat dalam pemerintahan menjadi menteri presiden terpilih," kata dia.
"Demokrasi dan segala proses di dalamnya kita jalani. Pilihan berkiprah dalam pemerintahan bisa dibicarakan kemudian, harusnya begitu," lanjut dia.
Ia beranggapan, gugatan sengketa Pilkada kepada Mahkamah Konstitusi yang dilakukan dirinya dengan Bayu Syahjohan seperti alat jualan kepada Paslon pemenang.
"Ini kan jadi seperti gugatan sekedar alat tawar menawar, harga cocok cabut hehehe," sindir dia.
Kang Mus mengaku, dirinya berniat maju dalam kontestasi Pilkada Kabupaten Bogor karena untuk membawa proses demokrasi secara baik, termasuk menggugat sengketa Pilkada.
Baca Juga: Sudah Jadi Terdakwa, Pelaku Penyebar Video Syur Putri David Bayu Eks Naif Disebut Tidak Menyesal
"Saya, Kang Mus, sejak awal maju dan bertarung dalam kontetasi pilkada, niat awal dan dalam prosesnya semata mata untuk menegakkan demokrasi di Kabupaten Bogor , agar masyarakat mendapatkan pemimpin yg terbaik dan pada akhirnya mampu membawa kemaslahatan lewat proses yang benar," tutup dia.
Kontributor : Egi Abdul Mugni
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Korea Utara Tantang AS dan Sekutu: Jangan Atur-atur Kami Soal Nuklir
-
Sekarang Malu dan Menyesal Terima Uang Rp3 Miliar dan Ducati, Noel: Saya Minta Ampun Yang Mulia
-
Kapolri Sebut Penguatan Kompolnas Cukup Masuk di Revisi UU Polri, Tak Perlu UU Baru
-
Ahli Psikologi TNI Bongkar Profil 4 Penyiram Air Keras Andrie Yunus: Kemampuan Analisa Rendah
-
Buntut Kematian Dokter Myta, Kemenkes Tunda Internship di Puskesmas dan RSUD Kuala Tungkal
-
'Nak Keluar Sayang', Noel Minta Putrinya yang Berseragam Sekolah Keluar Sidang karena Ditegur Hakim
-
7,36 Persen Warga Indonesia Tanpa Air Bersih, Teknologi Ini Jadi Harapan Baru?
-
Kasus Dokter Internship Meninggal, Menkes Minta Audit Medis Tindakan RS
-
Maut Mengintai di Balik 'Jalan Pintas', 57 Nyawa Melayang Sia-sia di Jalur Kereta Daop 1 Jakarta
-
Eks Wamenaker Noel Ngaku 'Gak Tahu' Terima Ducati Harus Lapor KPK: Saya Menyesal Banget