Suara.com - Seorang pria berusia 20 tahun, Mateusz Hepa, membuat pengakuan mengerikan selama sidang pengadilan yang berlangsung pekan lalu di Gliwice, Polandia. Hepa mengungkapkan bahwa takdir dari Wiktoria Kozielska, seorang gadis 18 tahun yang ditemuinya di bus, diputuskan melalui lemparan koin. Keputusan tersebut berujung pada pembunuhan brutal yang dilakukannya terhadap korban.
Kejadian bermula saat Wiktoria, yang baru saja pulang dari sebuah pesta di kota Katowice, dihampiri oleh Hepa yang baru selesai bekerja di bengkel mobil. Setelah berbincang sebentar, Hepa membujuk Wiktoria untuk ikut ke apartemennya, tempat dia akhirnya tertidur.
Namun, setelah beberapa waktu, Hepa melakukan tindakan kekerasan luar biasa dengan memukuli dan mencekiknya hingga tewas menggunakan tali, sebelum membungkus jasadnya dengan plastik dan menghubungi polisi, seperti yang diungkapkan selama persidangan, menurut laporan dari Daily Mail.
Dalam pernyataan yang mengejutkan, yang seakan mengingatkan pada premis buku laris The Dice Man, di mana tokoh utama membuat keputusan berdasarkan lemparan dadu, Hepa berkata, "Saya lempar koin, hasilnya kepala, jadi saya membunuhnya."
"Jika hasilnya ekor, dia mungkin masih hidup." lanjutnya.
Setelah tubuh Wiktoria ditemukan, Hepa ditangkap hanya beberapa jam setelahnya. Kepada polisi, ia mengaku, "AQ11"
Di pengadilan, Hepa menjelaskan bahwa sebelum pembunuhan pada Agustus 2023 tersebut, ia sudah lama memikirkan untuk membunuh seseorang. Ia bahkan pernah berkeliling kota mencari korban.
Dalam kesaksiannya, sambil mendengar tangisan orang tua Wiktoria yang sedang berduka, ia berkata, "Saya memberi pilihan padanya, apakah dia ingin pulang atau ikut dengan saya. Dia memilih untuk ikut dengan saya. Kami duduk, berbicara tentang hal-hal yang tidak penting, lalu dia tertidur."
"Saya berjalan-jalan di sekitar ruangan, mencoba membangunkannya, tapi tidak bisa. Lalu saya lempar koin, hasilnya kepala, jadi saya membunuhnya. Saya tidak tahu kenapa saya melakukannya. Beberapa hal memang terjadi begitu saja, dan saya tidak punya kendali atasnya." ungkapnya.
Baca Juga: Pendeta yang Ramal Penembakan Trump Kini Prediksi Gempa Dahsyat di AS
Hepa melanjutkan dengan menggambarkan tindakan kekerasannya, "Kadang-kadang saya menggunakan koin untuk membuat keputusan sulit. Saya duduk di atas dadanya dan mulai mencekiknya. Saya memilih mencekik karena tidak ada darah. Dia mencoba bernapas, tapi sudah tidak ada kekuatan untuk melawan. Dia berjuang, tapi terlambat."
Setelah membunuh Wiktoria, Hepa mengaku melakukan tindakan mengerikan lainnya.
"Setelah saya membunuhnya, saya melepas pakaiannya dan kemudian berhubungan seksual dengannya. Setelah itu saya mengenakan pakaian dan mencoba menyembunyikan tubuhnya. Saya tidak berpikir jernih. Saya menaruh tubuhnya dalam tas, membungkusnya dengan selimut, dan berencana untuk membakarnya. Saya pikir saya akan merasa lebih baik setelah melakukan pembunuhan." ucapnya.
Saat Hepa dibawa keluar dari ruang sidang, teman-teman korban yang sangat emosional berteriak, "Kamu seharusnya mati!"
Media lokal melaporkan bahwa Hepa sempat mempertimbangkan untuk bunuh diri, namun akhirnya memutuskan untuk menghubungi polisi. Ia telah berada dalam tahanan sejak tahun lalu.
Sidang pertama di Gliwice berlangsung pada 8 Januari, dan persidangan akan dilanjutkan pada 12 Februari, dengan Hepa menghadapi kemungkinan hukuman penjara seumur hidup.
Berita Terkait
-
Pendeta yang Ramal Penembakan Trump Kini Prediksi Gempa Dahsyat di AS
-
Istri Pelaku Jadi Saksi Kunci Pembunuhan Aktor Sandy Permana
-
Detik-detik Sebelum Sandy Permana "Mak Lampir" Tewas Ditusuk, Sempat Berkelahi dengan Pria Misterius
-
Tertangkap! Balita Terbungkus Sarung di Bekasi Ternyata Dibunuh Pasutri Muda, Apa Motifnya?
-
Stigma 'Pria Tidak Bercerita': Mengapa Berbagi Cerita Masih Jadi Hal Tabu?
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
Militer AS Gagal Total di Iran, IRGC Hancurkan Pesawat C-130 dan Heli Black Hawk
-
Ancaman Kiamat Radiasi di Kawasan Teluk Persia, Ledakan PLTN Bushehr Bisa Sapu Bersih Kehidupan
-
Huntara Segera Rampung, Penyintas di Desa Lubuk Sidup Siap Memulai Hidup Baru
-
Balas Dendam Iran Membara di Bandara Ben Gurion Akibat Agresi AS dan Israel
-
Pesawat Tempur AS Rontok Lagi Lawan Iran Hingga Angkatan Udara Kehilangan 7 Armada Udara
-
Operasi Penyelamatan Pilot F-15E AS di Iran, CIA Gunakan Taktik Sebar Hoax
-
Iran Hancurkan Black Hawk AS di Isfahan, Gagalkan Misi Rahasia Penyelamatan Pilot Tempur Trump
-
Bak Adegan Film Hollywood, Washington Klaim Sukses Selamatkan Pilot AS di Iran
-
Geger! Saiful Mujani Serukan "Gulingkan Prabowo": Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan
-
Sebut Indikasi Kecelakaan Kalideres Murni Musibah, Kadispenad Pastikan Pemeriksaan Tetap Dilakukan