Suara.com - Adik Presiden Prabowo Subianto yang juga menjabat Utusan Khusus Presiden, Hashim Djojohadikusumo, menyebut banyak 'program konyol' di era Pemerintahan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Program-program tersebut teridentifikasi saat Prabowo menyisir anggaran untuk menghemat dana demi mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pernyataan Hashim tersebut memicu pandangan tajam mengenai perbedaan paradigma kebijakan antara Jokowi dan Prabowo.
Pengamat politik Rocky Gerung menyoroti keputusan Prabowo yang memilih mengutamakan program MBG daripada proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Menurut Rocky, keputusan tersebut merupakan langkah radikal yang menunjukkan keberanian Prabowo untuk memrioritaskan investasi sumber daya manusia (SDM), ketimbang ambisi politik yang tidak memiliki nilai keberlanjutan.
"Kalau keinginan Prabowo menghasilkan generasi yang berpikir, ya mesti ada tindakan radikal. Tindakan radikal itu sudah diperlihatkan Prabowo, yaitu menghentikan IKN demi MBG," ujarnya seperti dikutip dari Youtube Rocky Gerung Official.
Ia menilai bahwa kebijakan penghematan anggaran yang diputuskan Prabowo, secara simbolik, memperlihatkan prioritas ideologis yang berbeda dengan Jokowi.
Rocky juga menyebut bahwa pemotongan anggaran untuk proyek besar seperti IKN merupakan langkah berani yang harus diambil demi mencerdaskan kehidupan bangsa.
"Tentu secara simbolik memperlihatkan bagaimana Prabowo harus menghentikan semua ambisi Jokowi untuk memamerkan keangkuhan politiknya," tambahnya.
Rocky juga menyinggung pernyataan Hashim yang menyebut adanya banyak program konyol di era Jokowi.
Baca Juga: Rocky Gerung: Retorika Antikorupsi Prabowo Perlu Dibuktikan dengan Langkah Nyata
Menurutnya, publik sudah lama menilai proyek IKN sebagai bentuk pemborosan anggaran, perusakan lingkungan, dan upaya ambisius Jokowi untuk meninggalkan warisan politik.
"Bertahun-tahun IKN itu dianggap konyol oleh publik. Kalau disebut konyol, ya nggak salah kalau publik menafsirkan yang disebut konyol itu IKN," tegasnya.
Rocky memprediksi bahwa anggaran IKN yang telah dipangkas kemungkinan besar hanya akan menyisakan biaya pemeliharaan, dan tidak akan dilanjutkan dalam lima hingga 10 tahun ke depan.
Ia bahkan menyebut bahwa Jokowi tidak mungkin menunggu hingga Gibran Rakabuming Raka, anaknya yang kini menjadi Wakil Presiden, berkantor di IKN sebagai Presiden nantinya.
"Kalau dipotong anggaran IKN sehingga mungkin tinggal berapa ratus miliar untuk sekedar biaya pemeliharaan, maka bisa dipastikan bahwa lima tahun ke depan IKN belum akan dilanjutkan," katanya.
Langkah Prabowo yang mengutamakan program MBG dinilai sebagai sinyal bahwa ia tidak lagi terikat secara programatik dengan kebijakan infrastruktur Jokowi, di mana perbedaan paradigma kebijakan semakin terlihat antara Jokowi dan Prabowo.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Aksi Ngamen di Jalan Viral, Pinkan Mambo Ngaku Bertarif Fantastis Setara BLACKPINK
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- Banyak Banget, Intip Hampers Tedak Siten Anak Erika Carlina
Pilihan
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
Jusuf Kalla Mau Laporkan Rismon Sianipar ke Polisi! Ini Masalahnya
-
Di Balik Lahan Hindoli, Seperti Apa Perkebunan yang Jadi Lokasi 11 Sumur Minyak Ilegal?
-
Traumatik Mendalam Jemaat POUK Tesalonika Tangerang: Kebebasan Beribadah Belum Terjamin?
-
'Ayah, Ayah!' Tangis Histeris Keluarga Pecah saat Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur Tiba di Tanah Air
Terkini
-
Geger! Saiful Mujani Serukan "Gulingkan Prabowo": Dinasihati Nggak Bisa, Bisanya Hanya Dijatuhkan
-
Sebut Indikasi Kecelakaan Kalideres Murni Musibah, Kadispenad Pastikan Pemeriksaan Tetap Dilakukan
-
Update Gempa M 7,6: Nyaris Seribu Gempa Susulan Guncang Maluku Utara
-
Hizbullah Klaim Hancurkan Kapal Militer Israel Sebelum Serang Lebanon
-
AS-Israel Gempur Wilayah Iran: 15 Orang Tewas, Pasukan IRGC Gugur dan Pilot F-15E Dicari
-
Spesifikasi Pesawat A-10 Thunderbolt II 'Warthog' Milik AS, Hancur Ditembak Iran
-
Gembira Dihampiri Kasatgas PRR, Asa Penyintas di Desa Sekumur Kembali Menyala
-
Polda Riau Bongkar Mafia Solar Subsidi di Pelalawan dan Inhil, Hak Rakyat Kecil Terselamatkan
-
Di momen Ramadhan, Jusuf Kalla mengadakan sejumlah pertemuan dengan beberapa pihak
-
Siasat Cegah Defisit, JK Sarankan Pemerintah Evaluasi Anggaran dan Kurangi Subsidi