Suara.com - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Satryo Soemantri Brodjonegoro kini menjadi sorotan usai didemo oleh aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja di kementeriannya sendiri.
Dilihat Suara.com pada Rabu (22/1/2025) lewat laman laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Satryo memiliki harta mencapai lebih dari Rp46 miliar.
LHKPN tersebut dia sampaikan kepada KPK pada 7 Desember 2024 sebagai kewajibannya usai dilantik sebagai menteri di Kabinet Merah Putih dibawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Adapun harta Satryo terdiri dari tujuh bidang tanah beserta bangunannya senilai Rp 33,6 miliar (Rp 33.650.000.000). Tanah dan bangunan milik Satryo tersebar di Jakarta Selatan, Tangerang, Tangerang Selatan, dan Buleleng.
Lebih lanjut, Satryo juga memiliki empat unit mobil yaitu BMW X3 2016, BYD Seal 2024, Toyota Innova Reborn 2020, dan Ford Escape 2011 yang nilai keseluruhannya mencapai Rp1,4 miliar.
Satryo juga memiliki harta berupa kas dan setara kas senilai Rp11 miliar. Namun, dia tercatat tidak memiliki hutang. Dengan begitu total kekayaan yang dimiliki Satryo ialah Rp46 miliar (Rp 46.050.000.000).
Bantahan Satryo usai Didemo Ratusan ASN
Diberitakan sebelumnya, Satryo akhirnya buka suara terkait aksi demo ratusan ASN Kemendiktisaintek pada Senin (20/1/2025) lalu. Terkait itu, Satryo menyangkal telah memecat sejumlah pegawai sehingga memicu kemarahan para ASN lainnya untuk berdemonstrasi.
Selain itu, Satryo juga menyangkal soal rekaman suara yang sempat beredar di media sosial. Diduga, rekaman suara itu berisi tindakan Satryo yang memarahi dan menganiaya pegawainya.
Baca Juga: Manut Perintah Prabowo Bongkar Pagar Laut Tangerang, KSAL Sebut TNI AL Siap Bela Nelayan
Terkait itu, Satryo pun menyangkal bersikap kasar terhadap pegawai sebagaimana isi rekaman suara yang mencuat ke publik.
"Itu bukan suara saya," ujarnya dikutip dari Antara, Selasa (21/1/2025).
Satryo juga menyebut soal rekaman suara yang diduga dirinya memprotes soal jaringan Wi-Fi kepada pegawainya adalah tidak benar.
Berita Terkait
-
Rocky Gerung Seret Nama Jokowi soal HGB Pagar Laut Tangerang: Ini Mesti Dibawa ke Pengadilan!
-
Bantah Isu Marahi hingga Aniaya Anak Buah, Mendiktisaintek Satryo: Itu Bukan Suara Saya!
-
Pembelaan Menteri Satryo usai Didemo Ratusan ASN: Saya Tidak Pernah Memecat Siapa-siapa!
-
Pagar Laut Tangerang Diduga Dikuasai Aguan, Sindiran Pedas Rocky Gerung: Kalau Mau HGB, Izinnya ke Ikan
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- 6 HP Murah RAM Besar Rp1 Jutaan, Spek Tinggi untuk Foto dan Edit Video Tanpa Lag
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
Pilihan
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
Terkini
-
Pura-pura Jadi Kurir Ekspedisi, Dua Pengedar Narkoba di Tangerang Tak Berkutik Diciduk Polisi
-
Kasus Korupsi Kuota Haji, KPK Minta Bos Maktour Tetap di Indonesia
-
Diperiksa KPK, Bos Maktour Tegaskan Pembagian Kuota Haji Wewenang Kemenag
-
KPK Endus Peran Kesthuri Jadi Pengepul Uang Travel Haji untuk Pejabat Kemenag
-
Hikmahanto Soroti Risiko Gabung Dewan Perdamaian: Iuran Rp16,9 T hingga Dominasi Trump
-
Pemulihan Listrik Pascabencana di Tiga Provinsi Sumatera Capai 99 Persen
-
Bantah Pertemuan Rahasia dengan Google, Nadiem: Saya Lebih Sering Ketemu Microsoft
-
Untung Rugi RI Masuk Dewan Perdamaian Trump: Bisa 'Jegal' Keputusan Kontroversial?
-
Viral! Trotoar di Koja Dibongkar Paksa, Ternyata Ini yang Diburu Pencuri di Bawah Tanah
-
Kajari Magetan Dicopot, Diperiksa Intensif Kejagung Gegara Dugaan Pelanggaran Integritas!