Suara.com - Para pekerja Badan Manajemen Darurat Federal (FEMA), yang saat ini tengah menangani kebakaran hutan yang mematikan di California, telah diinstruksikan untuk mengubah kosakata mereka seputar gender dan imigrasi, menurut email yang diperoleh oleh 404 Media.
Email yang dikirim oleh pemerintahan Trump tersebut mengarahkan para karyawan untuk berhenti menyebut imigran tak berdokumen sebagai "migran" dan sebaliknya menyebut mereka sebagai "alien".
Lebih lanjut, mereka meminta untuk mengganti kata "gender" dengan "seks" dan berhenti menyebutnya "integrasi" dan menggantinya dengan "asimilasi". Menurut 404 Media, baris subjek email tersebut berbunyi, "Untuk Kepatuhan Segera."
Dampak dari panduan ini terhadap upaya FEMA untuk membantu keluarga yang tengah memulihkan diri dari kebakaran hutan masih belum jelas.
Perubahan tersebut menimbulkan kekhawatiran di antara para karyawan FEMA, dengan salah satu karyawan menggambarkan email tersebut sebagai email paling 1984 yang pernah saya lihat. "Kami semua terkunci untuk fokus pada upaya respons dan pemulihan", kata seorang karyawan FEMA kepada 404 Media.
Email yang dikirim ke FEMA memuat bahasa khusus tentang bagaimana para pejabat harus menangani imigrasi. "Meskipun bagan berikut menyajikan contoh terminologi yang harus diganti, bagan tersebut tidak boleh dianggap komprehensif, khususnya di bidang imigrasi," demikian bunyi email tersebut, yang selanjutnya meminta para pekerja untuk berkonsultasi dengan penasihat program mereka untuk bahasa tambahan. Bagan tersebut juga menyertakan panduan bahasa khusus untuk pejabat FEMA.
Perubahan kosakata tersebut dikatakan sebagai bagian dari upaya yang lebih luas dari pemerintahan Trump untuk mengubah bahasa yang digunakan oleh lembaga federal.
Email tersebut muncul setelah Presiden Trump menandatangani perintah eksekutif berjudul "Membela Perempuan dari Ekstremisme Ideologi Gender dan Mengembalikan Kebenaran Biologis kepada Pemerintah Federal".
Perintah tersebut mengarahkan pegawai pemerintah untuk mengganti "semua panduan, komunikasi, kebijakan, dan formulir ideologi gender yang radikal".
Baca Juga: China Kecam Usul Trump Pindahkan Warga Gaza: Bukan Alat Penawaran Politis!
"Perubahan terminologi" tersebut dikirim melalui email kepada staf FEMA di divisi pemulihan Wilayah 9, yang meliputi California, Arizona, Nevada, Hawaii, dan Kepulauan Pasifik Amerika Serikat.
Perubahan bahasa tersebut serupa dengan yang diwajibkan bagi agen ICE dan pegawai Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS).
FEMA merupakan bagian dari DHS. Pemberitahuan serupa telah dikirimkan ke sebagian besar lembaga federal, termasuk NASA.
Berita Terkait
-
Trump Kembali Jatuhkan Sanksi terhadap Penyelidik ICC atas Kasus Warga AS dan Israel
-
Mesir Tolak Usulan Pemindahan Warga Palestina dari Gaza
-
Cek Fakta: Donald Trump Terjun Langsung Padamkan Kebakaran LA
-
AS Jatuhkan Sanksi ke ICC: Lindungi Israel dari Tuduhan Genosida?
-
China Kecam Usul Trump Pindahkan Warga Gaza: Bukan Alat Penawaran Politis!
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Gunung Karangetang Erupsi, Lontarkan Material Bikin Langit Siau Membara
-
Tragedi Pantura Indramayu, Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Bertambah Jadi 10 Orang
-
Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka
-
Prabowo Kritik Teori Neolib: Katanya Kakayaan Menetes ke Bawah, Kalian Percaya?
-
Ketua Umum FKDT Apresiasi Langkah Presiden Redakan Polemik Kasus Febrie Adriansyah
-
Kebakaran Maut di Pulogadung, 3 Orang Tewas Saat Tidur Lelap
-
Prabowo Kecam Pemimpin Provokator Ajak Bakar-bakar: Saya Percaya Hukum Karma
-
Amnesty Kritik Pemekaran Papua: Negara Hanya Dengar Mereka yang Setuju Saja
-
Bukan Cuma Peluru, Pengungsi Papua Terancam Putus Sekolah dan Minim Medis
-
Sebut Tanggung Jawab Wapres, Bambang Pacul Dinilai 'Main-main' dengan Isu Papua