Suara.com - Keceplosan Rocky Gerung soal Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terlibat pencurian uang rakyat saat masih menjabat sebagai Wali Kota Solo berbuntut Panjang.
Awalnya Rocky menceritakan bahwa Gibran pernah menemuinya untuk belajar dan ingin dikritik.
Namun cerita Rocky itu mengalir dan ia menyebut bahwa Gibran menerima uang dari Menteri setiap hari Sabtu.
Pernyataan ini sontak menjadi tanda tanya besar dan membuat sejumlah pihak penasaran. Terlebih, Rocky mengatakan hal itu saat mengisi salah satu acara berita di stasiun televisi.
Sayangnya, Rocky enggan melanjutkan dan menjelaskan lebih detil lagi soal isu Gibran mendapatkan uang tersebut.
Sementara itu menurut Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun saat Gibran masih menjabat menjadi Walikota Solo dirinya memang kerap didatangi oleh sejumlah Menteri.
“Memang Ketika Gibran menjadi walikota Sudah menjadi rahasia umum, ada Menteri-menteri yang bolak-balik Jakarta Solo,” ujar Refly, dikutip dari kanal youtubenya, Kamis (16/1/25).
“Bahkan, kalau seandainya sang putra mahkota minta temani, itu Menteri bisa terbang dari Jakarta, terutama Menteri yang penakut ya pastinya,” sambungnya.
Menurut Refly, jika memang Gibran terbukti korupsi, maka bisa segera diproses, tanpa memandang dirinya yang masih junior.
Baca Juga: Berkaca dari Kasus Nagita Slavina, Apakah Dosa Makan Babi Lebih Besar dari Korupsi?
“Kalau saya, ya namanya korupsi itu walaupun dia masih kecil ya harus tetap di proses,” sebut Refly.
“Jangan kemudian kita mentoleransi sikap koruptif,” tandasnya.
Bahkan, Refly menilai jika bukan hanya Gibran yang patut dilaporkan KPK. Namun para Menteri yang memberi uang juga perlu dilaporkan KPK.
“Kalau memang selama menjadi walikota Gibran terima duit setiap Sabtu oleh Menteri-menteri, ya dua-duanya bisa dipermasalahkan,” ujarnya.
Isu soal Gibran menerima uang dari para Menteri setiap hari Sabtu ini menurut Refly sudah masuk sebagai Gratifikasi.
“Nggak mungkin kan pemberian uang itu dalam konteks cuman sekedar ngasih teman, Bagaimanapun dia pejabat publik,” ucapnya.
“Kalau dia misalnya memang diberikan uang tersebut, dan nggak mungkin dikasih cuma Rp 500 ribu, ya harusnya dilaporkan ke KPK sebagai gratifikasi,” tambahnya.
Kontributor : Kanita
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Bedak Apa yang Bisa Menghilangkan Flek Hitam? Ini 5 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 4 Toko Online Terpercaya untuk Beli Sepatu Lari di Indonesia, Dijamin Original
Pilihan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
Terkini
-
Prakiraan Cuaca Hari Ini: Waspada Hujan Lebat Imbas Bibit Siklon 97 W
-
Akademisi: Korupsi Batu Bara PLTU Jangan Berhenti di Eks Jampidsus, Ungkap Seluruh yang Terlibat
-
Panja Awasi Kasus Korupsi Febrie, DPR: Biar Tak Ada Fitnah, Jangan Emas Batangan Ditukar Cokelat
-
DPR Desak Hukuman Mati untuk Febrie Adriansyah: Penghianat Hukum yang Lukai Rakyat!
-
DPR Desak Kejagung Bentuk Tim Steril untuk Usut Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Jadi Ketua Panja Awasi Penanganan Kasus Febrie Adriansyah, Habiburokhman: Ini Kasus Mega Korupsi
-
DPRD DKI Apresiasi Mobil Klinik Hewan Keliling, Dorong Sosialisasi Lebih Masif
-
Minta Dihukum Mati! DPR Geram Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Jadi Tersangka Korupsi: Menjijikkan!
-
Jejak Kasus Febrie Adriansyah: Penggeledahan, Penyitaan Aset hingga Dilimpahkan ke Kejagung
-
Tersangka Don Ritto Sudah Ditahan di Polda Metro, Ini Alasan Kejagung Belum Tahan Febrie Adriansyah