"Anda tidak sendirian. Kami telah memberi Anda, melalui presiden kami yang bodoh (Joe Biden), $350 miliar. Kami telah memberi Anda peralatan militer. Orang-orang Anda pemberani tetapi mereka harus menggunakan militer kami. Jika Anda tidak memiliki peralatan militer kami, perang ini akan berakhir dalam dua minggu," ujar Trump.
Seiring perdebatan semakin panas, Trump akhirnya meminta pers untuk meninggalkan ruangan dan membatalkan konferensi pers yang semula dijadwalkan. Beberapa jam setelahnya, Trump menuliskan pernyataan di Truth Social.
“Saya telah memutuskan bahwa Presiden Zelenskyy tidak siap untuk perdamaian jika Amerika terlibat, karena dia merasa keterlibatan kami memberinya keuntungan besar dalam negosiasi. Saya tidak menginginkan keuntungan, saya menginginkan PERDAMAIAN,” tulis Trump.
Sementara itu, Zelenskyy meninggalkan Gedung Putih dalam suasana tegang, tetapi mencoba meredakan ketegangan dengan unggahan di platform X (dulu Twitter).
“Terima kasih Amerika, terima kasih atas dukungan Anda, terima kasih atas kunjungan ini. Terima kasih @POTUS, Kongres, dan rakyat Amerika. Ukraina membutuhkan perdamaian yang adil dan abadi, dan kami bekerja untuk itu,” tulis Zelenskyy.
Namun, Trump tetap teguh pada pendiriannya saat berbicara kepada media sebelum berangkat ke Mar-a-Lago.
“Saya mencari perdamaian. Kami tidak ingin terlibat dalam perang selama 10 tahun dan bermain-main. Kami menginginkan perdamaian. [Zelenskyy] mencari sesuatu yang tidak saya cari. Ia ingin terus berjuang, berjuang, dan berjuang. Kami ingin mengakhiri kematian,” katanya.
Ketika ditanya apakah ia menginginkan Zelenskyy dicopot dari jabatannya, Trump menjawab: “Saya menginginkan siapa pun yang akan membawa perdamaian. Jika ia mampu membawa perdamaian — yang mungkin bisa atau tidak — tetapi saya menginginkan seseorang yang akan membawa perdamaian. Sekali lagi, ia tidak memiliki kartu.”
Trump kemudian menegaskan kembali sikapnya bahwa dirinya ingin gencatan senjata sekarang.
Baca Juga: Tak Cuma di Indonesia, Penjualan Mobil di Amerika Serikat Terguncang: Faktor Harga Jadi Sebab
“Saya ingin gencatan senjata sekarang. [Zelenskyy] berkata, 'oh, saya tidak ingin gencatan senjata.' Nah, tiba-tiba ia menjadi orang penting karena ia didukung AS. Kita harus mengakhirinya atau membiarkannya berjuang, dan jika ia berjuang, hasilnya tidak akan baik. Karena tanpa kita, ia tidak akan menang,” katanya.
Berita Terkait
-
Tak Cuma di Indonesia, Penjualan Mobil di Amerika Serikat Terguncang: Faktor Harga Jadi Sebab
-
Donald Trump - Zelensky Ribut di Depan Wartawan, Menlu AS Desak Ukraina Minta Maaf
-
AS Setujui Penjualan Senjata Senilai Rp 49 Triliun ke Israel di Tengah Perang Gaza
-
AS dan Rusia Bersatu, Siap Keruk Harta Karun Mineral Tanah Langka Ukraina?
-
Trump Terapkan Tarif Dagang untuk Meksiko dan Kanada Mulai 4 Maret
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
50 Persen Pengaduan di Jateng Isinya Sama: Perusahaan Nekat Tahan Ijazah Mantan Karyawan
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus
-
Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler