Suara.com - Setidaknya empat warga Palestina terluka dalam serangan Israel pada hari Minggu terhadap sebuah kendaraan di jalan pesisir sebelah barat kamp Nuseirat di bagian tengah Jalur Gaza, kata petugas medis kepada Reuters.
Petugas medis awalnya mengumumkan bahwa seorang anak laki-laki tewas dalam serangan itu, tetapi kemudian mengatakan mereka berhasil menyadarkannya.
Militer Israel mengatakan sebuah pesawat Israel menembaki apa yang digambarkan militer sebagai kendaraan mencurigakan yang bergerak menuju Gaza utara di luar rute pemeriksaan yang ditetapkan oleh perjanjian gencatan senjata.
"IDF (militer Israel) siap menghadapi skenario apa pun dan akan terus mengambil tindakan yang diperlukan untuk menggagalkan ancaman langsung terhadap tentara IDF," katanya, tanpa memberikan rincian tentang dampak serangan atau korban jiwa.
Beberapa warga Palestina dilaporkan tewas oleh tembakan Israel sejak perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Hamas mulai berlaku pada 19 Januari.
Israel mengatakan pasukannya telah melepaskan tembakan dalam insiden di mana tokoh-tokoh "mencurigakan", terkadang bersenjata, menimbulkan risiko bagi pasukan Israel yang ditempatkan di beberapa wilayah Gaza sebagaimana ditetapkan oleh kesepakatan bertahap.
Hamas menggambarkan insiden ini sebagai pelanggaran gencatan senjata.
Selama fase pertama gencatan senjata, 33 anak-anak, wanita dan sandera pria tua serta orang sakit dan terluka, dijadwalkan dibebaskan. Dari jumlah tersebut, 18 orang telah dibebaskan sejauh ini. Lebih dari 60 sandera pria usia militer akan tetap ditawan hingga fase kedua dinegosiasikan.
Negosiasi akan dimulai pada hari Selasa mengenai kesepakatan pembebasan sandera yang tersisa dan penarikan pasukan Israel dari Gaza dalam fase kedua kesepakatan, yang dimaksudkan untuk mengakhiri perang di Gaza.
Baca Juga: Semangati Anak-anak Korban Perang Palestina dan Ukraina di Roma, Megawati: Be Strong, Be Careful!
Kemudian pada hari Minggu, Hamas menuduh Israel menunda pelaksanaan bagian kemanusiaan dari kesepakatan tersebut, dengan mengatakan Israel belum mengizinkan masuknya pasokan medis, bantuan, bahan bakar, dan rekonstruksi yang dibutuhkan sesuai dengan kesepakatan.
"Kami mendesak para mediator dan penjamin perjanjian gencatan senjata untuk memaksa pendudukan (Israel) mengizinkan masuknya bahan-bahan bantuan sesuai dengan perjanjian, yang paling mendesak dibutuhkan adalah tenda, bahan bakar, bahan makanan, dan mesin berat," kata juru bicara kelompok itu, Hazem Qassem.
Belum ada komentar langsung dari Israel mengenai pernyataan Hamas.
Berita Terkait
-
PM Qatar Desak Israel dan Hamas Segera Memulai Negosiasi Tahap Kedua Gencatan Senjata Gaza
-
4 Warga Palestina Terluka dalam Serangan Terbaru Israel di Jalur Gaza
-
Setelah 8 Bulan Terkurung, Warga Gaza yang Sakit Akhirnya Bisa Berobat ke Mesir
-
Peduli Nasib Anak-anak Korban Perang Palestina dan Ukraina, Megawati: Mereka Harapan Masa Depan Peradaban Dunia
-
Semangati Anak-anak Korban Perang Palestina dan Ukraina di Roma, Megawati: Be Strong, Be Careful!
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
- 3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS
Pilihan
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
Terkini
-
Siap Bahas Revisi UU Pemilu, Komisi II DPR Bakal Safari Minta Masukan Partai Politik
-
AJI dan PBHI Soroti Batalyon Teritorial Pembangunan: Demokrasi Dipersempit, Pers Terancam Dibungkam
-
Istana Jadwalkan Pelantikan Pimpinan BGN Nanik S Deyang Dkk Pekan Depan
-
Prasetyo Hadi Ungkap Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang Pimpin BGN
-
Roman Politik di Balik Harlah Pancasila, Kenapa Jokowi Tak Diundang?
-
Konflik Lahan Rumpin vs TNI AU Belum Tuntas, Warga Kembali Mengadu di Aksi Kamisan
-
Said Iqbal Dikabarkan Masuk Kabinet Prabowo, Tinggal Tunggu Pelantikan?
-
KPK Bongkar Transaksi Aneh Anak Buah Silmy Karim: Bayar Rumah Mewah Pakai Kepingan Emas
-
Modus Licin Staf Imigrasi, Pakai Rekening OB dan Cleaning Service Buat Tampung Duit Suap Izin WNA
-
Kejagung Diminta Usut Tuntas Korupsi MBG Dadan Cs dan Dugaan Monopoli Dapur