Suara.com - Seorang nenek berusia 87 tahun di Bogor, Jawa Barat meninggal dunia usai tertimpa mobil yang terperosok masuk ke rumahnya pada Minggu (19/1/2025).
Kecelakaan maut itu terjadi di Desa Cimanggu I, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Satu unit mobil APV terperosok dan menimpa rumah warga hingga mengakibatkan si nenek meninggal.
Melansir dari Metropolitan -jaringan Suara.com, korban yang diketahui berinisian RM (87) tengah duduk di depan rumah dan tertimpa material rumah hingga terjepit mobil.
Warga yang melihat kecelakaan tersebut langsung mengevakuasi korban. Nahas, saat dibawa ke RSUD Leuwilang, nyawa korban tidak tertolong.
Keluarga korban, Siti Maemunah (42) mengaku kemungkinan dirinya juga menjadi korban jika tidak lari.
Saat kejadian, dirinya bersama korban sempat ngobrol bareng di depan rumah.
Namun, dirinya langsung ke rumah saudara yang ada di depan rumah sang nenek.
Saat di dalam rumah, terdengar suara rumah roboh.
Ketika dilihat ke depan rumah, ternyata ada mobil yang terperosok dan menabrak rumah korban.
Baca Juga: Pembunuhan Satpam Rental Mobil di Bogor, Polisi: Pelaku Positif Sinte
"Saya liat keluar kanget dan tidak bisa ngomong. Selang berapa menit baru teriak minta tolong ke warga ada mobil jatuh ke rumah Nenek Rusmin," imbuhnya.
Saat dicek, ternyata ada korban yang terkena reruntuhan dan terjepit mobil.
Dibantu warga sekitar, korban langsung dievakuasi dan dibawa ke RSUD Leuwilang.
"Kemungkinan saat kejadian Nenek Rusmin sedang duduk didepan rumah. Nenek Rusmin meninggal dunia di RSUD Leuwilang sedangkan sang sopir dan satu orang lagi mengalami luka ringan," ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Sidang Vonis Laras Faizati Digelar Hari Ini, Harapan Bebas Menguat Jelang Ulang Tahun Ke-27
-
Pascabanjir Sumatra, Penanganan Beralih ke Pemulihan Layanan Kesehatan dan Kebutuhan Dasar
-
Indonesia Tancap Gas Jadi Pusat Halal Dunia lewat D-8 Halal Expo Indonesia 2026
-
Literasi Halal Dinilai Masih Lemah, LPPOM Siapkan Pelajar Jadi Agen Perubahan
-
Jepang Studi Banding Program MBG di Indonesia
-
Kasus Korupsi LPEI Berkembang, Kejati DKI Tetapkan 4 Tersangka Baru dan Sita Aset Rp566 Miliar
-
Merasa Tak Dihargai, Anggota DPR Semprot Menteri KKP: Kami Seperti 'Kucing Kurap'
-
Korban Bencana Boleh Manfaatkan Kayu Hanyut, Kemenhut Juga Stop Penebangan Hutan
-
Politisi PDIP Ingatkan Prabowo: Jangan Buru-buru Bangun IKN, Siapkan Dulu Ekosistemnya
-
Bukan Sekadar Banjir: Auriga Desak KLHK dan KPK Usut Dugaan Korupsi di Balik Perusakan Lahan PT TPL