- Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengakselerasi perubahan ibu kota menjadi kota global melalui penertiban dan kebijakan inklusif.
- Penertiban "manusia gerobak" di jalanan Jakarta telah terkendali berdasarkan pernyataan Gubernur pada Rabu, 4 Maret 2026.
- Syarat pendidikan PJLP diturunkan menjadi ijazah SD untuk menciptakan kesempatan kerja yang lebih adil bagi warga kecil.
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, tengah melakukan akselerasi besar-besaran untuk mengubah wajah ibu kota menjadi kota global yang lebih tertata.
Upaya tersebut mencakup langkah represif berupa penertiban hingga kebijakan inklusif di sektor ketenagakerjaan bagi warga kecil.
Saat ditemui di Balai Kota Jakarta pada Rabu (4/3/2026), Pramono mengungkapkan bahwa fenomena "manusia gerobak" di berbagai titik jalanan kini mulai terkendali.
"Kami sudah melakukan penertiban termasuk yang disebut dengan 'manusia gerobak'. Alhamdulillah, sekarang ini praktis di jalanan tidak seperti biasanya," ujarnya.
Selain penanganan terhadap "manusia gerobak", Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta juga membidik keberadaan para pengemis yang dinilai mengganggu estetika kota.
Pramono memberikan mandat khusus kepada Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk menegakkan aturan dengan lebih lugas dan berwibawa.
"Kami akan meminta Satpol PP untuk mengambil tindakan tegas terhadap para pengemis yang ada di Jakarta, karena itu tidak mencerminkan sebagai kota global," tegas sang politisi senior.
Kendati bertindak tegas di jalanan, Pramono tidak menutup mata terhadap kebutuhan ekonomi warga yang selama ini terpinggirkan oleh kendala administratif.
Ia meluncurkan sebuah terobosan signifikan dengan merombak persyaratan pendidikan bagi calon petugas Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP).
Baca Juga: Persija Kehilangan 4 Pemain Hadapi Dewa United, Mauricio Souza Dibuat Pusing
Kini, masyarakat yang hanya memiliki ijazah Sekolah Dasar (SD) memiliki kesempatan yang sama untuk bergabung dalam barisan "Pasukan Oranye" atau PPSU.
Kebijakan ini diambil demi menjamin rasa adil dan memberikan ruang kerja yang lebih luas bagi seluruh lapisan masyarakat di Jakarta.
"Sebagai pemerintahan, kami tentunya ingin bisa semua orang di Jakarta mempunyai kesempatan untuk bekerja. Jadi ruang kerja itu harus adil dibuka juga untuk, misalnya PJLP, yang dulu syaratnya untuk 'Pasukan Oranye' itu kan SMA, sekarang syaratnya SD saja cukup. Itu salah satu terobosan yang kami lakukan untuk memberikan kesempatan semua orang bisa bekerja di Jakarta," papar Pramono.
Langkah inovatif ini diharapkan mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja lokal sekaligus mengikis angka pengangguran di tengah ambisi Jakarta menjadi pusat ekonomi dunia.
Berita Terkait
-
Persija Kehilangan 4 Pemain Hadapi Dewa United, Mauricio Souza Dibuat Pusing
-
Pemuda 22 Tahun Dibekuk Bawa Sabu 102 Gram, Begini Modus Penyamarannya
-
Lagi-lagi Wasit Kasih Kartu Kuning ke Allano Lima, Pelatih Persija Kali Ini Pasrah
-
Teman Jay Idzes Kesal Banget Sama Capaian Persija Jakarta, Lah Kenapa?
-
Petaka Mauro Zijlstra! Baru 23 Menit Berseragam Persija Langsung Cedera Paha
Terpopuler
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- Sudah 4 Bulan Ditahan, Bupati Pati Sudewo Sampaikan Pesan Rindu dari Rutan KPK
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Hashim Sebut Program MBG Banyak Diserang Fitnah dan Hoaks dari Kelompok Tertentu
-
Ternyata Ide Makan Bergizi Gratis Sudah Dirancang Prabowo Sejak 2006, Jauh Sebelum Ada Gerindra
-
Penikaman Kader Golkar Nus Kei di Maluku Tenggara Picu Kekhawatiran Stabilitas Daerah
-
Terima Kunjungan Mentan di Gudang Bulog Jatim, Dirut Pastikan Stok Beras Tertinggi Sepanjang Sejarah
-
Kebakaran Hebat Hanguskan 1.000 Rumah di Kampung Bahagia Malaysia dalam Sekejap
-
Pramono Anung Ungkap Cara Putus Rantai Kemiskinan di Jakarta: Kunci di Pendidikan
-
Pasukan Perdamaian Prancis Gugur, RI Tegas: Serangan ke UNIFIL Tak Bisa Diterima
-
Skorsing 19 Hari, Siswa yang Acungkan Jari Tengah ke Guru Terancam Tidak Naik Kelas
-
Gudang Bulog Penuh, Presiden Sebut Negara Hadir Penuhi Kebutuhan Dasar Rakyat
-
Ketua Golkar Malra Nus Kei Tewas Ditikam, Polisi Tangkap 2 Terduga Pelaku