Suara.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto, angkat bicara terkait 1.000 pengacara yang siap mengawal Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto usai ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pergantian antarwaktu (PAW) dan perintangan penyidikan kasus Harun Masiku.
Setyo menegaskan, KPK siap menghadapi 1.000 pengacara tersebut baik dalam sidang praperadilan maupun sidang pokok perkara.
"Mau berapa pun pengacara yang mendampingi pihak tersangka, itu kan hak. Tapi kan segala sesuatunya kami ini mempersiapkan diri hanya dari sisi bukti permulaan yang cukup. Karena di dalamnya ada unsur alat bukti," kata Setyo kepada wartawan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (14/1/2025).
Setyo optimis, tim Biro Hukum KPK akan mampu mengalahkan pengacara Hasto dalam gugatan praperadilan pada Selasa (21/1/2025) mendatang. Alasannya, karena syarat formil penetapan Hasto sebagai tersangka sudah terpenuhi.
"Kami semuanya optimis, kami yakin, kami sudah mempersiapkan segala sesuatunya, kita punya tim gitu, ibarat kata ini pembuktian secara formil kita sudah siapkan," kata dia.
Setyo juga memastikan, sidang pokok perkara dari tim jaksa penuntut umum KPK akan membuktikan bahwa Hasto bersalah secara formil atas tindakan korupsi yang menjadikan dirinya tersangka.
"Kami juga akan berusaha membuktikan bahwa peristiwa, bahwa perbuatan yang dilakukan HK (Hasto) terhadap penyuapan, perintangan itu peristiwanya ada. Dan itu adalah melanggar hukum," katanya.
Dia menambahkan, tidak mungkin bisa untuk 1.000 pengacara Hasto memasuki ruang pemeriksaan karena kapasitas dari ruang penyidik dan sidang sangat terbatas.
"Pastinya daya tampung sini kan terbatas juga (ruang pemeriksaan), pasti yang bisa naik adalah pengacara terbatas, mungkin pimpinan daripada pengacara tersebut," tambah dia.
Baca Juga: Benarkah Hasto Tak Ditahan Gegara Megawati Telepon Prabowo? Begini Kata Ketua KPK
Sebelumnya, Ketua Tim Hukum Hasto Kristiyanto, Ronny Talapessy mengatakan, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto akan dibela 1.000 pengacara dalam menghadapi kasus hukumnya. Menurutnya, tim hukum sudah menyiapkan upaya hukum untuk membela Hasto.
Hasto akan diperiksa KPK sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap pada pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR RI yang juga menyeret Harun Masiku.
"Kita ada 1.000 pengacara, kita lihat dulu saja diprosesnya, tentunya kami tim hukum akan ada upaya hukum yang akan kita lakukan," kata Ronny di Kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, Kamis (9/1/2025).
Ronny mengatakan pihaknya belum mau bicara jika nantinya Hasto langsung ditahan seusai diperiksa KPK 13 Januari mendatang.
"Kami belum bicara sampai ke sana. Tapi intinya Mas Hasto siap menghadiri," katanya. (Moh Reynaldi Risahondua)
Berita Terkait
-
Benarkah Hasto Tak Ditahan Gegara Megawati Telepon Prabowo? Begini Kata Ketua KPK
-
Hasto PDIP Tak Ditahan usai Diperiksa Tersangka, Ketua KPK: Dokumen Belum Masuk ke Saya
-
Dua Wanita Ini jadi Saksi Kasus Harun Masiku, Apa yang Digali KPK?
-
Cek Fakta: Prabowo Hari ini Berhasil Tangkap Harun Masiku
-
KPK Kembali Panggil Saeful Bahri hingga Security Satgas Kantor DPP PDIP Terkait Kasus Hasto
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Misi Militer Penuh Ironi: Teknisi AS Dicakar Monyet Saat Menuju Medan Konflik Selat Hormuz
-
Benjamin Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Prostat Diam-diam
-
Mahasiswa Doktoral USF Tewas Misterius, Diduga Dibunuh Teman Sekamar
-
Penasihat Hukum Nadiem Mangkir dari Sidang, Pengamat: Bisa Dikategorikan Contempt of Court
-
8 Orang Tewas Dalam Serangan Israel ke Lebanon Selama 24 Jam Terakhir
-
Biaya Perang Amerika Serikat Lawan Iran Tembus Rp 1.000 Triliun
-
Ketum Parpol Dibatasi 2 Periode, Eks Penyidik KPK: Cegah Kekuasaan Terlalu Lama dan Rawan Korupsi
-
Kawat Berduri Blokade Anak-anak Palestina Sekolah ke Tepi Barat
-
Praka Rico Gugur Usai Dirawat, Korban Kedua TNI dalam Serangan ke Pos UNIFIL Lebanon
-
Bangun Iklim Kompetitif, Mendagri: Ajang Penghargaan Pemda Pacu Kinerja Kepala Daerah