Suara.com - Pertempuran sengit di Sudan selatan dan barat menewaskan sedikitnya 65 orang dan melukai lebih dari 130 orang pada hari Senin, kata petugas medis, sementara perang yang menghancurkan antara tentara dan pasukan paramiliter terus berkecamuk.
Di Kordofan Selatan, tembakan artileri di ibu kota negara bagian Kadugli menewaskan sedikitnya 40 orang dan melukai 70 orang, menurut dua sumber medis.
Kota tersebut, yang dikuasai oleh tentara Sudan, menjadi sasaran serangan yang menurut Gubernur Mohamed Ibrahim dilakukan oleh sebuah faksi Gerakan Pembebasan Rakyat Sudan-Utara (SPLM-N), yang dipimpin oleh Abdel Aziz al-Hilu, yang juga memiliki pengaruh di negara bagian tersebut.
"Serangan Hilu terhadap warga sipil di Kadugli bertujuan untuk mengacaukan" wilayah tersebut, kata Ibrahim dalam sebuah pernyataan kepada AFP, dan bersumpah untuk "membersihkan pegunungan di sekitar Kadugli" dari pasukan pemberontak.
Gubernur mengatakan bahwa penembakan tersebut menargetkan pasar lokal.
SPLM-N telah bentrok dengan tentara dan Pasukan Dukungan Cepat (RSF) paramiliter di berbagai wilayah Kordofan Selatan selama perang mereka.
Sudan telah terperosok dalam konflik sejak April 2023, dengan pertempuran antara tentara reguler dan RSF meningkat dalam beberapa minggu terakhir.
Di wilayah barat Darfur yang luas, serangan udara militer di ibu kota Darfur Selatan, Nyala, menewaskan 25 orang dan melukai 63 orang pada hari Senin, sumber medis mengatakan kepada AFP.
Serangan itu menghantam "Distrik Sinema di Nyala", sebuah wilayah di bawah kendali RSF, sumber itu mengatakan kepada AFP, dengan syarat anonim karena masalah keamanan.
Baca Juga: Rusia Tuduh Pasukan Ukraina Bunuh 22 Warga Sipil di Desa yang Diduduki
Dalam sebuah pernyataan pada hari Senin, RSF menuduh tentara menggunakan "bom barel" terhadap warga sipil di beberapa lingkungan di Nyala.
RSF menguasai sebagian besar wilayah Darfur, termasuk Nyala, yang terletak 195 kilometer (121 mil) dari El-Fasher, ibu kota Darfur Utara yang terkepung yang merupakan satu-satunya negara bagian di wilayah tersebut yang masih di bawah kendali tentara.
El-Fasher adalah rumah bagi sekitar dua juta orang yang telah dikepung RSF sejak Mei.
Kota ini telah menyaksikan beberapa pertempuran terburuk dalam perang tersebut saat tentara berjuang untuk mempertahankan pijakan terakhirnya di wilayah tersebut.
Badan migrasi PBB mengatakan pada hari Senin bahwa lebih dari 600.000 orang telah mengungsi dari Darfur Utara hanya antara April 2024 dan Januari 2025.
Organisasi Internasional untuk Migrasi melaporkan 95 insiden di Darfur Utara, lebih dari separuhnya terjadi di El-Fasher, selama periode ini.
Berita Terkait
-
Peduli Nasib Anak-anak Korban Perang Palestina dan Ukraina, Megawati: Mereka Harapan Masa Depan Peradaban Dunia
-
Semangati Anak-anak Korban Perang Palestina dan Ukraina di Roma, Megawati: Be Strong, Be Careful!
-
Trump Picu Perang Dagang, Masa Depan Rupiah Masih Suram
-
Penampakan Pesawat Tempur Rafale yang Baru Saja Dibeli Indonesia
-
Rusia Tuduh Pasukan Ukraina Bunuh 22 Warga Sipil di Desa yang Diduduki
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Gelombang Panas di Eropa Tewaskan 1300 Orang, Pejabat Prancis Salahkan Warga AS dan Pengguna AC
-
Terjebak di Bawah Bangunan Runtuh Gempa Venezuela, Pria Ini 8 Hari Melawan Maut
-
Bom Meledak di Jantung Damaskus, Korban Bergelimpangan di Lokasi
-
Pilot Tabrak Gedung Tertinggi Beijing Diduga Bunuh Diri, Tinggalkan Catatan Harian Mengejutkan
-
Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi
-
KPK Perluas Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Silmy Karim, Kini Bidik Imigrasi Depok
-
Satu Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng
-
Flyover Latumenten Capai 55,2 Persen, Ditargetkan Pangkas Kemacetan hingga 40 Persen
-
Kelola Sampah Organik ala Warga Meruya Selatan Hingga Jadi Bernilai Ekonomi
-
Ribuan Taruna TNI-Polri Jadi Kakak Asuh Siswa di 178 Sekolah Rakyat