Suara.com - Pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Rusia nampaknya terus menjalin kemesraan diduga dalam rangka menyatukan kekuatan untuk bisa menguasai harta karun mineral tanah langka di Donetsk dan Luhansk Ukraina.
Perlu diketahui, bahwa belakangan ini kekayaan dimiliki Ukraina itu menjadi perhatian dunia. Bahkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, telah menyatakan minatnya untuk mendapatkan akses ke sumber daya tersebut sebagai imbalan atas bantuan militer yang diberikan kepada Ukraina.
Melansir dari New York Times, keinginan Donald Trump itu mendapatkan penolakan dari Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky.
Dia bahkan menolak perjanjian yang akan memberikan 50% cadangan mineral Ukraina kepada AS.
Sementara itu, Presiden Rusia, Vladimir Putin, menyatakan kesiapan Rusia untuk bekerja sama dengan AS dalam menambang mineral tanah jarang di wilayah Ukraina yang saat ini dikuasai Moskow, seperti Donetsk, Luhansk, Kherson, dan Zaporizhzhia.
Tentunya hal tersebut jadi sorotan dunia, apalagi Rusia dan AS telah melakukan pertemuan dalam rangka menghentikan perang Rusia-Ukraina.
Diketahui, Ukraina sendiri memiliki cadangan mineral yang signifikan, termasuk litium dan titanium, yang sangat penting bagi industri teknologi tinggi dan pertahanan.
Rusia dan AS Adakan Pertemuan
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova pada Kamis mengatakan bahwa Rusia dan AS mengadakan pembicaraan tingkat ahli di Istanbul mengatasi ketegangan dan memperkuat langkah-langkah membangun kepercayaan antara kedua negara.
Baca Juga: Rusia Sebut Intelijen Ukraina Rencanakan Pembunuhan Uskup 'Bapak Pengakuan Putin'
"Kami berharap pertemuan hari ini, yang pertama dari serangkaian konsultasi ahli, akan membawa kami dan pihak Amerika lebih dekat untuk mengatasi perbedaan dan memperkuat kepercayaan," katanya dalam sebuah pernyataan yang dikutip oleh kantor berita TASS.
Zharakova mengatakan pertemuan tersebut diharapkan dapat menyelesaikan apa yang digambarkannya sebagai "banyak hal yang mengganggu" dalam dialog Rusia-AS.
Delegasi Rusia dan AS bertemu selama enam setengah jam di kediaman Konsulat Jenderal AS di Istanbul untuk membahas pengoperasian kedutaan masing-masing sebagai bagian dari normalisasi hubungan kedua negara.
Setelah pertemuan tersebut, delegasi Rusia meninggalkan tempat tanpa mengeluarkan pernyataan.
Delegasi kedua negara bertemu untuk pertama kalinya pada 18 Februari di Riyadh, Arab Saudi, untuk membahas hubungan bilateral dan upaya untuk mengakhiri perang Ukraina yang telah berlangsung selama lebih dari tiga tahun.
Sementara itu, persiapan juga sedang dilakukan untuk pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Tag
Berita Terkait
-
Rusia Sebut Intelijen Ukraina Rencanakan Pembunuhan Uskup 'Bapak Pengakuan Putin'
-
Rencana Pembunuhan Uskup Rusia 'Bapak Pengakuan Putin' Digagalkan
-
Awal Ramadhan 2025 di Malaysia Mulai Minggu?
-
Pemantauan Hilal di Arab Saudi, Raja Salman: Selamat Ramadhan
-
Gempa 5,5 Magnitudo Guncang Nepal, Pusatnya Dekat Kodari
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- KPK Buka Peluang Periksa Nusron Wahid Terkait Kasus Bupati Kuansing
- Polisi Telusuri Jejak Hotman Paris di Balik Kematian Tak Wajar Pengacara Rocky Martin
Pilihan
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Terkini
-
Piala Presiden 2026: Gol Bunuh Diri Konyol Nodai Debut Shin Tae-yong
-
ICCS 2026: Dorong Konten Kreator Tak Hanya Berdiskusi, tapi Langsung Berkarya
-
Notarace 2026: Gaya Hidup Sehat Menjadi Momen Silaturahmi Ribuan Notaris
-
Rehabilitasi Mangrove Berkelanjutan, 21.060 Bibit Ditanam di Pesisir Jakarta
-
Pembalut Kain Makin Dilirik, WCC Palembang Kenalkan Cindo-Pads untuk Menstruasi Sehat
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Dari Parenting hingga Drone, Dua Kreator Ungkap Pesona Pesisir Jakarta
-
Merawat Nyala Wayang Palembang, Warisan Kesultanan yang Menjadi Ruang Belajar Generasi Muda
-
Promo Spesial BRI, Makan Enak di Ramen Girl Dapat Potongan Harga!
-
Usut Bentrokan Menteng, Polisi Dalami Peran 15 Orang yang Diamankan