Suara.com - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid memberikan paparan kepada para kepala daerah yang menjalani retreat di Akmil Magelang, Jawa Tengah, Kamis (27/2/2025). Integrasi data di daerah secara online menjadi salah satu hal yang ditekankan.
Nusron menyampaikan ada empat hal yang dipaparkan kepada kepala daerah. Mulai dari tata kelola administrasi pertanahan, reforma agraria, pengadaan tanah untuk proyek strategis nasional, dan kebijakan tentang tata ruang dan pelayanan tentang tata ruang.
"Nah, tata ruang ini kata kuncinya adalah masih banyaknya Gubernur yang belum merevisi RTRW, Rencana Tata Wilayah dan Tata Ruang, baik RTRW provinsi maupun RTRW kabupaten maupun RTRW kota," kata Nusron kepada wartawan, Kamis pagi.
Disebutkan Nusron, masih ada banyak kabupaten/kota yang belum membuat Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). Padahal RDTR menjadi basis daripada penyusunan atau output-nya adalah Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR)
"Jangan sampai ruangan yang sama itu dipakai untuk dua kepentingan. Kalau enggak ada KKPR enggak akan ada namanya izin usaha, tidak akan adanya investasi, karena itu pintu masuk ekonomi pertama adalah KKPR," ucapnya.
Oleh sebab itu, Nusron menegaskan para kepala daerah diharuskan menyusun RDTR dan melakukan pembenahan-pembenahan tentang RTRW. Dia bilang memang hal-hal itu yang masih menjadi problem yang dihadapi oleh kebanyakan kepala daerah.
Terutama dalam rangka meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dan menggerakkan ekonomi. Mengingat sumber PAD itu berasal dari Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) di mana setiap transaksi tanah, pengalihan tanah maupun bangunan ada pajak 5% untuk daerah.
"Kami minta ada online integrasi data antara NOP, Nilai Objek Pajak dan NOTD, Nilai Objek Transaksi Daerah dengan nilai Nomor Induk Bidang. Kalau ini sudah terintegrasi, maka yang terjadi adalah akan bisa meningkatkan pendapatan PBB maupun pendapatan BPHTB sehingga PAD daerah akan meningkat," ucapnya.
Selain itu, kata Nusron, integrasi itu akan mencegah oknum nakal yang merugikan pendapatan daerah.
Baca Juga: Resmi! Buntut Kasus Pagar Laut, Nusron Copot 5 Orang Pegawai BPN Bekasi, 1 Dipecat
"Sehingga tidak ada lagi maling-maling di daerah. Ya kan, karena selama ini masih manual. Di mana manual pasti akan terjadi maling-maling," tegasnya.
"Contohnya apa? Transaksi yang NOP-nya sebetulnya Rp10.000 atau Rp1 juta dibuat cuma Rp500, sehingga dia jual beli rumahnya harusnya Rp5 miliar dibuat cuma Rp1,5 miliar. Sehingga apa, BPHTB-nya rendah," imbuhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Profil Mohammad Jumhur Hidayat, Aktivis Buruh yang Kini Jadi Menteri Lingkungan Hidup
-
Prabowo Kocok Ulang Kabinet: Jumhur Hidayat Dilantik Jadi Menteri LH hingga Dudung Jabat Kepala KSP
-
Jumhur Hidayat Tiba di Istana Dikabarkan Jadi Menteri LH: Banyak Tugas, Harus Kerja Keras
-
Jenderal Dudung Masuk Kabinet Prabowo Sore Ini? Daftar 6 Orang Reshuffle Menteri
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
Terkini
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
-
Target Kemiskinan Ekstrem Nol Persen di 2026 Dinilai Berat, Cak Imin: Waktunya Sangat Sempit!
-
1.200 Personel Amankan Persija vs Persis di GBK Malam Ini: Suporter Dilarang Bawa Flare
-
Polisi Buru Pelaku Pembakaran Sopir Angkot Tanah Abang, Identitas Sudah Dikantongi
-
Profil Mohammad Jumhur Hidayat, Aktivis Buruh yang Kini Jadi Menteri Lingkungan Hidup
-
Jumhur Hidayat Dikabarkan Jadi Menteri LH, 'Hadiah' Prabowo Bagi Buruh Jelang May Day?
-
Jadi Kepala Bakom RI, Qodari Ceritakan Detik-detik Ditelepon Seskab Teddy
-
Dipanggil ke Istana, Dudung Abdurachman Siap Dilantik: Saya Prajurit, Perintah Presiden Harus Siap
-
Prabowo Kocok Ulang Kabinet: Jumhur Hidayat Dilantik Jadi Menteri LH hingga Dudung Jabat Kepala KSP
-
Pemerintah Klaim Kemiskinan Ekstrem Turun: Masih Sisa 2,2 Juta Orang