Suara.com - Pakar ilmu politik Universitas Padjadjaran (Unpad) Caroline Paskarina mengatakan, pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri bila terwujud, maka dapat membahas prioritas pemerintahan ke depan.
Selain itu, Caroline memandang bahwa isu-isu yang kerap kali diperbincangkan oleh publik perlu dibahas dalam pertemuan Prabowo-Megawati tersebut.
“Seperti isu peningkatan kesejahteraan rakyat, penanganan kemiskinan, pelayanan publik yang lebih merata kualitas dan aksesibilitas, pemberantasan korupsi, hingga penegakan hukum dan konstitusi,” kata Caroline, Senin (20/1/2025).
Oleh sebab itu, dia mengatakan bahwa pertemuan antara Prabowo-Megawati bila jadi bertemu, dapat menjadi momentum yang baik untuk mendiskusikan arah masa depan politik kebangsaan.
Sementara itu, dia menilai “menu nasi goreng” yang paling pas untuk bangsa Indonesia dapat menjadi salah satu hal yang dibahas dalam pertemuan tersebut.
Menurut dia, “menu nasi goreng” dalam konteks politik dan pertemuan Prabowo-Megawati merupakan wujud bagaimana kekuasaan harus dikelola secara bersama dengan melibatkan banyak pihak, sehingga keinginan masyarakat Indonesia dapat terakomodasi.
“Artinya, politik nasi goreng tidak hanya diinterpretasikan sebagai kedekatan hubungan personal antara Prabowo dan Megawati,” ujarnya.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani di Jakarta, Rabu (15/1), berharap pertemuan Prabowo-Megawati dapat terlaksana pada Januari ini.
Kemudian, Ketua DPP PDIP Said Abdullah dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (16/1), mengatakan Prabowo dan Megawati segera bertemu sebelum Kongres PDIP dilaksanakan pada April 2025. (Sumber: Antara)
Baca Juga: Surya Paloh Puji Kinerja 100 Hari Prabowo: Momentum yang Harus Dipertahankan
Berita Terkait
-
Kebijakan Penyaluran Pupuk Subsidi Langsung dari BUMDes Dinilai Permudah Akses Petani
-
Berdampak ke Investor, Prabowo Diminta Tegas Soal Danantara
-
Cek Fakta: MK Era Prabowo Berani Batalkan Perpanjangan Masa Jabatan Kepala Desa
-
Sepakat Bongkar Pagar Laut Tangerang, Menteri KKP Trenggono Kini Menghadap Prabowo di Istana
-
Nyaris Didapat Megawati Hangestri, Apa Itu Triple Crown Voli?
Terpopuler
- 6 Mobil Bekas 50 Jutaan Cocok untuk Milenial, Bodi Stylish Tak Repot Perawatan
- 5 Moisturizer dengan Alpha Arbutin untuk Memudarkan Flek Hitam, Cocok Dipakai Usia 40-an
- 5 Rekomendasi Ban Tubeless Motor Matic, Tidak Licin saat Hujan dan Jalan Berpasir
- 7 Mobil Boros Bahan Bakar Punya Tenaga Kuda, Tetapi Banyak Peminatnya
- Kronologi Lengkap Petugas KAI Diduga Dipecat Gara-Gara Tumbler Penumpang Hilang
Pilihan
-
4 HP Snapdragon Paling Murah, Cocok untuk Daily Driver Terbaik Harga mulai Rp 2 Jutaan
-
Dirumorkan Latih Indonesia, Giovanni van Bronckhorst Tak Direstui Orang Tua?
-
Jadi Kebijakan Progresif, Sineas Indonesia Ingatkan Dampak Ekonomi LSF Hapus Kebijakan Sensor Film
-
Daftar Maskapai RI yang Pakai Airbus A320
-
5 Tempat Ngopi Tersembunyi di Palembang yang Bikin Ketagihan Sejak Seduhan Pertama
Terkini
-
Berapa Sisa Populasi Gajah Sumatera? Viral Ikut Terseret Banjir
-
TelkomGroup Perkuat Pemulihan Layanan dengan Tambahan Backup Satelit di Wilayah Bencana Sumatra
-
Berapa Korban Banjir Sumatera Per 30 November 2025? Ini Data BNPB
-
Mangrove Bukan Sekadar Benteng Pesisir: Lebih dari Penjaga Karbon, Penopang Kehidupan Laut
-
Bantu Korban Banjir Aceh, 94 SPPG Gerak Cepat Salurkan 282 Ribu Paket Makanan!
-
Tinjau Bencana Banjir di Aceh, Mendagri Beri Atensi pada Infrastruktur Publik yang Rusak
-
Presiden Prabowo Didesak Tetapkan Darurat Bencana Nasional di Sumatera
-
Banjir Terjang Sumatera, Pimpinan Komisi X DPR Desak Dispensasi Pembayaran Uang Sekolah Bagi Korban
-
Pakar Dorong Pengetatan IUP: Reboisasi Dinilai Kunci Perbaikan Tambang
-
Direktur Eksekutif CISA: Kapolri Konsisten Jaga Amanat Konstitusi sebagai Kekuatan Supremasi Sipil