Suara.com - Sebagai bentuk keberanian, turis Malaysia Farah Putri Mulyani menyelamatkan seorang pria lokal yang hampir tenggelam di Air Terjun Diyaluma, Sri Lanka.
Peristiwa itu terjadi ketika pria yang sedang berenang di air terjun itu secara tidak sengaja masuk ke bagian yang dalam dan mulai berjuang untuk tetap bertahan. Teman-temannya yang ketakutan berteriak minta tolong, tetapi Ibu Mulyani yang berada di dekatnya dengan cepat mengambil tindakan.
Sebuah video penyelamatan menunjukkan Ibu Mulyani menyelam ke dalam air dan berenang ke arah pria itu, sebelum menariknya ke tempat yang aman dengan susah payah. Begitu mereka mencapai tepian, teman-teman pria itu membantunya menjauh dari air, terguncang tetapi bersyukur atas tindakan cepat dan tindakan tanpa pamrih Ibu Mulyani.
Ibu Mulyani kemudian membagikan video itu di media sosial, menceritakan pengalamannya dan memberikan peringatan kepada orang lain tentang potensi bahaya yang mengintai di bawah permukaan air terjun.
Dalam video tersebut, dia berkata, "Insiden ini benar-benar mengubah fokus perjalanan saya. Kejadian ini membuat saya sadar bahwa lebih banyak orang perlu waspada terhadap potensi bahaya di air terjun. Kolamnya bisa sangat dalam, dan tanpa arus yang membantu Anda berenang, itu menjadi lebih berbahaya, terutama jika Anda bukan perenang yang kuat. Sejak kejadian ini, saya jadi merenung dalam-dalam."
Postingan tersebut memicu curahan kekaguman, dengan para pengguna membanjiri bagian komentar untuk memuji keberanian tanpa pamrih dan pemikiran cepat wanita itu.
Seorang pengguna menulis, "Berikan dia medali untuk keberanian dan kemanusiaannya. Tanpa pamrih menawarkan diri untuk menyelamatkan nyawa. Sungguh jiwa yang indah!" Yang lain berkomentar, "Laporkan hal ini kepada otoritas pariwisata untuk memastikan perjalanannya ke Sri Lanka menjadi kenangan seumur hidup."
Yang ketiga berkata, "Pemerintah Sri Lanka seharusnya memberi penghormatan kepada turis Malaysia Farah Putri Mulyani atas tindakan heroiknya menyelamatkan seorang warga Sri Lanka dari tenggelam."
Yang keempat menambahkan, "Air terjun mungkin terlihat indah, tetapi bisa mematikan jika Anda tidak tahu apa yang Anda lakukan."
Baca Juga: Perusahaan Malaysia Kepincut Industri Keuangan Digital RI
Berita Terkait
-
Investigasi Internal Digelar Terkait Pekerja Migran indonesia Ditembak APMM Malaysia
-
Air Terjun Kakek Bodo, Pesona Air Terjun dan Kolam Renang dalam Satu Lokasi
-
Siapa Bergson da Silva? Eks Timnas Brasil yang Segera Dinaturalisasi Malaysia
-
Perusahaan Malaysia Kepincut Industri Keuangan Digital RI
-
Cuitan Lawas Netizen Malaysia Sebut Jokowi Bawa Sial, Publik: Silahkan Klaim Jadi Presiden Kalian..
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- 5 Rekomendasi Body Lotion Terbaik Mencerahkan Kulit di Indomaret
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Angkasa Pura: Penerbangan Umrah Dihentikan Imbas Perang di Timur Tengah
-
Yaqut Diperiksa KPK Pekan Ini Usai Praperadilannya Ditolak, Langsung Ditahan?
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
Terkini
-
Pemburuan Terbesar Sejak 98: 700 Anak Muda Diproses Usai Demo Agustus 2025
-
Dulu Lokasi Perang Dunia II, Menhan Bakal Sulap Morotai Jadi Pusat Latihan Militer Kelas Dunia
-
Pasukan Kurdi Bersiap di Perbatasan, Iran Balas dengan Rudal Balistik
-
Perang AS-Iran Memanas, Batalion Perempuan Kurdi Siap Angkat Senjata
-
Pakar Militer Ungkap Fakta Kerusakan Israel hingga Warga AS Diminta Kabur
-
Rismon Ajukan RJ, Kubu Roy Suryo Bongkar Ketakutan dan Dugaan Tekanan di Kasus Ijazah Jokowi
-
TNI Siaga Satu, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin: Masyarakat Jangan Khawatir, Justru Agar Aman dan Nyaman
-
KPK: 9 Kepala Daerah Hasil Pilkada 2024 Terjaring OTT, Rakyat Harus Cerdas Memilih
-
Instruksi Siaga 1 TNI: Pengamanan Objek Vital, Pengawasan Udara-Laut, hingga Perlindungan WNI
-
Menko PMK Soroti Screen Time Anak yang Capai 7,5 Jam: Picu FOMO hingga Gangguan Mental