Suara.com - Perayaan penuh suka cita menggema di Dunia Arab usai gencatan senjata Israel dan kelompok perjuangan kemerdekaan Palestina, Hamas berhasi disepakati.
Tentunya hal ini merupakan bentuk kemenangan Gaza dari gempuran tak henti Israel. Saat ini negara di Arab merayakan gencatan senjata tersebut.
Di Yordania, jalan-jalan di ibu kota Amman dipenuhi parade mobil, di mana para pengemudi melambaikan bendera Palestina, memutar lagu-lagu perjuangan, dan meneriakkan dukungan untuk perlawanan Gaza.
Beberapa orang membagikan permen sambil mengenakan kefiyeh Palestina, meneriakkan, “Kemenangan milik kita!” dan “Semoga Allah menguatkan mereka!” merujuk pada para pejuang perlawanan.
Di Maroko, kota Tangier menyaksikan iring-iringan mobil perayaan, sementara di ibu kota Rabat, masyarakat berkumpul sambil membawa foto Masjid Al-Aqsa dan bendera Palestina.
Di Tepi Barat yang diduduki, pawai terjadi di Ramallah, Hebron, dan Nablus, menurut laporan wartawan Anadolu.
Seruan-seruan mengagungkan keteguhan Gaza dan para pemimpinnya, termasuk Yahya Sinwar, yang namanya disebut sebagai bentuk penghormatan setelah ia gugur akibat serangan pasukan Israel.
Media sosial dipenuhi dengan potongan rekaman adegan kegembiraan, kembang api, dan doa yang bergema dari masjid.
Suriah juga ikut merayakan, dengan rekaman dari Aleppo dan Hama menunjukkan kerumunan massa yang melambaikan bendera Palestina dan meneriakkan slogan solidaritas seperti “Gaza, kami bersamamu hingga akhir!” menurut laporan media lokal dan akun media sosial.
Baca Juga: Gencatan Senjata di Gaza, Menlu Sugiono Soroti Kekejaman Israel di Palestina Memakan Korban
Kamp pengungsi Palestina di Lebanon, seperti di ibu kota Beirut dan berbagai wilayah lainnya, dipenuhi suara tembakan, kembang api, dan seruan dari masjid-masjid yang diperkuat pengeras suara.
Jalanan di Sidon dan Tripoli dipenuhi iring-iringan mobil dengan bendera Palestina, yang membunyikan klakson sebagai bentuk solidaritas, sebagaimana dilaporkan Anadolu.
Di Tunisia, sebuah demonstrasi berlangsung di depan teater kota di ibu kota Tunis, di mana para pengunjuk rasa meneriakkan, “Gaza, simbol kebanggaan” dan “Tidak ada kepentingan Zionis di tanah Tunisia,” sambil melambaikan bendera Palestina dan warga saling berpelukan.
Perdana Menteri yang juga Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani secara resmi mengumumkan gencatan senjata Hamas-Israel dalam konferensi pers di ibukota Doha.
Kesepakatan mencakup pertukaran tahanan, penarikan pasukan Israel dari Gaza, dan peta jalan menuju kedamaian berkelanjutan, yang akan mulai berlaku pada Ahad (19/1). [Antara].
Berita Terkait
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
Terkini
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Kata-kata Pemerintah Indonesia Tahu Aktivis Global Sumud Flotilla Disiksa Israel
-
Menko PMK Pratikno Mengaku Selalu Ketakutan Setiap Ditelepon Menteri PPPA, Ada Apa?
-
Dukung Prabowo Sikat Oknum 'Coklat' dan 'Hijau' Beking Kejahatan, Sahroni: Pecat dan Pidana!
-
KPK: Seharusnya MBG Dilakukan Secara Selektif, Bukan Masif
-
KPK Beberkan 1.720 Laki-laki Terjerat Korupsi, Perempuan Lebih 'Tahan Iman'?
-
Israel Siksa Aktivis Global Sumud Flotilla, Distrum Hingga Tulang Rusuk Patah dan Sulit Nafas
-
Menteri PPPA Serukan Perang Lawan Kekerasan: 1 dari 2 Anak Pernah Jadi Korban
-
Indonesia Harusnya Bisa Lobi Israel Bebaskan 9 WNI yang Ditangkap Karena Ini
-
Sebut Kelas Menengah Makin Rentan, Sosiolog UGM: Apabila Tak Diatasi Cepat, Dampaknya Akan Beruntun