Suara.com - Jajaran kabinet Merah Putih disarankan untuk mencontoh Susi Pudjiastuti yang berhasil hemat anggaran Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) hingga Rp8,2 triliun selama menjadi menteri pada 2015-2017. Tindakan itu dinilai lebih masuk akal dilakukan daripada kebijakan efisiensi anggaran saat ini.
Pendiri Anti Corruption Lab Adnan T. Husodo menilai, tindakan Susi dalam menghemat anggaran patut diapresiasi mengingat pagu KKP sendiri sebenarnya tidak besar. Susi dinilai berhasil lakukan pemeriksaan secara detail terhadap perencanaan sehingga mampu menghemat pagu kementeriannya saat itu.
Bila hal yang sama bisa dilakukan oleh kementerian/lembaga saat ini, menurut Adnan, APBN bisa dihemat secara tepat sasaran.
"Bayangkan kalau itu dilakukan juga di KL/KL yang lain, misalnya K/L lima besar pengelola anggaran negara. Nah, penyisiran, perencanaan itu dilakukan untuk melihat kewajaran harga, kemudian dobel kegiatan, dan lain-lain, which is itu diletakkan dalam perangka reformasi kelembagaannya," kata Adnan dalam diskusi virtual, Selasa (18/2/2025).
Kebijakan fiskal dan pengelolaan keuangan negara saat era Presiden Prabowo Subianto tidak mengalami perubahan signifikan dari pemerintahan sebelumnya. Adnan menilai bahwa keterbatasan APBN yang kini semakin terasa seharusnya bukan hal yang mengejutkan.
Pasalnya, berbagai kebijakan di masa lalu sudah menunjukkan tren pembiayaan proyek infrastruktur yang bergantung pada dana negara.
"Kita perlu melihat kembali berbagai kebijakan dan program yang sebenarnya sangat jorjoran terutama pada era Jokowi, di sana ada pembangunan proyek kereta cepat Whoosh, kemudian juga IKN. Kita tahu IKN juga sebelumnya didesain sebagai sebuah program yang akan di-support oleh investasi asing, akan tetapi akhirnya APBN juga yang meng-cover, belum lagi utang luar negeri yang juga semakin meningkat," terang dia.
Dengan Sri Mulyani yang tetap menjabat sebagai Menteri Keuangan, Adnan menegaskan bahwa situasi itu seharusnya bukan sesuatu yang tidak bisa diantisipasi.
"Sebenarnya ini bukan sesuatu yang tidak bisa diantisipasi, karena arsitektur keuangannya juga adalah orang yang sama, yaitu Sri Mulyani. Sepuluh tahun terakhir pada era Jokowi adalah Sri Mulyani dan sekarang pada era Prabowo adalah Sri Mulyani," kritiknya.
Berita Terkait
-
Tak Adil Terapkan Efisiensi Anggaran, Prabowo Disarankan Potong 8 Persen Pagu K/L Lain Bisa Dapat Rp194,3 Triliun
-
Transparansi Nol, ICW Soroti Pemangkasan Anggaran Tanpa Evaluasi yang Jelas
-
Sisir APBD Demi Perintah Prabowo Efisiensi Anggaran, Pemprov DKI Klaim Hemat Rp1,548 Triliun
-
Prabowo Bakal Hadiahi Dana Jumbo Hasil Efisiensi Anggaran ke Danantara
-
Demi Pembangunan, Dedi Mulyadi Siapkan Strategi Pangkas Anggaran Jabar
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
Pilihan
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
-
Akun RHB Sekuritas Milik Wadirut Dijebol, Ada Transaksi Janggal 3,6 Juta Saham BOBA
-
Danantara Janji Bangkitkan Saham Blue Chip BUMN Tahun Ini
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
Terkini
-
BMKG Rilis Peringatan Dini, Hujan Lebat dan Angin Kencang Berpotensi Landa Jakarta Hari Ini
-
Kerry Riza Ajak Masyarakat Lihat Perkaranya Berdasarkan Fakta Bukan Fitnah
-
Dugaan Korupsi Minyak Mentah: Saksi Bantah Ada Kontrak Sebut Tangki BBM OTM Jadi Milik Pertamina
-
Menuju JFSS 2026, Pemerintah dan Kadin Sepakat Ketahanan Pangan Jadi Prioritas Nasional
-
Aceh Tamiang Dapat 18 Rumah Rehabilitasi, Warga Bisa Tinggal Tenang
-
Usai di Komdigi, Massa Demo Datangi Polda Metro Jaya Minta Usut Kasus Mens Rea
-
Profil Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa: dari Pilot ke Pemimpin Provinsi Baru
-
Catatan Kritis Gerakan Nurani Bangsa: Demokrasi Terancam, Negara Abai Lingkungan
-
Satgas Pemulihan Bencana Sumatra Gelar Rapat Perdana, Siapkan Rencana Aksi
-
Roy Suryo Kirim Pesan Menohok ke Eggi Sudjana, Pejuang atau Sudah Pecundang?