- Jusuf Kalla bertemu ICWA membahas gejolak Timur Tengah yang berdampak serius pada ekonomi domestik Indonesia.
- JK menyoroti bahwa konflik tersebut memicu lonjakan harga minyak dunia serta melemahnya nilai tukar rupiah.
- ICWA menyarankan evaluasi keanggotaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) demi diplomasi nyata.
Suara.com - Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK), duduk bersama para mantan diplomat yang tergabung dalam Indonesia Council on World Affairs (ICWA) untuk membedah gejolak di Timur Tengah pada Kamis malam.
Pertemuan yang digelar di kediaman JK tersebut menyoroti posisi krusial Indonesia di tengah ketegangan Iran, Israel, dan Amerika
JK menegaskan bahwa konflik di tanah para nabi tersebut bukan sekadar urusan politik luar negeri, melainkan ancaman nyata bagi ekonomi domestik Indonesia.
“Akibat masalah Timur Tengah, antara Iran, Israel dan Amerika itu berdampak ke seluruh negara di dunia, bukan hanya Indonesia,” ujar JK dikutip Jumat (1/11/2026).
Efek domino yang dimaksud mencakup lonjakan harga minyak dunia yang berpotensi membebani subsidi energi, melemahkan nilai tukar rupiah, hingga menguncang pasar saham.
“Efek ke mana-mana, termasuk subsidi, logistik, nilai tukar rupiah, sampai saham,” katanya menambahkan.
Dorong Diplomasi Nyata, Bukan Sekadar Forum
Terkait keterlibatan Indonesia dalam forum internasional seperti Board of Peace (BoP), JK menekankan pentingnya aksi konkret di lapangan daripada sekadar formalitas.
“Niat baik tentunya untuk perdamaian. Tapi yang lebih penting adalah praktiknya di lapangan,” tegas JK.
Baca Juga: Israel Siap Luncurkan Nuklir ke Iran, Tunggu Perintah Benjamin Netanyahu
Saran Keluar dari Board of Peace (BoP)
Di sisi lain, Ketua Umum ICWA, Al Busyra Basnur, membawa isu krusial terkait keanggotaan Indonesia di BoP yang dinilai memicu polemik. ICWA menyarankan pemerintah untuk melakukan evaluasi total.
“Setelah melihat perkembangan dan isi dari BoP itu sendiri serta berbagai polemik yang muncul, kami menyarankan pemerintah untuk mengkaji kembali bahkan mempertimbangkan keluar dari BoP,” ungkap Al Busyra.
Menurutnya, beberapa poin dalam BoP seperti mekanisme iuran, kepemimpinan, hingga evaluasi masih menjadi perdebatan hangat di dalam dan luar negeri.
Sebagai solusi, ICWA mendorong Indonesia menggunakan kredibilitasnya untuk menginisiasi langkah diplomasi besar, salah satunya lewat Gerakan Non-Blok.
“Indonesia memiliki kemampuan kredibilitas, dan kapasitas untuk menyelenggarakan konferensi internasional yang bermuara pada perdamaian,” jelas Al Busyra.
Berita Terkait
-
Gempuran Mematikan Pesawat Tak Berawak Iran Hancurkan Markas Intelijen Israel
-
Muncul Perdana, Mojtaba Khamenei Andalkan Allah SWT Lawan Amerika - Israel
-
Perang Nuklir di Ambang Pintu, Siap-siap Negara Ini Hilang dari Peta Dunia
-
Israel Siap Luncurkan Nuklir ke Iran, Tunggu Perintah Benjamin Netanyahu
-
DUAAARRRR Ledakan Besar Terdengar di Kota Yerusalem, Hujan Rudal Kiamat Iran Makin Brutal
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
- Syifa Hadju Anak Siapa? Ayah Kandung Dikabarkan Siap Jadi Wali Nikah
Pilihan
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
-
Profil Mohammad Jumhur Hidayat, Aktivis Buruh yang Kini Jadi Menteri Lingkungan Hidup
-
Prabowo Kocok Ulang Kabinet: Jumhur Hidayat Dilantik Jadi Menteri LH hingga Dudung Jabat Kepala KSP
-
Jumhur Hidayat Tiba di Istana Dikabarkan Jadi Menteri LH: Banyak Tugas, Harus Kerja Keras
Terkini
-
MBG Jadi Andalan, Cak Imin Klaim Kemiskinan Ekstrem Turun Signifikan
-
Cash For Work Jadi Bagian Strategi Satgas PRR, 658 Lokasi Sudah Bebas Lumpur
-
Wamendagri Ribka Haluk Dorong RKPD 2027 Papua Pegunungan Selaras Prioritas Nasional
-
Cak Imin Minta Masyarakat Sabar, Pemerintah Fokus Bereskan Kemiskinan Ekstrem
-
Pengeroyok Anggota TNI di Stasiun Depok Ternyata Mabuk, Satu Pelaku Masih Buron!
-
Rocky Gerung 'Cengengesan' Bareng Seskab Teddy di Istana, Ungkap Soal Bahasa Tubuh
-
Reformasi Polri Mandek, Koalisi Sipil Desak Prabowo Segera Bertindak
-
Kejar Setoran di Balik Siksaan, Satu Pengasuh Daycare Little Aresha Bisa Handle Lebih dari 8 Anak
-
11 Tentara dan Polisi Israel Dilaporkan Bunuh Diri, Tekanan Perang Gaza Disorot
-
Polisi Bongkar Peredaran Sabu di Tanah Abang, 5 Orang Diringkus