Suara.com - Jenazah pria ditemukan tewas dengan kondisi sudah disemen. Penemuan jasad yang sudah dicor ini terjadi di Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, pada Rabu (22/2/2025) lalu.
Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Nicolas Ary Lilipaly, mengatakan peristiwa ini bermula pada 16 Februari lalu. Saat itu korban yang merupakan pemilik bangunan berinisial JAT mendatangi proyek pembangunan. Kedatangan korban lantaran para pekerja melakukan aksi mogok kerja.
JATS kemudian mengajak pelaku berinisial ZA untuk melakukan laporan ke Polres Jakarta Timur untuk melakukan laporan, gegara banyak peralatan di proyek pembangunan yang hilang dicuri oleh para karyawan.
“Terduga pelaku menolak untuk pergi melapor di polisi bersama-sama dengan korban. Bahkan, terduga pelaku meminta gajinya,” kata Nicolas, kepada awak media, dikutip Kamis (27/2/2025).
Adapun gaji yang diminta oleh pelaku yakni Rp900 ribu. Korban yang emosi kemudian memukul pelaku.
“Awalnya dia menampar terduga pelaku. Selanjutnya, dia memukul dan akhirnya terduga pelaku menangkis dan mendorong, sehingga korban jatuh,” jelas Nicolas.
Usai korban terjatuh, pelaku yang naik pitam akibat dipukul langsung melakukan penganiayaan hingga berujung korban meninggal dunia.
“Terduga pelaku memastikan bahwa korban telah meninggal dan terduga pelaku panik. Panik dan selanjutnya terduga pelaku menyeret korban dan dilakukan ditaruh di saluran air dan kemudian ditutup dengan semen dan batu bata yang ada,” jelasnya.
Nicolas kemudian menyebut peristiwa ini terbongkar usai pihak keluarga hilang kontak dengan korban. Keluarga kemudian melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian.
Baca Juga: Ruko Jadi Kuburan, Debt Collector Tewas Dicor, Pelaku Diduga Kabur
“Disitulah baru penyelidik polres Metro Jakarta Timur berupaya mengungkap kasus tersebut, dan kebetulan memang sebagian hart korban, berupa uang sudah diambil oleh terduga pelaku,” jelasnya.
Pelaku bisa ditangkap lantaran masih memegang ponsel milik korban. Pelaku juga telah mentransfer uang korban ke rekeningnya.
Nicolas kemudian membongkar cor tempat jenazah korban dikuburkan. Pembongkaran cor ini harus dibantu damkar dengan menggunakan alat berat.
“Kami dari Polres Jakarta Timur bekerjasama dengan Damkar dan labfor, kami akan membuka yang seakan-akan bentuknya seperti kuburan jadi ditutup dengan semen,” ujarnya.
“Korban ini ditutup dengan semen, dan kami akan membongkar itu, dan kami akan melakukan autopsi di Rumah Sakit Polri,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Pemilik Ruko di Pulogadung Tewas Dicor, Polisi Ungkap Motif Pembunuhan
-
LRT Jakarta Mulai Uji Coba Lintasan dari Stasiun Velodrome ke Rawamangun, Begini Pelaksanaannya
-
Mayat Debt Collector Dicor di Distro, Begini 45 Adegan Sadis 3 Pembunuh Anton di Palembang
-
Pemotor di Bandung Barat Ini Nekat Terobos Jalan Dicor Berujung Menyesal
-
Ruko Jadi Kuburan, Debt Collector Tewas Dicor, Pelaku Diduga Kabur
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
Terkini
-
Amnesty Desak DPR Segera Sahkan UU Anti Bahan Korosif Usai Kasus Andrie Yunus
-
Usman Hamid Kritik Peradilan Militer yang Abaikan Korban: Kehilangan Legitimasi Hukum
-
Pernyataan Presiden soal Dolar Dinilai Bisa Jadi Sentimen Negatif bagi Rupiah
-
Pengamat UMBY Soroti Pernyataan Prabowo, Harga Tempe Bisa Naik karena Dolar
-
Usman Hamid: Keadilan bagi Andrie Yunus Mustahil Tercapai di Peradilan Militer
-
Aktivis Sebut Jokowi Idap Megalomania dan Waham Kebesaran soal IKN: Ada Gangguan Kejiwaan
-
Tragedi Berdarah di Stadion Kridosono, Dugaan Klitih Tewaskan Pemuda 18 Tahun
-
Thailand Tetapkan Virus Hanta sebagai Penyakit Menular Berbahaya, Indonesia Kapan?
-
Pastikan MBG Lanjut Terus, Prabowo: Ini Program Strategis untuk Rakyat
-
Brak Duar! Saksi Mata Ungkap Detik Horor Kecelakaan Maut Kereta vs Bus di Bangkok